Michael Douglas Bongkar Rahasia 40 Tahun: 'Saya Bukan Pecandu Seks, Hanya Produk Era 60-an'
Baca dalam 60 detik
- Michael Douglas akhirnya mengakui perselingkuhannya dengan Kathleen Turner selama syuting Romancing the Stone pada 1984, yang ia tutupi selama empat dekade.
- Dalam memoar One Helluva Ride, aktor 82 tahun itu membantah keras label pecandu seks dan menyebut dirinya sebagai 'produk sehat' generasi 1960-an.
- Pengakuan ini memicu reaksi Kathleen Turner yang menyebutnya 'keributan tak perlu', sementara istri Douglas, Catherine Zeta-Jones, belum membaca buku tersebut.

Michael Douglas, aktor peraih dua Oscar, mengungkap kebenaran yang ia sembunyikan selama hampir 40 tahun: hubungan rahasia dengan lawan mainnya, Kathleen Turner, saat syuting film petualangan Romancing the Stone (1984) di Meksiko. Pengakuan itu tertuang dalam memoar terbarunya, One Helluva Ride, yang langsung memicu perhatian publik internasional.
Dalam wawancara dengan The Sunday Times, Douglas, 82 tahun, menolak anggapan bahwa ia pernah mengalami kecanduan seks. "Saya tidak tahu apakah saya tidur dengan begitu banyak wanita, saya tidak melihatnya seperti itu. Saya adalah produk sehat dari era 60-an," ujarnya, seraya mempertanyakan mengapa media Inggris begitu terobsesi dengan isu seksualitas.
Pengakuan ini muncul setelah bertahun-tahun Douglas dan Turner secara konsisten membantah adanya hubungan spesial di balik layar. Dalam memoarnya, Douglas menulis bahwa chemistry mereka begitu kuat sehingga penonton yakin keduanya menjalin kasih. "Kami berdua menyangkalnya selama promosi Romancing the Stone, Jewel of the Nile, War of the Roses, bahkan saat promosi The Kominsky Method beberapa tahun lalu," tulisnya.
Douglas juga menceritakan bagaimana ia harus memutuskan hubungan dengan lima wanita sebelum menikah dengan Catherine Zeta-Jones. "Catherine bilang, jika kita ingin melanjutkan ini, saya ingin monogami. Malam itu juga saya menelepon beberapa orang yang sedang saya temui," kenangnya. Ia menegaskan bahwa istrinya tidak gugup dengan peluncuran buku tersebut dan belum membacanya.
"Astaga, apa pentingnya keributan tentang sesuatu yang terjadi 40 tahun lalu? Saya mencintai Michael, dan saya menantikan untuk menikmati bukunya." — Kathleen Turner
Reaksi Kathleen Turner, 72 tahun, terhadap pengakuan ini pun tak kalah menarik. Ia mengaku pernah berharap hubungan mereka berlanjut, tetapi Douglas masih terikat pernikahan dengan Diandra Luker saat itu. "Saya mendambakannya, tapi dia masih menikah... meski mereka berpisah, jadi saya pikir ada harapan," ujarnya kepada Closer. Setelah kutipan memoar diterbitkan, Turner merespons dengan santai kepada People, menyebutnya sebagai "keributan yang tidak perlu" dan tetap menyatakan cintanya pada Douglas.
Pengakuan Douglas ini bukan sekadar gosip selebriti. Di Indonesia, budaya pop Amerika Serikat memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik tentang hubungan, kesetiaan, dan citra selebriti. Kisah Douglas—yang pernah menjadi ikon Hollywood dengan citra maskulin dan karisma—mencerminkan bagaimana generasi baby boomer memandang seksualitas dan pernikahan. Di sisi lain, pengakuan ini juga menyoroti tekanan media terhadap kehidupan pribadi figur publik, yang sering kali harus menutupi kebenaran demi melindungi keluarga.
Dalam memoarnya, Douglas mengaku bahwa kebohongan itu ia lakukan untuk melindungi istri pertamanya, Diandra, dan putra mereka, Cameron. "Kami mengatakan kepada dunia selama 40 tahun," tulisnya. Ia juga mengungkap bahwa hubungannya dengan Turner berakhir setelah Diandra berkunjung ke lokasi syuting dan mulai curiga. "Setelah kunjungan itu, Kathleen dan saya mengakhiri semuanya, dan saya kembali ke Diandra. Saya melakukannya untuk Cameron, tapi seharusnya kami tidak pernah rujuk lagi," kenangnya.
Hingga kini, Douglas dan Zeta-Jones telah menikah selama 26 tahun. Meski memoar ini mengungkap masa lalu yang penuh kontroversi, Douglas menegaskan bahwa pernikahannya saat ini baik-baik saja. Publik pun menanti apakah pengakuan ini akan memengaruhi citra Douglas di industri hiburan, atau justru menjadi momen refleksi tentang bagaimana generasi 60-an memandang kebebasan seksual. Bagaimana reaksi penggemar di Indonesia? Apakah mereka akan melihat Douglas sebagai sosok yang jujur, atau justru sebaliknya?



