Kane Tutup Pintu Kembali ke Premier League: 'Gatal Itu Sudah Hilang'
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane menegaskan fokusnya bersama Bayern Munich dan mengaku tak lagi memiliki keinginan kuat untuk kembali ke Premier League.
- Meski masih berjarak 47 gol dari rekor Alan Shearer, Kane merasa betah di Jerman dan telah memenangkan berbagai trofi bersama Bayern.
- Kontrak Kane yang tersisa hingga 2026 memicu spekulasi, namun sang pemain menegaskan belum ada urgensi untuk memperpanjang atau pindah.

Harry Kane, kapten timnas Inggris, secara terbuka mengakui bahwa Premier League tidak lagi memiliki daya tarik yang sama baginya. Dalam wawancara dengan majalah FourFourTwo, Kane menegaskan bahwa ia sepenuhnya fokus bersama Bayern Munich dan tidak merasa perlu kembali ke Inggris, meskipun spekulasi kepindahan terus bergulir.
Sejak meninggalkan Tottenham Hotspur pada 2023, Kane telah meraih dua gelar Bundesliga, satu Piala Jerman, dan satu Piala Super Jerman. Namun, yang lebih menonjol adalah performa individunya yang luar biasa: 146 gol dalam 147 penampilan untuk Bayern, termasuk 98 gol dalam 94 laga Bundesliga. Pada musim 2025-26, ia mencetak 36 gol dan kembali menjadi top skor liga, sekaligus meraih Sepatu Emas Eropa keduanya.
Meski demikian, Kane masih berjarak 47 gol dari rekor Alan Shearer di Premier League (260 gol). Sebelumnya, ia sempat mengaku ingin kembali ke Inggris untuk memecahkan rekor tersebut. Namun, kini pernyataannya berubah. "Saat pertama kali pergi, saya pikir pasti akan kembali. Tapi rasa gatal itu sudah tidak sebesar dulu. Saya sangat bahagia di Munich. Ini membuka mata saya pada dunia sepak bola yang berbeda di luar Inggris," ujarnya.
Kane menegaskan bahwa ia tidak pernah menutup kemungkinan sepenuhnya, tetapi saat ini prioritasnya adalah Bayern. "Saya tidak pernah bilang tidak, tapi untuk sekarang, saya fokus ke Bayern Munich. Kita lihat saja apa yang terjadi ke depan," tambahnya. Kontraknya yang berakhir tahun depan menjadi bahan spekulasi, namun Kane menyebut pembicaraan akan dimulai segera tanpa ada tekanan dari kedua belah pihak.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Kane menjadi cermin bagaimana pemain top Eropa kini lebih memilih tantangan di liga lain daripada kembali ke Inggris. Ini juga menunjukkan bahwa Bundesliga, yang kerap dianggap inferior dibanding Premier League, mampu memberikan kepuasan karier yang setara. Bagi para penggemar Timnas Indonesia yang sering memantau performa pemain di liga Eropa, keputusan Kane bisa menjadi bahan diskusi tentang daya tarik liga-liga non-Inggris.
Bayern sendiri akan memulai musim baru melawan VfB Stuttgart pada 28 Agustus. Dengan performa Kane yang konsisten, Bayern tetap menjadi kandidat kuat juara. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah Kane akan bertahan lama di Munich, atau suatu saat nanti godaan untuk memecahkan rekor Shearer akan kembali menghantuinya? Keputusan kontrak dalam waktu dekat akan menjadi penentu arah kariernya.



