Komedian Al Murray Dukung Kampanye Donor Sel Punca: Harapan Baru bagi Pasien Kanker Darah
Baca dalam 60 detik
- Kampanye Half a Chance dari Anthony Nolan mengajak publik mendaftar sebagai donor sel punca, dengan target meningkatkan angka harapan hidup pasien kanker darah yang baru mencapai 50%.
- Al Murray, yang kehilangan keponakannya akibat leukemia, menjadi duta kampanye ini, menyoroti pentingnya riset dan pendanaan untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
- Di Indonesia, kesadaran donor sel punca masih rendah, padahal potensi pasien yang membutuhkan transplantasi cukup besar, sehingga kampanye ini bisa menjadi inspirasi untuk meningkatkan partisipasi.

Komedian asal Inggris, Al Murray, yang dikenal dengan persona Pub Landlord, kini mengampanyekan pentingnya donor sel punca melalui inisiatif Half a Chance dari yayasan Anthony Nolan. Kampanye ini diluncurkan bertepatan dengan peringatan 30 tahun lembaga riset terkemuka di bidang transplantasi sel punca tersebut, sekaligus menyoroti fakta bahwa hanya sekitar separuh pasien kanker darah yang mampu bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah menjalani transplantasi.
Bagi Murray, isu ini bukan sekadar kampanye publik. Keponakannya yang berusia delapan tahun, Finley, meninggal dunia pada 2021 setelah dua kali menjalani transplantasi sel punca akibat leukemia mielomonositik juvenil. Pengalaman pahit itu mendorongnya untuk terus menyuarakan pentingnya riset dan pendaftaran donor. "Kehilangan keponakan saya akibat kanker darah membuat saya memahami betapa hancurnya keluarga yang menghadapi situasi ini. Pasien membutuhkan lebih dari sekadar setengah peluang," ujarnya dalam peluncuran kampanye.
Kampanye ini menampilkan Murray duduk di sebuah pub tradisional bersama tiga penerima transplantasi sel punca yang selamat, sementara tiga kursi kosong di samping mereka menjadi simbol nyata dari mereka yang masih menunggu donor. Ketiga penyintas tersebut adalah Raj (32) dari Leicester yang didiagnosis mielofibrosis pada usia 22 tahun dan menemukan donor yang cocok di Jerman, Emma (58) dari Hertfordshire yang didiagnosis leukemia pada 2024 setelah tes darah rutin, serta Kal (52) dari London yang menderita sindrom mielodisplastik agresif dan beruntung mendapat donor dari dua adiknya.
Anthony Nolan Research Institute (ANRI) yang didirikan pada 1996 telah menjadi pusat riset terkemuka dunia dalam bidang transplantasi sel punca. Selama 50 tahun terakhir, yayasan ini telah memfasilitasi lebih dari 30.100 transplantasi di seluruh dunia. Namun, Dr. Robert Danby, kepala petugas medis dan ilmiah Anthony Nolan, menegaskan bahwa riset masih menjadi kunci untuk meningkatkan angka kesintasan. "Hanya sekitar 50 persen pasien kanker darah yang bertahan lima tahun pasca-transplantasi, dan banyak yang mengalami efek samping serius. Riset berkelanjutan adalah satu-satunya cara untuk mengubah peluang ini," jelasnya.
Kampanye Half a Chance hadir di tengah meningkatnya kebutuhan akan donor sel punca secara global, termasuk di Indonesia. Di tanah air, kesadaran masyarakat untuk mendaftar sebagai donor masih rendah, sementara jumlah pasien leukemia dan gangguan darah lainnya terus bertambah. Padahal, transplantasi sel punca sering kali menjadi satu-satunya harapan bagi pasien yang tidak merespons pengobatan konvensional. Inisiatif seperti ini bisa menjadi momentum untuk mendorong pemerintah dan organisasi kesehatan di Indonesia untuk lebih gencar mengedukasi publik tentang pentingnya donor sel punca.
Meski kampanye ini berfokus pada pendaftaran donor, Murray dan Anthony Nolan juga menekankan perlunya pendanaan riset yang berkelanjutan. Tanpa inovasi, angka kesintasan yang stagnan akan terus menjadi momok bagi pasien. Pertanyaannya, apakah kampanye ini mampu menggerakkan lebih banyak orang, termasuk di Indonesia, untuk bergabung dalam register donor dan memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi langkah awal ini setidaknya membuka percakapan yang selama ini jarang tersentuh.



