Duet Legendaris: Serena Williams dan Carlos Alcaraz Siap Guncang Ganda Campuran AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Serena Williams kembali beraksi di US Open dengan berpasangan bersama Carlos Alcaraz di nomor ganda campuran, menciptakan salah satu kolaborasi paling dinanti tahun ini.
- Format baru turnamen yang diperkenalkan tahun lalu menuai kritik dari spesialis ganda, namun tetap berjalan dengan hadiah utama $1 juta bagi pasangan juara.
- Pasangan unggulan seperti Sabalenka-Djokovic dan Swiatek-Ruud turut meramaikan persaingan, menjanjikan turnamen yang spektakuler di New York.

Serena Williams, legenda tenis dengan 23 gelar Grand Slam tunggal, akan berduet dengan petenis muda Spanyol Carlos Alcaraz pada nomor ganda campuran di US Open pekan ini. Langkah ini langsung menyedot perhatian publik tenis dunia, mengingat Williams baru saja kembali ke lapangan setelah empat tahun vakum dan Alcaraz tengah dalam performa puncak.
Williams, yang memutuskan "berevolusi menjauh" dari tenis pada 2022, telah memainkan tiga pertandingan ganda sejak comeback-nya di bulan Juni. Namun, ia belum menunjukkan performa terbaiknya; di Wimbledon, ia kalah di babak pertama tunggal dari Maya Joint, dan di Cincinnati Open, ia bersama kakaknya Venus Williams takluk di babak pertama ganda. Cedera lutut yang dialaminya di Wimbledon juga sempat membuatnya absen beberapa pekan.
Kini, Williams dan Alcaraz, yang total mengoleksi 44 gelar Grand Slam (tunggal dan ganda), mendapat wildcard untuk masuk undian utama. Mereka menjadi salah satu dari delapan pasangan yang menerima wildcard, sementara enam pasangan dengan peringkat gabungan terbaik langsung lolos. Ini adalah bagian dari format baru yang diperkenalkan tahun lalu untuk menarik lebih banyak pemain tunggal berpartisipasi dalam ganda campuran, sebuah langkah yang menuai kritik dari para spesialis ganda.
Format baru ini juga mengubah sistem skor: set hanya membutuhkan empat game, tidak ada skor advantage, dan tie-break 10 poin menggantikan set ketiga. Turnamen berlangsung pada 24-26 Agustus, empat hari sebelum undian tunggal dimulai. Meski kontroversial, langkah ini berhasil menghadirkan deretan pasangan bintang, termasuk Aryna Sabalenka dengan Novak Djokovic, Elena Rybakina dengan Taylor Fritz, serta Iga Swiatek dengan Casper Ruud. Ukraina Elina Svitolina juga akan berpasangan dengan suaminya, Gael Monfils, yang menjalani Grand Slam terakhirnya sebelum pensiun.
Bagi Indonesia, ajang ini menjadi tontonan menarik, terlebih dengan meningkatnya popularitas tenis di tanah air. Kehadiran nama-nama besar seperti Williams dan Alcaraz diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, sekaligus menjadi hiburan kelas dunia yang bisa disaksikan melalui siaran langsung. Meski tidak ada wakil Indonesia di turnamen ini, euforia tenis global tetap terasa, terutama dengan potensi duel-duel sengit di lapangan keras Flushing Meadows.
Kritik terhadap format baru datang dari para spesialis ganda, termasuk juara bertahan Errani dan Vavassori, yang tahun lalu menyebut langkah ini "sangat keliru". Namun, setelah memenangkan gelar, mereka mengaku "misi selesai". Pertanyaan besarnya: akankah format ini bertahan lama atau justru ditinggalkan setelah melihat respon penonton dan pemain? Dengan hadirnya Williams dan Alcaraz, turnamen tahun ini dipastikan akan menjadi sorotan, dan mungkin saja format ini justru semakin populer berkat aksi-aksi spektakuler dari para bintang tunggal.



