De Bruyne Bangkit dari Mimpi Buruk Cedera: Target Musim Bersih dan Nikmati Sepak Bola di Napoli
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Belgia itu mencetak gol dan assist pada debut Serie A musim ini, menandai awal baru setelah operasi paha yang membuatnya absen lima bulan.
- Kepindahan gratis dari Manchester City ke Napoli pada 2025 dipicu oleh catatan cedera yang membuat klub Inggris enggan memperpanjang kontrak.
- De Bruyne berharap musim ini bebas cedera dan bisa kembali menikmati permainan, sementara Napoli menargetkan perbaikan dari posisi runner-up musim lalu.

Kevin De Bruyne mengawali musim Serie A 2025/2026 dengan cara yang sempurna. Masuk sebagai pemain pengganti, ia langsung mencetak gol dan memberikan assist dalam kemenangan 2-0 Napoli atas Genoa. Bagi gelandang Belgia berusia 34 tahun ini, momen itu bukan sekadar torehan statistik, melainkan simbol perlawanan terhadap rentetan cedera yang menghantuinya selama tiga tahun terakhir.
Sejak bergabung dengan Napoli sebagai agen bebas pada musim panas 2025, De Bruyne hanya mampu menunjukkan kilatan kelasnya secara sporadis. Cedera paha parah yang membutuhkan operasi membuatnya absen lima bulan, dan ia sempat mengungkapkan frustrasinya terhadap pendekatan taktis Antonio Conte, pelatih yang kemudian digantikan oleh Max Allegri. Kini, di bawah arahan Allegri, De Bruyne mendapat kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa ia masih layak diperhitungkan di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, De Bruyne mengakui bahwa musim lalu adalah periode yang sulit. "Musim lalu berat, menjalani operasi seperti itu dan absen lima bulan. Saya pikir saya memulai dengan baik, tetapi sangat sulit kembali pada bulan Maret ketika semua orang berada dalam performa terbaik," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa ia baru bergabung dengan skuad dua minggu sebelum laga pembuka karena jadwal Piala Dunia, sehingga adaptasinya masih berlangsung.
Keputusan Manchester City untuk tidak memperpanjang kontrak De Bruyne pada 2025 memang didasari oleh catatan kesehatannya yang buruk. Selama tiga tahun terakhir, ia menjalani dua operasi besar dan satu operasi hernia. Namun, De Bruyne menegaskan bahwa ia tetap termotivasi: "Saya sudah bermain 18 tahun, dan tiga tahun terakhir memang sulit. Saya berusaha bekerja keras dan membantu tim, dan mereka juga akan membantu saya."
Bagi Napoli, kehadiran De Bruyne yang sehat adalah aset berharga. Musim lalu, tim asuhan Allegri finis di posisi kedua, sebuah pencapaian yang dianggap cukup baik namun masih menyisakan rasa haus akan gelar. "Kami berharap bisa lebih baik musim ini," kata De Bruyne, mengisyaratkan ambisi Napoli untuk bersaing di puncak klasemen.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perjalanan De Bruyne adalah pengingat bahwa pemain top pun tidak kebal terhadap cedera. Namun, ketangguhan mentalnya menjadi inspirasi, terutama bagi para pemain muda yang bercita-cita berkarier di Eropa. Selain itu, performa De Bruyne di Serie A akan selalu dinantikan, mengingat banyaknya penggemar liga Italia di tanah air.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah De Bruyne menjaga konsistensi sepanjang musim? Dengan usia yang tidak lagi muda, setiap laga akan menjadi ujian. Namun, jika ia mampu tetap fit, Napoli memiliki senjata rahasia yang bisa membawa mereka meraih scudetto. Akankah musim ini menjadi musim kebangkitan De Bruyne? Kita tunggu saja.



