Verstappen Perpanjang Kontrak di Red Bull hingga 2030, Hentikan Spekulasi Pindah
Baca dalam 60 detik
- Max Verstappen menandatangani perpanjangan kontrak dengan Red Bull hingga akhir 2030, meredam rumor kepindahan ke tim lain.
- Kesepakatan ini diumumkan di tengah musim yang sulit bagi Red Bull, dengan Verstappen baru meraih dua kali finis kedua.
- Kontrak baru tetap memuat klausul yang memungkinkan Verstappen hengkang jika performa tim tidak membaik, sebuah praktik umum di F1.

Max Verstappen, juara dunia Formula 1 empat kali, resmi memperpanjang kontraknya dengan Red Bull hingga akhir musim 2030. Keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan pembalap asal Belanda tersebut, yang sebelumnya dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Mercedes atau McLaren.
Kontrak baru ini menggantikan kesepakatan sebelumnya yang berlaku hingga 2028, namun memuat klausul yang memungkinkan Verstappen pergi lebih awal jika performa tim tidak sesuai harapan. Pengumuman ini datang di tengah musim yang penuh tantangan bagi Red Bull, yang kesulitan beradaptasi dengan regulasi baru mobil dan mesin yang diperkenalkan tahun ini. Verstappen sendiri baru mencatatkan dua kali finis kedua, di Grand Prix Austria dan Hungaria, sebagai hasil terbaiknya musim ini.
Keputusan Verstappen untuk bertahan di Red Bull menunjukkan loyalitasnya kepada tim yang telah membesarkan namanya sejak debut di F1 pada 2015. Ia memulai karier di tim junior Red Bull, Toro Rosso, sebelum dipromosikan ke tim utama pada 2016 dan langsung meraih kemenangan pertamanya. Hingga kini, Verstappen telah mengoleksi 71 kemenangan Grand Prix dan empat gelar juara dunia, menempatkannya di posisi ketiga daftar pembalap dengan kemenangan terbanyak sepanjang masa, di belakang Lewis Hamilton dan Michael Schumacher.
Meski demikian, musim ini Red Bull menghadapi penurunan performa yang signifikan. Verstappen beberapa kali mengungkapkan frustrasinya, namun akhirnya memilih untuk bertahan. Keputusan ini juga diambil meskipun insinyur balap kepercayaannya, Gianpiero Lambiase, telah menandatangani kontrak dengan McLaren mulai 2028. Dalam pernyataannya, Verstappen memuji kerja sama dengan kepala tim Laurent Mekies, yang mengambil alih posisi Christian Horner pada Juli lalu setelah periode penuh gejolak selama 18 bulan.
"Saya selalu mengatakan bahwa tim ini seperti keluarga kedua bagi saya," ujar Verstappen. "Kami memiliki orang-orang terbaik dan saya sangat antusias untuk terus bekerja sama dengan semua orang untuk kembali ke puncak. Ini tetap menjadi tujuan utama yang kami semua kejar." Mekies, di sisi lain, menyambut baik keputusan ini. "Mempertahankan pembalap terbaik di grid adalah kabar fantastis. Hubungan ini telah terbukti menjadi salah satu kisah sukses terbesar di Formula 1, dan kami belum selesai. Masih ada balapan untuk dimenangkan, pencapaian untuk diukir, dan sejarah untuk ditulis," katanya.
Pengumuman perpanjangan kontrak ini bertepatan dengan Grand Prix Belanda di Zandvoort, yang akan menjadi balapan kandang terakhir Verstappen sebelum sirkuit tersebut dihapus dari kalender F1. Bagi penggemar F1 di Indonesia, keputusan Verstappen ini memastikan bahwa persaingan di puncak klasemen akan tetap menarik, dengan Red Bull yang berusaha bangkit dari keterpurukan. Meski demikian, tantangan besar menanti: Red Bull harus segera menemukan performa terbaiknya jika ingin bersaing dengan McLaren dan tim-tim lain yang semakin kompetitif. Pertanyaannya, mampukah mereka memenuhi ekspektasi Verstappen dalam beberapa musim ke depan?



