Liverpool Bidik Tchouameni, Gelandang Terbaik Dunia yang Bisa Kunci Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Liverpool kembali mengincar Aurelien Tchouameni setelah negosiasi dengan kubu pemain dilaporkan berlangsung pada September lalu.
- Tchouameni dianggap sebagai gelandang bertahan terbaik dunia oleh mantan rekan setimnya, Chema Andres, dengan statistik duel udara dan intersepsi yang superior.
- Rekrutan muda seperti Lamine Camara tetap menjadi opsi, tetapi kebutuhan akan pemain matang membuat Tchouameni lebih mendesak bagi Arne Slot.

Liverpool dilaporkan tengah menjajaki peluang merekrut Aurelien Tchouameni dari Real Madrid pada bursa transfer musim dingin mendatang. Gelandang bertahan asal Prancis itu kembali masuk radar The Reds setelah sebelumnya sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Anfield pada musim panas lalu. Menurut laporan yang beredar, petinggi Liverpool telah mengadakan pembicaraan dengan perwakilan pemain pada September 2026, menandakan keseriusan klub dalam memperkuat lini tengah yang belum tersentuh sejak awal musim.
Kebutuhan akan gelandang bertahan menjadi prioritas utama bagi manajer Arne Slot. Sepanjang jendela transfer musim panas, Liverpool memang mendatangkan Bradley Barcola dengan harga fantastis ยฃ123 juta, serta Victor Munoz dan Ronald Araujo. Namun, sektor gelandang dan bek sayap justru luput dari perhatian. Kondisi ini kontras dengan musim sebelumnya ketika Slot berhasil merekrut Florian Wirtz, Alexander Isak, dan Hugo Ekitike. Kini, manajemen berencana memperbaiki celah tersebut demi menjaga keseimbangan skuad di paruh kedua kompetisi.
Nama Lamine Camara sempat mencuat sebagai alternatif. Gelandang Monaco berusia 22 tahun itu tampil impresif dengan rata-rata 5,2 tekel per pertandingan di Ligue 1 musim ini, menjadikannya salah satu pemain dengan tekel terbanyak di Eropa. Kemampuannya merebut bola juga luar biasa, dengan 9,2 recovery per 90 menit. Meski demikian, statusnya yang masih muda dan sedang dalam proses berkembang memunculkan pertanyaan: apakah Liverpool membutuhkan pemain yang sudah matang atau justru talenta potensial untuk jangka panjang?
Di sinilah Tchouameni menawarkan solusi yang lebih instan. Gelandang berusia 26 tahun itu telah menjadi pilar di lini tengah Real Madrid selama beberapa tahun terakhir. Mantan rekan setimnya, Chema Andres, bahkan menyebutnya sebagai gelandang bertahan terbaik di dunia. Statistik memperkuat klaim tersebut: Tchouameni masuk dalam 6% teratas gelandang di lima liga top Eropa untuk duel udara yang dimenangkan per 90 menit, serta 4% teratas untuk tekel dan intersepsi di antara pemain dengan posisi serupa. Meskipun rata-rata tekelnya hanya 1,5 per 90 menit, hal itu disebabkan dominasi penguasaan bola Madrid yang membuatnya jarang melakukan pertahanan ketat.
Sejak kepergian Fabinho, Liverpool memang kesulitan menemukan sosok pengganti yang sepadan. Ryan Gravenberch sempat menunjukkan performa menjanjikan, tetapi konsistensinya menurun. Alexis Mac Allister juga kerap naik-turun. Kehadiran Tchouameni dianggap dapat mengembalikan stabilitas di depan lini pertahanan, memberikan kebebasan bagi gelandang kreatif seperti Wirtz dan Barcola untuk lebih fokus menyerang.
"Tchouameni adalah gelandang bertahan terbaik di dunia saat ini," ujar Chema Andres, mantan rekan setim Tchouameni, seperti dikutip dari sumber.
Dari kacamata taktik, Tchouameni menawarkan profil yang lebih lengkap dibanding Camara. Ia mampu membaca permainan, memenangkan duel, dan mendistribusikan bola dengan tenang. Sementara Camara lebih agresif dalam merebut bola, ia masih perlu adaptasi dengan intensitas Premier League. Liverpool yang tengah membangun fondasi permainan dominan membutuhkan pemain yang sudah terbiasa dengan tekanan tinggi dan ekspektasi besar, terutama di kompetisi Eropa.
Bagi penggemar Liverpool di Indonesia, saga transfer ini menjadi tontonan menarik. Klub dengan basis suporter besar di Tanah Air itu kerap menjadi sorotan utama setiap jendela transfer. Jika Tchouameni benar-benar mendarat di Anfield, ia akan menjadi salah satu transfer paling bergengsi dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus menandai keseriusan Liverpool untuk bersaing di puncak klasemen dan Liga Champions. Namun, harga mahal dan persaingan dengan klub-klub besar Eropa lainnya bisa menjadi batu sandungan.
Real Madrid tentu tidak akan melepas Tchouameni dengan mudah. Kontraknya masih panjang, dan ia merupakan bagian penting dari proyek jangka panjang Los Blancos. Liverpool harus menyiapkan tawaran yang sangat menarik, baik dari segi finansial maupun proyek olahraga, untuk meyakinkan pemain dan klub. Jika gagal, Camara bisa menjadi rencana alternatif yang tidak kalah menjanjikan.
Menjelang bursa transfer musim dingin, pertanyaannya kini: apakah Liverpool akan menguras kas demi Tchouameni, atau memilih mengembangkan Camara sebagai investasi masa depan? Keputusan ini akan sangat menentukan arah permainan Arne Slot di sisa musim dan musim-musim berikutnya.



