Robertson Cetak 100 Caps, Incar Rekor Dalglish di Timnas Skotlandia
Baca dalam 60 detik
- Andy Robertson menorehkan caps ke-100 untuk Skotlandia, tonggak yang hanya diraih segelintir pemain.
- Bek Liverpool itu berpeluang melampaui Kenny Dalglish sebagai pemain dengan caps terbanyak pada akhir tahun.
- Pemain berusia 31 tahun itu mengaku berusaha lebih menikmati pencapaiannya setelah bertahun-tahun mengejar target tersebut.

Andy Robertson resmi mengukir sejarah bersama tim nasional Skotlandia setelah mencatatkan penampilan ke-100 dalam pertandingan yang berlangsung Jumat malam waktu setempat. Bek kiri Liverpool itu menjadi pemain pria kedua yang mencapai tonggak tersebut, sebuah pencapaian yang ia sebut sebagai momen istimewa dalam kariernya.
Dalam wawancara usai laga, Robertson mengungkapkan bahwa dirinya telah lama memburu caps ke-100. "Rasanya luar biasa. Mencapai angka 100 adalah hal yang sangat spesial. Saya seperti mengejar ini selamanya," ujarnya. Ia menambahkan bahwa begitu mendekati target, keinginannya untuk segera melewatinya semakin besar. "Seratus caps untuk negara Anda itu luar biasa. Tidak banyak orang yang bisa mencapai itu, dan saya tahu betapa beruntungnya saya."
Pemain berusia 31 tahun itu kini berada di jalur untuk melampaui Kenny Dalglish sebagai pemain dengan caps terbanyak untuk Skotlandia. Dalglish, legenda Liverpool dan Skotlandia, mencatatkan 102 penampilan sebelum pensiun dari tim nasional. Dengan dua caps lagi, Robertson akan menyamai rekor tersebut, dan satu tambahan akan membuatnya menjadi yang teratas.
Robertson mengaku sadar bahwa rekor tersebut bisa segera terwujud. "Semoga saya bisa [melampaui Dalglish] karena saya ingin terus bermain dan mengenakan jersey Skotlandia selama bertahun-tahun ke depan, yang tentu saja berarti saya berharap bisa mengambil alih posisi Kenny," katanya. "Tapi saya baru pemain pria kedua yang mencapai 100 caps dan saya harus menikmatinya."
"Saya pikir kami para pesepak bola agak bersalah karena tidak menikmati dan tidak menyadari apa yang telah dicapai. Jadi saya berusaha secara sadar untuk menikmatinya. Saya tahu apa yang telah saya capai untuk saya dan keluarga, dan itu malam yang sangat spesial bagi kami."
Setelah pertandingan, Robertson menerima banyak pesan dari mantan pemain, pelatih, dan anggota keluarga. Ia mengaku akan membalasnya secara perlahan. "Saya mendapat banyak pesan, lebih banyak dari biasanya. Banyak mantan pemain, banyak pelatih, banyak anggota keluarga, dan sebagainya. Sangat menyenangkan bisa berada di telepon, dan saya akan mulai membalasnya perlahan-lahan," ujarnya.
Pencapaian Robertson ini menegaskan konsistensinya di level internasional. Meski performanya di klub sempat menurun dalam beberapa musim terakhir, ia tetap menjadi pilar penting bagi Skotlandia. Dengan usia yang masih 31 tahun, ia berpotensi menambah caps dalam beberapa tahun ke depan, terutama jika Skotlandia terus lolos ke turnamen besar.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Robertson bisa menjadi cermin tentang pentingnya dedikasi jangka panjang di tim nasional. Pemain seperti Jordan Henderson atau bahkan legenda Indonesia seperti Bambang Pamungkas menunjukkan bahwa loyalitas dan konsistensi di level internasional adalah prestasi yang langka. Di tengah sepak bola modern yang sering kali terjebak pada transfer dan komersialisasi, tonggak seperti ini mengingatkan bahwa membela negara tetap menjadi kehormatan tertinggi.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Robertson dapat melampaui rekor Dalglish sebelum akhir tahun ini. Dengan jadwal pertandingan Skotlandia yang masih menyisakan beberapa laga kualifikasi, peluang itu terbuka lebar. Jika ia berhasil, namanya akan tercatat sebagai pemain dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Skotlandia, sebuah warisan yang akan dikenang lama.



