Roma Kian Dekat Rekrut Jayden Oosterwolde, Fenerbahce Minta 20 Juta Euro
Baca dalam 60 detik
- Negosiasi intensif tengah berlangsung antara Roma dan Fenerbahce untuk bek serba bisa Jayden Oosterwolde, dengan skema pinjaman plus kewajiban pembelian senilai 20 juta euro.
- Kesepakatan itu bakal mengikat Oosterwolde dengan kontrak lima tahun di Stadio Olimpico, meski syarat kewajiban pembelian diduga terkait jumlah penampilannya yang sempat terganggu cedera.
- Jika transfer ini tuntas, Roma akan menambah kedalaman lini pertahanan dengan pemain yang juga bisa beroperasi sebagai bek kiri atau wing-back, sebuah aset berharga di tengah padatnya jadwal Serie A.

AS Roma dilaporkan tengah berada dalam tahap akhir negosiasi dengan Fenerbahce untuk mengamankan jasa Jayden Oosterwolde. Klub ibu kota Italia itu disebut menyiapkan paket transfer senilai total 20 juta euro, dengan skema pinjaman yang diakhiri kewajiban pembelian pada akhir musim.
Menurut laporan Voetbal International, pembicaraan antara kedua klub berlangsung intensif dalam beberapa hari terakhir. Proposal yang diajukan Roma adalah peminjaman dengan opsi pembelian yang berubah menjadi kewajiban apabila sejumlah kondisi terpenuhi. Jika klausul itu aktif, pemain berusia 25 tahun tersebut akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun di Stadio Olimpico.
Oosterwolde bukan nama asing di pentas Eropa. Ia mengawali karier di akademi FC Twente, kemudian sempat merasakan kompetisi Italia bersama Parma pada Januari 2022. Setahun berselang, Fenerbahce menebusnya dengan nilai 6 juta euro. Kini, ia menjadi incaran utama pelatih Roma yang ingin memperkuat lini belakang dengan pemain yang punya fleksibilitas posisi.
Secara natural, Oosterwolde adalah bek tengah, tetapi ia juga lihai bermain sebagai bek kiri atau bahkan wing-back yang lebih menyerang. Kemampuan adaptasi semacam ini menjadi nilai jual tersendiri di era sepak bola modern yang menuntut pemain bertahan ikut berkontribusi dalam serangan. Bagi Roma, kehadirannya bisa menjadi solusi atas inkonsistensi performa di sektor pertahanan musim ini.
Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian: kondisi fisik Oosterwolde. Ia baru saja pulih dari cedera otot dan sebelumnya sempat menepi lama akibat robeknya ligamen anterior (ACL) pada Oktober 2024. Kabarnya, kewajiban pembelian akan dikaitkan dengan jumlah penampilannya di sisa musim. Ini menjadi semacam jaring pengaman bagi Roma bila pemain kembali mengalami cedera.
Dari sudut pandang Indonesia, transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa semakin berhati-hati dalam mengelola risiko cedera. Pola pinjaman dengan klausul bertingkat seperti ini bisa menjadi referensi bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam menyusun strategi transfer yang lebih prudent. Selain itu, ketertarikan Roma pada pemain yang sempat bermain di Serie A (Parma) menggarisbawahi pentingnya jejak rekam di liga top Eropa sebagai batu loncatan karier.
Meski belum ada pernyataan resmi dari kedua klub, laporan Voetbal International menyebut negosiasi sudah memasuki tahap lanjut. Jika kesepakatan tercapai, Oosterwolde akan menjadi rekrutan kedua Roma di bursa Januari setelah sebelumnya mereka juga aktif di pasar pemain. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengatasi rentetan cedera dan membuktikan diri sebagai investasi jangka panjang yang layak? Atau justru menjadi catatan lain tentang risiko transfer pemain yang kerap cedera?



