Vicario Pamit dari Tottenham, Juventus Jadi Pelabuhan Baru: 'Musim Menarik Menanti'
Baca dalam 60 detik
- Kiper timnas Italia, Guglielmo Vicario, resmi bergabung dengan Juventus dengan status pinjaman selama satu musim dari Tottenham Hotspur.
- Kepindahan ini dipicu oleh inkonsistensi Michele Di Gregorio di bawah mistar gawang Bianconeri dalam dua musim terakhir.
- Vicario meninggalkan Tottenham dengan membawa gelar juara Liga Europa 2024-25 dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar Spurs.

Guglielmo Vicario secara resmi mengucapkan selamat tinggal kepada pendukung Tottenham Hotspur setelah kepindahannya ke Juventus rampung. Dalam pesan perpisahan yang diunggah di media sosial, kiper asal Italia itu menyebut pengalaman bermain di Premier League bersama klub sebesar Tottenham adalah mimpi yang menjadi kenyataan, sembari mendoakan musim yang menurutnya akan sangat menarik bagi mantan klubnya.
Juventus mengumumkan peresmian transfer Vicario pada Selasa (15/7) waktu setempat. Bekas penjaga gawang Spurs itu tiba di Turin dengan skema pinjaman selama satu musim, disertai opsi pembelian yang tidak diwajibkan senilai 8 juta euro, plus bonus yang dapat mencapai 2 juta euro. Langkah ini diambil manajemen Bianconeri untuk mengisi kekosongan di posisi penjaga gawang setelah performa Michele Di Gregorio dinilai kurang meyakinkan dalam dua musim terakhir.
Di Gregorio, yang masih terikat kontrak dengan klub, dipandang tidak lagi masuk dalam rencana pelatih Luciano Spalletti. Serangkaian penampilan yang inkonsisten membuat posisinya digantikan oleh Vicario, yang diharapkan membawa stabilitas dan pengalaman internasional ke lini belakang Juventus. Keputusan ini juga menjadi sinyal bahwa klub asal Turin tersebut serius membangun skuad kompetitif untuk musim 2025-26.
Selama tiga musim membela Tottenham, Vicario mencatatkan 93 penampilan di Premier League dan total 117 laga di semua kompetisi. Puncak kariernya bersama Spurs terjadi pada musim 2024-25 ketika ia berhasil mempersembahkan trofi Liga Europa, sebuah pencapaian yang ia kenang sebagai momen tak terlupakan. Dalam pesan perpisahannya, Vicario menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada klub, staf, dan rekan setimnya, serta mengaku Tottenham akan selalu memiliki tempat spesial di hatinya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kepindahan Vicario ke Juventus bukan sekadar perombakan skuad, melainkan bagian dari strategi jangka panjang klub untuk kembali berjaya di kancah domestik dan Eropa. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan ketenangan di bawah mistar, sesuatu yang sangat dibutuhkan setelah musim lalu Juventus kerap kehilangan poin akibat kesalahan individu di lini belakang. Vicario, yang pernah memperkuat tim nasional Italia, membawa pengalaman berharga yang bisa menularkan kepercayaan diri kepada para bek muda.
Di sisi lain, Tottenham harus merelakan kiper andalannya dengan catatan positif. Meski kehilangan sosok penting, Spurs diprediksi akan segera mencari pengganti yang setara. Situasi ini menjadi ujian bagi manajemen klub London Utara dalam menjaga keseimbangan skuad di tengah persaingan ketat Premier League. Bagi Vicario, tantangan baru di Turin akan menguji konsistensinya di level tertinggi, terutama dengan ekspektasi tinggi dari tifosi Juventus yang dikenal sangat menuntut.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perpindahan ini menambah daya tarik untuk mengikuti Serie A, terutama dengan semakin banyaknya pemain berkelas yang meramaikan kompetisi tersebut. Selain itu, Vicario menjadi contoh bagaimana kiper modern dituntut tidak hanya pandai menahan bola, tetapi juga mampu membangun serangan dari belakangโkualitas yang juga mulai diperhatikan dalam pengembangan kiper muda di Indonesia.
Dengan kontrak pinjaman yang berdurasi satu musim, Vicario memiliki kesempatan emas untuk membuktikan diri di Juventus. Jika berhasil tampil konsisten, bukan tidak mungkin opsi pembelian akan dieksekusi dan ia menjadi kiper utama dalam jangka panjang. Pertanyaannya, akankah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi tersebut? Atau justru Tottenham yang akan menyesal telah melepasnya?



