Kevin Ellison, 47 Tahun, Tetap Berlaga di Piala FA: 'Saya Tak Malu dengan Masa Lalu'
Baca dalam 60 detik
- Striker veteran Kevin Ellison, 47, siap tampil di babak kualifikasi Piala FA bersama Vauxhall Motors, menambah daftar pemain tertua di kompetisi tersebut.
- Karier Ellison yang membentang 29 tahun mencakup 1.000 pertandingan dan 18 klub, dari Liga Premier hingga non-liga, menjadi bukti ketahanan mental dan fisik.
- Ellison membuka kisah depresi yang pernah dialaminya, mendorong pentingnya dukungan kesehatan mental bagi atlet, terutama di tengah tekanan kompetisi.

Kevin Ellison, pemain berusia 47 tahun yang masih aktif bermain untuk klub non-liga Vauxhall Motors, siap mencatatkan namanya dalam sejarah Piala FA jika diturunkan melawan Thackley pada babak pendahuluan, Sabtu (16/8). Dengan pengalaman 29 tahun berkarier dan 18 klub berbeda, Ellison menjadi salah satu pemain tertua yang pernah tampil di kompetisi tertua di dunia tersebut.
Karier Ellison dimulai dari mimpi masa kecil di Anfield, dekat stadion Liverpool, tempat ia menyaksikan idolanya John Barnes dan Ian Rush. Namun, penolakan dari Liverpool saat berusia 15 tahun sempat menghancurkannya. "Saya ingat menerima surat dari Liverpool yang hanya berisi ucapan terima kasih dan harapan baik. Itu memilukan," kenangnya. Meski begitu, dorongan dari sang ibu untuk terus berusaha membuatnya bangkit dan membuktikan bahwa ia mampu menjadi pemain profesional.
Perjalanannya tidak mudah. Sebelum bergabung dengan Leicester City pada 2001, Ellison bekerja di lokasi konstruksi dan mengantar furnitur sambil bermain paruh waktu di Altrincham. Debutnya di Liga Premier hanya satu kali, saat melawan Manchester United di Old Trafford. "Saya hanya punya empat sentuhan dan melanggar Paul Scholes," candanya. Namun, momen itu menjadi titik balik yang membawanya ke berbagai klub, termasuk Hull City, Rotherham United, dan Morecambe, dengan total 124 gol di divisi keempat.
Di balik kesuksesannya, Ellison pernah bergulat dengan depresi berat. Puncaknya terjadi saat ia berkendara di jalan raya M6 dan berpikir untuk menabrakkan mobilnya. "Saya bertanya-tanya apakah hidup orang-orang di sekitar saya akan lebih baik jika saya menabrak pembatas jalan dengan kecepatan 100 mph," ungkapnya. Ia memutuskan untuk mencari bantuan konseling dan berbicara terbuka, yang menurutnya menjadi kunci kesembuhannya. "Saya tidak malu dengan apa yang saya alami. Itu membuka mata saya tentang banyak hal," tegasnya.
Kisah Ellison menjadi pengingat pentingnya kesehatan mental, terutama di dunia olahraga yang kerap menuntut mental kuat. Di Indonesia, kesadaran akan kesehatan mental atlet juga mulai mengemuka, dengan semakin banyaknya atlet yang berani berbicara. Namun, stigma masih menjadi penghalang. Menurut psikolog olahraga, dukungan dari lingkungan dan akses ke layanan konseling menjadi krusial untuk mencegah dampak lebih parah.
Kini, Ellison menyeimbangkan pekerjaannya sebagai staf perlindungan di sebuah sekolah menengah di Liverpool dengan bermain untuk Vauxhall Motors di divisi kedelapan. Ia mengaku masih memiliki semangat juang yang sama seperti saat muda. "Saya masih gugup sebelum pertandingan. Api itu masih menyala," ujarnya. Ia juga menjadi bagian dari tim Inggris yang memenangkan Piala Dunia Senior pada Juni lalu, mengalahkan Prancis 4-0 di Thailand.
Ellison berharap kisahnya bisa menginspirasi banyak orang untuk tidak takut berbicara tentang masalah kesehatan mental. "Jika cerita saya bisa membantu satu orang saja, saya akan menjadi pria yang lebih bahagia," katanya. Ia menekankan pentingnya berbicara dengan keluarga dan teman, serta mencari bantuan profesional jika diperlukan. "Tidak ada yang perlu malu. Setiap orang punya masalah," tambahnya.
Dengan usia yang hampir menginjak 48 tahun, Ellison belum tahu kapan akan gantung sepatu. "Saya harus bekerja dua kali lebih keras untuk mengimbangi pemain muda. Selama masih ada hasrat, saya akan terus bermain," tegasnya. Pertanyaannya, mampukah ia terus mempertahankan performa di usia yang tidak lagi muda? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi semangat Ellison jelas belum padam.



