Sabalenka Gagal Pertahankan Gelar di Cincinnati, Posisi Nomor Satu Terancam
Baca dalam 60 detik
- Petenis Belarusia Aryna Sabalenka kembali menelan kekalahan mengejutkan, kali ini dari Sara Bejlek di babak keempat Cincinnati Open.
- Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Sabalenka sejak Maret, dengan hanya satu semifinal yang berhasil ia capai.
- Elena Rybakina berpotensi mengambil alih posisi nomor satu dunia jika melaju ke final Cincinnati, menambah tekanan pada Sabalenka menjelang US Open.

Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, kembali menuai hasil buruk dalam persiapannya menuju US Open. Unggulan teratas asal Belarusia itu takluk dari petenis muda Ceko, Sara Bejlek, di babak keempat Cincinnati Open dengan skor 6-7 (7-9) 4-6. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Sabalenka yang berambisi mempertahankan gelar di Flushing Meadows.
Jalannya pertandingan sungguh dramatis. Sabalenka sempat unggul 5-1 pada tiebreak set pertama dan 4-1 di set kedua, namun Bejlek mampu bangkit dan memenangkan kedua set tersebut. Ini adalah kemenangan pertama Bejlek atas pemain top-10 dunia, sekaligus membawanya lolos ke perempat final turnamen WTA 1000 pertamanya.
Kekalahan ini menambah rentetan hasil buruk Sabalenka sejak memenangkan Sunshine Double di Indian Wells dan Miami pada Maret. Sejak saat itu, ia hanya mencapai satu semifinal, yang akhirnya kalah dari Jessica Pegula di Berlin. Tren negatif ini tentu menjadi kekhawatiran besar menjelang US Open yang akan dimulai pada 30 Agustus mendatang.
Lebih jauh, posisi Sabalenka sebagai petenis nomor satu dunia kini terancam. Elena Rybakina, yang masih bertahan di Cincinnati, bisa menggusurnya jika berhasil melaju ke final. Situasi ini menambah tekanan bagi Sabalenka yang juga berusaha menjadi petenis wanita pertama sejak Serena Williams pada 2014 yang mampu memenangkan tiga gelar US Open beruntun.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar dalam karier Bejlek. Petenis peringkat 35 dunia itu mengaku tidak bisa berkata-kata. "Saya hanya terus percaya dan itu adalah kuncinya hari ini," ujarnya. "Dia bermain luar biasa, tapi saya terus percaya dan berjuang. Saya hanya mencoba yang terbaik." Bejlek selanjutnya akan menghadapi mantan juara Australian Open, Madison Keys, di perempat final.
Di sektor putra, terjadi kejutan lain. Petenis Amerika, Tommy Paul, berhasil mengalahkan unggulan teratas Alexander Zverev setelah menyelamatkan match point. Paul menang 4-6, 7-6 (8-6), 6-4 dalam pertandingan yang sempat tertunda 90 menit karena hujan. Zverev, yang merupakan juara Prancis Terbuka, gagal memanfaatkan keunggulannya dan akhirnya tersingkir. Paul akan berhadapan dengan Flavio Cobolli dari Italia di perempat final.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, hasil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di puncak tenis dunia. Sabalenka, yang dikenal dengan permainan agresifnya, kini harus berbenah jika ingin bersaing di US Open. Sementara itu, kemenangan Bejlek menjadi inspirasi bahwa peringkat bukanlah segalanya di lapangan.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Sabalenka bangkit dari keterpurukan ini dan mempertahankan gelarnya di New York? Atau akankah era baru tenis wanita dimulai, dengan Bejlek dan generasi mudanya siap mengguncang panggung besar?



