Guy Ritchie's The Covenant Kini Gratis di YouTube: Thriller Perang Tanpa Gaya Khas Ritchie yang Justru Memikat
Baca dalam 60 detik
- Film Guy Ritchie's The Covenant resmi dapat ditonton gratis dengan iklan di YouTube, tiga tahun setelah debutnya di bioskop pada 2023.
- Berbeda dari karya Ritchie lainnya, film ini mengandalkan kedalaman karakter dan hubungan dua pria, bukan aksi penuh gaya atau gangster London.
- Dengan skor audiens 98% di Rotten Tomatoes, film ini berpotensi menemukan penonton baru di platform streaming dan menjadi tontonan alternatif bagi penggemar thriller perang.

Film Guy Ritchie's The Covenant resmi tersedia untuk ditonton secara gratis dengan dukungan iklan di YouTube, tiga tahun setelah dirilis di bioskop pada 2023. Keputusan ini membuka akses lebih luas bagi penonton yang melewatkan penayangan perdananya, sekaligus menghidupkan kembali salah satu karya paling dipuji dalam karier sutradara Guy Ritchie.
Berbeda dari citra Ritchie yang lekat dengan gangster London bertutur cepat atau aksi blockbuster seperti Sherlock Holmes, The Covenant tampil sebagai thriller perang yang sederhana dan bertumpu pada relasi dua manusia. Jake Gyllenhaal memerankan Sersan John Kinley, tentara Amerika yang bertugas di Afghanistan, sementara Dar Salim berperan sebagai Ahmed Abdullah, penerjemah lokal yang direkrut untuk mendampingi unit Kinley. Kisahnya diinspirasi oleh peristiwa nyata dan dinamika penerjemah Afghanistan yang bekerja bersama militer AS.
Ketika unit mereka diserang Taliban, Abdullah—mantan pejuang Taliban yang membelot—menyelamatkan Kinley dan regunya dari kematian. Narasi kemudian bergeser ke upaya Kinley melacak keberadaan Abdullah dan keluarganya untuk dibawa ke Amerika Serikat. Alih-alih membangun pahlawan aksi yang tak terkalahkan, film ini lebih tertarik mengeksplorasi utang budi dan tanggung jawab moral antarindividu.
Pendekatan ini menjadikan The Covenant sebagai anomali dalam filmografi Ritchie. Tidak ada lelucon sinis atau gaya kamera yang mencolok; Ritchie membiarkan cerita dan hubungan Kinley-Ahmed mengemudi. Gyllenhaal membawa intensitas yang ia tunjukkan di Nightcrawler atau Donnie Darko, tetapi Salim tampil setara, menciptakan chemistry yang membuat film terasa hidup.
"Ini adalah salah satu momen langka di Hollywood ketika seorang sutradara lebih mengutamakan kedalaman karakter daripada orisinalitas naratif," demikian penilaian yang beredar di kalangan kritikus.
Bagi Ritchie, yang selama puluhan tahun dikenal lewat Lock, Stock and Two Smoking Barrels dan Snatch, The Covenant menunjukkan sisi yang lebih terkendali. Meski tetap ada baku tembak dan ledakan, tidak ada banyak sentuhan khas yang mengingatkan penonton pada gaya sang sutradara. Hasilnya, film ini justru menuai pujian luas dan skor audiens 98% di Rotten Tomatoes.
Keputusan YouTube menghadirkan film ini secara gratis juga menandai pergeseran lanskap distribusi film. Platform video berbagi iklan semakin agresif menawarkan konten berkualitas untuk menyaingi layanan berlangganan. Bagi penonton Indonesia, ini menjadi kesempatan menonton film berkualitas tanpa biaya tambahan, meski harus menerima iklan. Apalagi, tema penerjemah lokal yang berjasa bagi tentara asing bisa menggugah refleksi tentang pengorbanan dan kesetiaan.
Ke depan, apakah model streaming gratis dengan iklan akan menjadi jalur utama bagi film-film yang kurang beruntung di box office? Atau justru sebaliknya, film seperti The Covenant akan tetap dianggap sebagai karya yang layak diputar di bioskop? Yang jelas, penonton kini punya kesempatan menilai sendiri mengapa film ini disebut sebagai salah satu karya terbaik Ritchie dalam satu dekade terakhir.



