Thierno Barry: Penyerang Muda Everton yang Akhirnya Layak Diandalkan
Baca dalam 60 detik
- Striker asal Prancis itu memutus puasa gol 14 laga dan kini menjadi tumpuan lini depan Everton.
- Performa impresifnya di musim debut, termasuk rasio konversi tembakan yang mendekati Haaland, menandai kebangkitannya.
- Manajer David Moyes masih menuntut peningkatan permainan build-up, menandakan potensi besar yang belum tergali.

Thierno Barry, penyerang muda Everton, akhirnya menunjukkan tajinya sebagai ujung tombak yang selama ini dinantikan publik Goodison Park. Dalam laga pembuka Premier League melawan Crystal Palace, pemain 23 tahun itu menjadi pahlawan kemenangan 2-0 dengan satu sundulannya yang mematikan. Sorak sorai suporter mengiringi langkahnya meninggalkan lapangan, sebuah pemandangan yang kontras dengan kritik yang sempat dialamatkan padanya di awal musim.
Barry, yang direkrut dari Villarreal dengan nilai transfer ยฃ27 juta, sempat mengalami masa adaptasi yang sulit. Rentetan 14 pertandingan tanpa gol membuat sebagian pendukung kehilangan kesabaran. Namun, sejak Januari, performanya meroket. Ia menutup musim debutnya dengan delapan gol dari 38 penampilan, sebuah pencapaian yang mengesankan mengingat ia sempat diragukan.
Manajer David Moyes, yang dikenal jeli mengasah bakat penyerang seperti Wayne Rooney, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis. "Striker akan dinilai dari gol, jadi dia bisa pulang dengan bahagia," ujarnya. Namun, Moyes juga menyoroti aspek lain yang perlu ditingkatkan, seperti kemampuan menahan bola dan pergerakan tanpa bola. "Saya butuh permainan build-up-nya lebih baik," tegasnya.
Kebangkitan Barry tidak lepas dari konteks Everton yang sedang membangun kembali. Klub sempat terpuruk dengan pergantian manajer dan hukuman pengurangan poin akibat pelanggaran Financial Fair Play. Kondisi itu memaksa Everton untuk merekrut pemain muda potensial yang belum jadi, dan Barry adalah investasi jangka panjang yang kini mulai menuai hasil.
Menariknya, performa Barry justru meningkat setelah Jack Grealish, kreator utama tim, mengalami cedera akhir musim. Ia menjadi tumpuan di lini depan dan tampil konsisten di saat rekan-rekannya mulai menurun. Hal ini menunjukkan mentalitasnya yang kuat dan kemampuannya untuk tampil di momen krusial.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan Barry menjadi contoh bagaimana kesabaran klub terhadap pemain muda dapat berbuah manis. Di tengah maraknya klub-klub Eropa yang kerap kali terburu-buru menilai pemain, kasus Barry menunjukkan bahwa adaptasi membutuhkan waktu. Everton, dengan segala keterbatasannya, memilih untuk bersabar dan kini menuai hasilnya.
"Saya pikir dia datang dengan sesuatu yang membuatnya lebih termotivasi, seolah-olah dia punya sesuatu untuk dibuktikan," kata Moyes, menggambarkan perubahan sikap Barry di musim ini.
Pertanyaannya kini, akankah Barry mampu mempertahankan performa ini sepanjang musim? Jika ia bisa mengasah permainan build-up-nya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu penyerang muda paling menonjol di Premier League. Everton, yang musim lalu nyaris lolos ke kompetisi Eropa, tentu berharap banyak padanya.



