Inter Kunci Favorit Scudetto 2026-27, Tapi Catatan Sejarah Berbicara Lain
Baca dalam 60 detik
- Inter diunggulkan mempertahankan Scudetto musim depan, namun tak ada klub yang juara bertahan dalam tujuh musim terakhir.
- Inter belanja tiga pemain Inggris (Stones, Spence, Jones) dan melepas sejumlah veteran, sementara lini serang tetap dipertahankan.
- Juventus, Napoli, Milan, dan Roma diprediksi menjadi pesaing utama, dengan Como dan Fiorentina sebagai kuda hitam.

Menjelang bergulirnya Serie A 2026-27, seluruh media Italia, termasuk kantor berita ANSA, kompak menempatkan Inter Milan sebagai kandidat terkuat peraih Scudetto. Namun, sejarah tujuh musim terakhir menunjukkan tak ada satu pun klub yang mampu mempertahankan gelar juara, menjadikan persaingan musim ini lebih terbuka dari perkiraan.
Inter memang tampil meyakinkan pada musim lalu dengan koleksi 89 gol, rekor tertinggi di liga, serta Lautaro Martinez yang menjadi top skor dengan 17 gol. Manajemen klub pun bergerak cepat di bursa transfer dengan mendatangkan tiga pemain Inggris: John Stones secara gratis, Djed Spence dari Tottenham senilai 35 juta euro, dan Curtis Jones dari Liverpool dengan nilai transfer yang hampir serupa. Selain itu, Aleksandar Stankoviฤ kembali dari masa pinjaman di Club Brugge.
Di sisi lain, Inter melepas sejumlah pemain senior seperti Yann Sommer, Matteo Darmian, Stefan de Vrij, dan Francesco Acerbi yang kontraknya habis, serta menjual Denzel Dumfries ke Real Madrid. Keputusan ini menandai perombakan besar di lini belakang, tetapi lini serang tetap dipertahankan utuhโsebuah sinyal bahwa Inter ingin menjaga ketajaman yang sudah terbukti.
Kendati diunggulkan, Inter tidak akan berjalan mulus. Gelandang Juventus asal Amerika Serikat, Weston McKennie, menilai persaingan masih terbuka. "Tim mana pun di Italia bisa menang. Inter jelas kuat dan memenanginya tahun lalu," ujarnya dalam sebuah wawancara. "Tugas kami adalah fokus pada permainan sendiri dan mencoba mengubah persepsi orang tentang kami." Pernyataan ini menegaskan bahwa para pesaing tidak gentar meski Inter difavoritkan.
Juventus, Napoli, Milan, dan Roma disebut-sebut sebagai rival utama Inter. Namun, dua klub lain patut diwaspadai: Como dan Fiorentina. Keduanya menjalani bursa transfer yang solid dan berpotensi merebut tiket empat besar, meski untuk Scudetto mungkin masih terlalu tinggi. Situasi ini mengingatkan pada dinamika Serie A yang kerap melahirkan kejutan, seperti yang terjadi pada musim-musim sebelumnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini tentu menarik untuk diikuti, terutama dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merumput di Eropa. Meski belum ada nama Indonesia yang menembus Serie A, tren ini bisa menjadi inspirasi. Selain itu, laga-laga big match antara Inter, Juventus, dan Milan selalu menghadirkan tontonan berkualitas yang dinantikan publik tanah air.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, Inter tampaknya berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar. Namun, sejarah berbicara lain: Serie A adalah liga yang sulit diprediksi. Akankah Inter memecah kebuntuan tujuh musim tanpa juara bertahan, atau justru muncul kejutan dari tim-tim di bawah? Musim 2026-27 akan menjadi jawabannya.



