Duran Bawa Celtic ke Ambang Liga Champions: Investasi Rp100 Miliar Mulai Berbuah
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan 3-0 atas LASK di leg pertama play-off membuat Celtic hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke fase grup Liga Champions.
- Rekrutan anyar asal Kolombia, Camilo Duran, tampil impresif dengan dua gol, membuktikan kebijakan transfer klub yang lebih selektif mulai membuahkan hasil.
- Celtic diprediksi akan kembali berburu pemain di bursa transfer musim panas dengan tambahan pendapatan signifikan dari partisipasi di kompetisi Eropa.

Glasgow, 12 Februari 2025 โ Dua gol Camilo Duran membawa Celtic menang telak 3-0 atas LASK Linz pada leg pertama play-off Liga Champions, sekaligus menempatkan raksasa Skotlandia itu di ambang tiket ke fase grup. Kemenangan ini bukan sekadar hasil, melainkan sinyal kebangkitan klub yang musim lalu dipermalukan di kompetisi yang sama.
Sepanjang laga, Celtic tampil dominan. Gol ketiga yang dicetak Duran menjadi bukti kualitas permainan yang diinginkan pelatih Martin O'Neill: serangan cepat, kolektif, dan mematikan. Dimulai dari kiper Viljami Sinisalo, bola mengalir melalui Colby Donovan, Auston Trusty, Benjamin Nygren, dan berakhir di kaki Duran yang melepaskan tembakan melengkung ke sudut atas gawang LASK. Serangan yang berlangsung kurang dari 30 detik itu menjadi penanda bahwa Celtic tidak hanya ingin tampil di Liga Champions, tetapi juga ingin bermain menarik.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Celtic. Pasalnya, dalam 50 pertandingan Eropa sebelumnya, mereka hanya memenangkan 10 laga. Kini, dengan keunggulan tiga gol, peluang lolos sangat terbuka. LASK sendiri bukan lawan sembaranganโmereka juara Austria dan pemenang piala domestik. Namun, Celtic berhasil membongkar pertahanan mereka dengan gemilang.
Di balik performa impresif ini, ada cerita tentang perombakan strategi transfer. Musim lalu, Celtic menghabiskan hampir ยฃ30 juta (sekitar Rp600 miliar) namun gagal total di Eropa, bahkan tersingkir oleh Kairat Almaty dari Kazakhstan. Kegagalan tersebut memicu kritik terhadap kebijakan rekrutmen klub yang sering kali membeli pemain mahal namun tidak sesuai harapan. Kini, dengan mendatangkan pemain seperti Duran (ยฃ4,5-6 juta) dan Kasper Hogh (ยฃ11 juta), Celtic menunjukkan pendekatan yang lebih cerdas dalam berburu talenta.
Duran, yang baru berusia 24 tahun, tidak hanya piawai mencetak gol, tetapi juga memiliki etos kerja tinggi. Pada menit ke-72, saat Celtic sudah unggul 3-0, ia masih terlihat berlari mundur membantu pertahanan. Sikap inilah yang membuatnya cepat diterima pendukung. Martin O'Neill sendiri menyebut Duran sebagai 'pembelian yang sangat menguntungkan' dan 'pemain spesial'.
Kemenangan ini juga membuka peluang finansial besar. Jika lolos ke fase grup, Celtic berpotensi meraih tambahan pendapatan hingga ยฃ40 juta (sekitar Rp800 miliar). Jumlah tersebut akan menjadi modal berharga untuk memperkuat skuad. O'Neill menegaskan bahwa klub masih membutuhkan beberapa pemain baru, seperti kiper pelapis, bek kiri, gelandang bertahan, dan playmaker kreatif. Namun, ia juga mengingatkan bahwa belanja besar harus diimbangi dengan perencanaan matang agar tidak mengulang kesalahan masa lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Celtic ini memberikan pelajaran berharga. Klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sering kali tergoda membeli pemain mahal tanpa perencanaan matang. Padahal, seperti ditunjukkan Celtic, kesuksesan di kompetisi internasional tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan ketepatan dalam memilih pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Keberanian Celtic merekrut pemain muda seperti Duran dan Donovan juga menjadi contoh bahwa investasi jangka panjang pada pemain muda bisa memberikan hasil optimal.
Leg kedua yang akan digelar di Austria pekan depan menjadi ujian sesungguhnya. Meski unggul tiga gol, O'Neill menolak meremehkan LASK. Ia mengingatkan bahwa dalam sepak bola, keunggulan besar bisa sirna jika tidak diimbangi kewaspadaan. Pertanyaannya, apakah Celtic mampu mempertahankan performa impresif ini dan benar-benar kembali ke panggung elite Eropa? Atau akankah ini menjadi kebangkitan sesaat yang kembali meredup? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Celtic telah menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan.



