Rafael Leao Absen di Laga Perdana Serie A, AC Milan Mulai Era Baru di Bawah Ruben Amorim
Baca dalam 60 detik
- AC Milan akan memulai musim Serie A 2026-27 tanpa Rafael Leao yang mengalami cedera, sementara pelatih anyar Ruben Amorim melakukan debutnya.
- Ruben Amorim melakukan perombakan besar-besaran dengan menepikan sejumlah pemain bintang seperti Fikayo Tomori dan Christian Nkunku yang tidak masuk rencana musim ini.
- Pertandingan Torino vs AC Milan akan disiarkan langsung di Inggris melalui TNT Sports, dan di Amerika Serikat via Paramount+, dengan kick-off Minggu malam pukul 19.45 BST.

AC Milan mengawali petualangan mereka di Serie A musim 2026-27 dengan laga tandang yang menantang melawan Torino, Minggu (23/8) malam WIB. Namun, sorotan utama justru tertuju pada absennya bintang sayap Rafael Leao dari skuad Rossoneri. Pelatih anyar, Ruben Amorim, memastikan bahwa kepergian Leao murni karena cedera, bukan karena urusan transfer.
Laga ini menjadi ujian perdana bagi Amorim, yang ditunjuk menggantikan Massimiliano Allegri setelah akhir musim lalu yang mengecewakan. Milan gagal finis di empat besar, meski sempat berada di posisi kedua dalam waktu yang lama. Selain pelatih baru, klub juga berganti manajemen puncak, dengan didepaknya Igli Tare, Geoffrey Moncada, dan Giorgio Furlani sehari setelah musim 2025-26 berakhir. Ini adalah era baru yang penuh harapan sekaligus ketidakpastian bagi Milanisti.
Di lini depan, rekrutan termahal klub, Goncalo Ramos, dipercaya menjadi ujung tombak. Pemain asal Portugal itu akan ditemani oleh Mario Gila di lini belakang. Namun, Diego Moreira, yang baru bergabung, kemungkinan belum siap tampil. Sementara itu, Christian Pulisic yang belum pulih sepenuhnya, membuka peluang bagi Alphadjo Cisse, pemain berusia 19 tahun, untuk tampil sejak awal.
Amorim juga melakukan perombakan besar di lini tengah. Luka Modric, yang didatangkan dengan status bebas transfer, diprediksi akan menjadi motor permainan bersama Yunus Musah. Musah, yang sebelumnya dipinjamkan ke Atalanta, kini kembali ke skuad utama dan menjadi bagian penting dari rencana Amorim. Keputusan ini menunjukkan bahwa pelatih asal Portugal tersebut tidak ragu untuk memberikan kepercayaan kepada pemain yang dianggapnya tepat.
Di sisi lain, sejumlah nama besar justru dicoret dari skuad untuk musim ini. Fikayo Tomori, Youssouf Fofana, Christopher Nkunku, dan Santiago Gimenez tidak masuk dalam rencana Amorim. Mereka bahkan tidak diberi nomor punggung untuk musim 2026-27. Ini menjadi sinyal tegas bahwa Amorim ingin membangun tim sesuai visinya, tanpa kompromi dengan pemain yang tidak sesuai skema.
Bagi pengamat sepak bola Italia, keputusan Amorim menepikan Nkunku dan Gimenez terbilang berani, mengingat kedua pemain tersebut memiliki reputasi dan nilai jual tinggi. Namun, Amorim tampaknya ingin membangun tim yang solid secara kolektif, bukan mengandalkan nama besar. Ini sejalan dengan filosofi yang ia terapkan saat menangani Sporting Lisbon, di mana ia berhasil membentuk tim muda yang kompetitif.
Dari sisi taktik, baik Torino maupun Milan diprediksi akan menggunakan formasi 3-4-2-1. Torino akan mengandalkan duet Vlasic dan Casadei di belakang Simeone, sementara Milan akan menempatkan Loftus-Cheek dan Cisse di belakang Ramos. Pertarungan di lini tengah akan menjadi kunci, dengan Modric dan Musah diharapkan mampu mengontrol tempo permainan.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disaksikan karena menyajikan wajah baru AC Milan. Kehadiran Ruben Amorim, yang dikenal dengan pendekatan taktis yang modern, bisa menjadi angin segar bagi klub sebesar Milan. Namun, pertanyaannya, apakah ia mampu membawa Milan kembali ke jalur juara? Atau justru musim ini akan menjadi musim transisi yang berat? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kisah mereka di Serie A.



