Leeds United Bangkit: Dari Ancaman Degradasi ke Ambisi Papan Atas Premier League
Baca dalam 60 detik
- Kemenangan dramatis Leeds atas Nottingham Forest di laga pembuka menandai perubahan haluan setelah musim lalu nyaris terdegradasi.
- Investasi besar di bursa transfer musim panas, termasuk rekor pembelian kiper, menjadi sinyal ambisi baru klub.
- Konsistensi performa sejak April menempatkan Leeds sebagai kandidat kuat untuk bersaing di papan tengah musim ini.

Gol tendangan bebas Anton Stach di menit akhir mengubah hasil imbang menjadi kemenangan bagi Leeds United atas Nottingham Forest di laga perdana Premier League. Euforia di City Ground, Sabtu (16/8/2025), berbanding terbalik dengan kunjungan Leeds ke tempat yang sama musim lalu, saat mereka harus menelan kekalahan telak 1-3 dan memicu kekhawatiran akan langsung terdegradasi.
Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Leeds, yang musim lalu finis di peringkat 14 dengan jarak delapan poin dari zona merah, kini menunjukkan ambisi yang berbeda. Mereka tidak ingin sekadar bertahan, melainkan berkembang. Kapten Ethan Ampadu menegaskan target tim adalah menjadi klub Premier League yang solid dan mencapai posisi yang lebih baik.
Perubahan signifikan terjadi setelah kekalahan dari Manchester City pada 29 November 2024. Pelatih Daniel Farke mengubah formasi dari 4-3-3 menjadi 3-5-2, yang terbukti efektif. Sejak April, Leeds mengumpulkan 17 poin dari delapan laga, hanya kalah dari Arsenal yang mengoleksi 18 poin. Perbaikan ini menjadi modal berharga untuk musim kedua mereka di kasta tertinggi.
Manajemen klub merespons ambisi Farke dengan belanja besar di bursa transfer musim panas, mencapai sekitar ยฃ80 juta. Rekrutan anyar seperti kiper James Trafford, bek Tarik Muharemovic, dan winger Harry Wilson langsung memberikan dampak. Trafford, yang dibeli dari Manchester City dengan rekor ยฃ45 juta untuk kiper asal Inggris, tampil solid dengan tiga penyelamatan penting. Sementara Muharemovic dan Wilson juga menunjukkan kualitas mereka.
Farke, yang kini menjadi manajer dengan masa bakti terlama ketiga di liga setelah Mikel Arteta dan Oliver Glasner, mengaku puas dengan performa tim. "Saya sangat senang bisa membawa pulang clean sheet dan memberikan pujian kepada para pemain," ujarnya kepada BBC Match of the Day. Ia juga menyoroti pentingnya perbaikan performa tandang, yang musim lalu menjadi kelemahan utama.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kebangkitan Leeds United menjadi cerita menarik tentang bagaimana perubahan taktik dan investasi cerdas dapat mengubah nasib tim. Ini juga mengingatkan bahwa persaingan di Premier League tidak hanya didominasi oleh tim-tim besar, tetapi juga klub-klub dengan manajemen yang visioner.
Dengan kombinasi pemain baru yang langsung beradaptasi dan pemain lama yang konsisten, Leeds optimistis musim ini akan menjadi yang terbaik di bawah arahan Farke. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan momentum ini dan bersaing di papan atas? Atau akankah tekanan musim kedua membuat mereka kembali kesulitan?



