Bursa Transfer: Juventus Bidik Retegui, Gaji Rp340 Miliar Jadi Batu Sandungan
Baca dalam 60 detik
- Juventus kembali memasukkan nama Mateo Retegui dalam daftar buruan penyerang tengah, tetapi negosiasi diprediksi alot karena gajinya yang mencapai €20 juta per musim.
- Kedatangan Retegui ke Turin hanya akan terwujud jika Jonathan David hengkang, mengingat Bianconeri masih harus menyeimbangkan neraca keuangan.
- Pelatih Luciano Spalletti disebut menjadi faktor kunci dalam upaya mendatangkan pemain Timnas Italia tersebut, meski skema pinjaman menjadi opsi paling realistis.

Luciano Spalletti belum menyerah menambah amunisi lini depan sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Kabar terbaru dari Italia menyebutkan, penyerang Timnas Italia Mateo Retegui kembali masuk dalam radar Juventus, meski negosiasi diprediksi berliku lantaran gajinya yang selangit.
Juventus sejatinya sudah mendatangkan dua penyerang baru, Randal Kolo Muani dan Jeff Ekhator. Namun, kepergian Dusan Vlahovic secara gratis serta dipinjamkannya Lois Openda membuat kedalaman skuad di posisi ujung tombak masih timpang. Nama-nama seperti Joshua Zirkzee (Manchester United) dan Alexander Sorloth (Atletico Madrid) juga sempat dikaitkan, tetapi Retegui muncul sebagai opsi yang menarik karena sudah terbukti di Serie A.
Menurut laporan Tuttosport, Rabu (28/8), nama Retegui kembali mengemuka dalam diskusi internal klub. Pemain berusia 25 tahun itu bukan wajah asing bagi Spalletti, yang pernah memberinya kepercayaan di tim nasional. Lebih dari itu, direktur olahraga Juventus, Marco Ottolini, punya kenangan manis: dialah yang membawa Retegui ke Genoa pada 2023, sebelum sang pemain bersinar dan pindah ke Atalanta.
Namun, ada ganjalan besar: gaji Retegui di klubnya saat ini, Al-Qadsiah, mencapai €20 juta per musim—angka yang fantastis dan bisa mengganggu struktur upah Juventus. Kontraknya di Arab Saudi masih tersisa dua tahun, setelah ia diboyong dari Atalanta dengan mahar €65 juta musim panas lalu. Karena itu, skema pinjaman menjadi jalan keluar yang paling mungkin, asalkan Retegui bersedia memangkas pendapatan atau Al-Qadsiah ikut menanggung sebagian gajinya.
Kendala lain adalah status Jonathan David. Penyerang asal Kanada itu diyakini akan hengkang sebelum bursa ditutup, dan kepergiannya menjadi prasyarat bagi Juventus untuk merekrut striker baru. Tanpa penjualan David, ruang gerak keuangan Bianconeri tetap sempit.
Bagi pengamat sepak bola Italia, ketertarikan Juventus pada Retegui bukan sekadar isu teknis, melainkan juga sinyal perubahan strategi. Klub yang identik dengan pembelian mahal kini lebih berhati-hati, mencoba memanfaatkan peluang pinjaman dan pemain bebas transfer. Jika berhasil, ini bisa menjadi model baru bagi klub-klub Eropa yang ingin tetap kompetitif tanpa melanggar aturan Financial Fair Play.
Di Indonesia, kabar ini relevan bagi penggemar Serie A yang kerap mengikuti pergerakan pemain Timnas Italia. Retegui, yang berdarah Argentina, telah menjadi idola baru di Italia sejak dinaturalisasi. Ketertarikannya kembali ke Serie A bisa meningkatkan daya tarik liga, yang juga memiliki basis penggemar besar di Tanah Air.
Namun, pertanyaan besarnya: akankah Retegui rela dipinjamkan dan menerima pemotongan gaji? Dan apakah Juventus benar-benar serius atau hanya sekadar isyarat untuk menekan klub lain? Hingga bursa ditutup, semua masih mungkin terjadi.



