GOTY 2026: Pertarungan Ketat Game Skor 85-an di Metacritic
Baca dalam 60 detik
- Tahun 2026 mencatat lonjakan game berkualitas dengan skor Metacritic 83-87, dijuluki '85 Club', namun hanya tiga judul yang tembus 90+.
- Dengan slot nominasi GOTY yang terbatas, persaingan antar game seperti 007 First Light dan Control Resonant semakin sengit.
- Industri game global menghadapi tantangan dalam menentukan standar kualitas, sementara pasar Indonesia terus tumbuh dengan basis penggemar setia.

Industri game global pada 2026 diwarnai oleh fenomena unik: puluhan judul blockbuster meraih skor review di kisaran 83 hingga 87 di Metacritic, tetapi hanya tiga game baru yang berhasil menembus rating 90+. Kondisi ini memunculkan istilah '85 Club' untuk menggambarkan gelombang game berkualitas solid namun kurang mendapatkan pengakuan kritis yang biasanya disyaratkan untuk nominasi Game of the Year (GOTY) di The Game Awards.
Menurut analisis Polygon, tahun ini tidak menghasilkan game yang langsung dinobatkan sebagai klasik modern seperti Clair Obscur atau Baldur's Gate 3. Meski demikian, sejumlah besar game tetap layak dimainkan, termasuk 007 First Light, Gears of War: E-Day, Star Wars: Zero Company, Pragmata, Saros, Onimusha: Way of the Sword, Nioh 3, Control Resonant, dan The Blood of Dawnwalker. Semuanya memiliki nilai produksi tinggi dan narasi kuat, namun skor Metacritic mereka berada di bawah ambang batas yang biasanya menarik perhatian nominasi GOTY.
Dari perspektif pundit, penentuan nominasi GOTY menjadi teka-teki sulit karena kualitas game-game tersebut sangat berdekatan. Jika GTA 6 dan remake The Legend of Zelda: Ocarina of Time dipastikan mendapat review positif dan nominasi otomatis, serta Resident Evil Requiem dan Fire Emblem: Fortune's Weave sudah terkunci, maka tersisa dua slot. Namun, jika Big Walk—game indie yang tampil kuat di Golden Joystick Awards—mengambil satu slot, hanya tersisa satu tempat untuk diperebutkan.
Beberapa game seperti Nioh 3 yang dirilis Februari lalu mulai terlupakan, sementara Saros dianggap terlalu niche. Star Wars: Zero Company, meski bergenre strategi, memiliki dukungan kritikus yang kuat dan bisa menjadi kuda hitam. The Blood of Dawnwalker dan Control Resonant paling menyerupai nominasi GOTY, tetapi skor 83 mereka dianggap terlalu rendah; jarang ada game dengan skor di bawah 83 yang dinominasikan, meski Control pertama berhasil dengan skor 82. Di sisi lain, 007 First Light memiliki skor 87, tetapi sebagai game lisensi yang rilis paruh pertama tahun, ia harus berjuang keras untuk tetap relevan.
"Kualitas game-game ini sangat berdekatan, seperti selembar kertas rokok yang memisahkan mereka," tulis Polygon dalam analisisnya.
Fenomena ini juga menyoroti dinamika industri game yang semakin kompetitif. Di Indonesia, pasar game terus tumbuh dengan basis penggemar yang besar, terutama untuk judul-judul seperti Gears of War dan Star Wars. Meski tidak ada game lokal yang masuk dalam '85 Club', antusiasme terhadap game internasional tetap tinggi, tercermin dari penjualan dan diskusi di komunitas online. Peluncuran game-game ini juga berdampak pada ekosistem e-sports dan konten kreator di tanah air, yang sering menjadikan review Metacritic sebagai acuan.
Ke depan, Phantom Blade Zero berpotensi bergabung dengan '85 Club' akhir bulan ini, bahkan mungkin melampaui skor tersebut. Sementara itu, Crimson Desert dan Pokémon Pokopia tetap menjadi wildcard yang bisa mengubah peta nominasi. Pertanyaannya, apakah The Game Awards akan memberi ruang bagi game-game berkualitas menengah ini, atau tetap berpegang pada standar skor tinggi? Yang jelas, seperti kata Polygon, nominasi GOTY dan Metascore bukanlah segalanya—Fallout: New Vegas dengan skor 84 justru dikenang sebagai salah satu game Fallout terbaik.



