Fire Emblem: Fortune's Weave Akhiri Cerita dengan Sothis dan Sinyal Sekuel Prequel
Baca dalam 60 detik
- Fire Emblem: Fortune's Weave menutup cerita dengan adegan pasca-kredit yang menampilkan dialog Sothis dan Balor, mengisyaratkan kelanjutan kisah asal-usul dewa leluhur.
- Analisis menunjukkan bahwa game ini sengaja membangun fondasi untuk ekspansi cerita, termasuk kemungkinan Sothis mendapatkan tubuh fisiknya kembali.
- Penggemar menantikan apakah Intelligent Systems akan merilis DLC atau sekuel prekuel yang mengungkap misteri masa lalu Sothis.

Fire Emblem: Fortune's Weave, game terbaru dari Intelligent Systems, meninggalkan sejumlah pertanyaan besar setelah kredit penutup bergulir. Adegan pasca-kredit menampilkan percakapan antara Sothis dan Balor, yang mengindikasikan bahwa kisah asal-usul dewa leluhur itu belum selesai. Bagi pemain yang telah menamatkan game, adegan ini menjadi petunjuk kuat bahwa pengembangan cerita selanjutnya sedang dipersiapkan.
Dalam wawancara Ask the Developer, terungkap bahwa empat rute cerita dipangkas selama pengembangan. Keputusan ini memunculkan spekulasi bahwa konten yang hilang akan dihadirkan sebagai DLC atau bahkan game terpisah. Fortune's Weave sendiri dapat melampaui 150 jam permainan, namun tetap menyisakan celah naratif yang mengundang tanya.
Sothis, yang pertama kali muncul dalam Fire Emblem: Three Houses (2019), dikenal sebagai karakter terkuat dan paling misterius. Meskipun berasal dari luar angkasa, latar belakang kepergiannya dari "Blue Sea star" dan alasan kedatangannya ke dunia Fire Emblem masih belum dijelaskan. Dalam Three Houses, ia kehilangan wujud material dan hidup di dalam Byleth. Fortune's Weave mengambil latar sebelum peristiwa itu, menampilkan Sothis dalam keadaan tertidur namun tetap menjadi kekuatan yang mampu menghapus peradaban.
Bab 7 dari Part 1 yang berfokus pada Theodora memberikan petunjuk visual penting. Dalam mimpi Theodora, Balor dan Dagda bertarung dalam wujud naga di kota modern yang hancur. Balor kemudian dihadang oleh Sothis dalam bentuk humanoid, tetapi serangan api yang dilancarkannya mengenai makhluk raksasa—wujud asli Sothis. Adegan ini tidak hanya memperlihatkan bentuk sejatinya, tetapi juga menegaskan bahwa Sothis bukan sekadar naga biasa, melainkan entitas kosmik yang skalanya menyerupai makhluk dalam seri Xenoblade Chronicles.
"Sothis memiliki belas kasih seorang ibu, dan hukuman untuk Balor adalah 'tenggelam dalam cinta Ibu—kedalaman yang lebih luas dari samudra mana pun.'"
Dalam arc ketiga, "The Salvation Arc", para pahlawan bertarung melawan Balor di kedalaman dunia bawah. Fortuna mengungkapkan bahwa dunia bawah akan lenyap bersama Balor, namun Balor telah menciptakan pilar tambahan untuk mempertahankan dimensi tersebut sebagai tempat material. Tujuan sebenarnya Balor adalah menggunakan dunia bawah sebagai wadah baru bagi jiwanya, agar dapat menantang Sothis lagi. Hal ini membuka kemungkinan bahwa wadah sekuat tubuh asli Sothis dapat diciptakan dan jiwa dipindahkan ke dalamnya.
Dalam Fortune's Weave dan Three Houses, Sothis terbukti mampu menghuni tubuh lain, baik dengan mengambil alih identitas simulacrum seperti Fortuna, maupun hidup berdampingan dengan jiwa lain seperti pada Byleth. Jika Sothis mampu merancang rencana serupa Balor—tanpa pembantaian massal—dan menciptakan simulacrum setara dewa, ia bisa mendapatkan tubuh fisiknya sendiri dan kembali berhadapan dengan dewa dunia bawah.
Kemungkinan sekuel pasca-Three Houses tampaknya lebih kecil dibandingkan prekuel, seperti yang diisyaratkan adegan pasca-kredit. Terlepas dari itu, Fortune's Weave telah membuka jalan bagi lebih banyak cerita tentang Sothis. Para penggemar kini menantikan langkah Intelligent Systems berikutnya: apakah mereka akan merilis DLC yang mengungkap masa lalu Sothis, atau justru mengembangkan game baru yang sepenuhnya berfokus pada asal-usul dewa leluhur tersebut?



