Allegri Puji De Bruyne: 'Pemain Istimewa yang Jarang Ada' Usai Bawa Napoli Taklukkan Genoa
Baca dalam 60 detik
- De Bruyne menjadi pembeda kemenangan 2-0 Napoli atas Genoa dengan satu gol dan satu assist setelah masuk sebagai pemain pengganti.
- Allegri mengakui masih dalam tahap adaptasi dan belum hafal betul karakter semua pemain, sehingga keputusan rotasi sempat diwarnai keraguan.
- Pelatih asal Italia itu menegaskan De Bruyne memiliki visi dan determinasi langka yang sulit dicari tandingannya di sepak bola Eropa saat ini.

Max Allegri langsung memberikan pujian setinggi langit kepada Kevin De Bruyne setelah gelandang Belgia itu menjadi arsitek kemenangan 2-0 Napoli atas Genoa di Stadio Luigi Ferraris, Sabtu (17/8) malam WIB. De Bruyne, yang baru bergabung pada bursa transfer musim panas ini, mencetak gol pembuka dan assist untuk gol kedua, membuktikan kualitasnya sebagai pembeda di laga perdananya bersama Partenopei.
Pertandingan berjalan ketat di babak pertama. Napoli kesulitan membongkar pertahanan Genoa yang tampil disiplin, bahkan beberapa kali melakukan kesalahan fatal saat membangun serangan dari belakang. Namun, segalanya berubah drastis setelah Allegri memasukkan De Bruyne, Antonio Vergara, dan Noa Lang pada babak kedua. Trio pengganti ini langsung mengubah ritme permainan dan membuat lini belakang Genoa kewalahan.
Gol pembuka De Bruyne tercipta setelah ia berhasil merebut bola dari bek Genoa, Johan Vasquez, dengan kekuatan fisiknya yang impresif. Ia kemudian melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper lawan. Tak lama berselang, umpan terobosannya yang cerdik berhasil dikonversi menjadi gol oleh Vergara melalui serangan balik cepat. Dua gol dalam waktu singkat itu memastikan tiga poin bagi Napoli di laga pembuka Serie A.
Allegri, yang baru menangani Napoli selama enam pekan, mengakui bahwa laga pertama selalu menjadi momen yang penuh kejutan. โSaya belum mengenal betul karakter setiap pemain, jadi ada sedikit keraguan dalam menentukan pemain pengganti. Namun, mereka tampil sangat baik. Genoa bermain bagus di 25-30 menit awal, kami banyak melakukan kesalahan. Seiring berjalannya waktu, kami bisa mengambil kendali permainan,โ ujarnya kepada Sky Sport Italia.
Soal kondisi fisik pemain yang sempat dipertanyakan, Allegri menilai hal tersebut wajar terjadi di awal musim. โPemain dengan postur tubuh kuat biasanya butuh waktu lebih lama untuk mencapai kebugaran puncak. Kami butuh semua pemain saat berlaga di Liga Champions, dan pergantian pemain menjadi kunci di level ini,โ jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya organisasi permainan dan meminimalisir kesalahan di fase awal musim.
Kemenangan ini juga memunculkan pertanyaan menarik: akankah Allegri memainkan De Bruyne, Scott McTominay, Andre-Frank Zambo Anguissa, dan Stanislav Lobotka secara bersamaan di lini tengah? Dengan bercanda, Allegri menjawab, โKami tinggal mengeluarkan satu pemain sayap dan kami akan punya ruang.โ
Pujian khusus disampaikan Allegri untuk De Bruyne. โDia pemain yang luar biasa, dia melakukan hal-hal yang berbeda dari pemain lain. Determinasi yang dia tunjukkan saat mencetak gol, dia melihat hal yang tidak bisa dilihat pemain lain. Hanya ada sedikit pemain seperti dia di dunia,โ tuturnya. Genoa sendiri sempat memprotes gol pertama karena menilai De Bruyne melakukan dorongan kepada Vasquez, namun wasit tetap mengesahkannya.
Dibandingkan era Antonio Conte yang lebih mengedepankan penguasaan bola, Allegri dianggap lebih pragmatis. Namun, pelatih asal Livorno itu melihat potensi besar untuk mengembangkan permainan penguasaan bola di skuadnya. โKami punya pemain yang memiliki DNA passing, tapi ini baru awal. Terkadang kami kurang sabar dalam membangun serangan. Saat unggul 2-0, kami justru terlalu bertahan dan tidak berani maju. Kami perlu membalikkan tren itu,โ pungkasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa De Bruyne ini menjadi pengingat bahwa kualitas individu masih menjadi faktor penentu di kompetisi seketat Serie A. Kehadirannya di Napoli tidak hanya meningkatkan daya saing tim di domestik, tetapi juga menambah warna persaingan di Liga Champions musim ini. Akankah Allegri mampu memaksimalkan potensi De Bruyne dan membawa Napoli meraih scudetto? Musim baru ini akan menjadi jawabannya.



