Michael Olise: Bintang Baru Bayern Munchen yang Memecahkan Rekor Pele di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Olise mencatatkan tujuh assist selama Piala Dunia 2026, melampaui rekor legenda Brasil, Pele.
- Kontribusinya yang impresif membawa Bayern Munchen meraih double winner musim lalu, dengan 15 gol dan 19 assist.
- Kini, ia mengincar gelar juara Liga Champions dan trofi Supercup Jerman untuk memperkuat statusnya sebagai pemain elite dunia.

Michael Olise, winger andalan Bayern Munchen, kembali menjadi sorotan setelah penampilannya yang memukau bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026. Ia berhasil memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu edisi turnamen yang sebelumnya dipegang oleh legenda Brasil, Pele, dengan total tujuh assist. Prestasi ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling kreatif di dunia saat ini.
Perjalanan Olise dalam setahun terakhir memang luar biasa. Pada musim 2025/26, ia menjadi motor utama Bayern Munchen dalam meraih gelar ganda Bundesliga dan DFB-Pokal. Catatan 15 gol dan 19 assist di semua kompetisi menunjukkan betapa dominannya ia di lini serang. Aksi-aksinya yang spektakuler, seperti gol dari sisi kanan ke tengah melawan Mainz dan Wolfsburg, bahkan membuatnya memenangkan penghargaan Gol Terbaik Bundesliga untuk bulan April dan Mei.
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, tak ragu memuji anak asuhnya itu. Pada April lalu, ia menyatakan bahwa Olise sudah termasuk pemain terbaik dunia dan masih punya potensi berkembang lebih jauh. Pujian tersebut bukan tanpa alasan, mengingat Olise juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bundesliga musim lalu. Namun, tantangan terbesar kini menanti: membawa Bayern kembali berjaya di pentas Eropa.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Olise menjadi tontonan menarik, terutama karena ia menjadi contoh bagaimana pemain muda bisa berkembang pesat di liga top Eropa. Keberhasilannya juga mengingatkan bahwa talenta Asia Tenggara pun bisa bersaing di level tertinggi, meski masih perlu kerja keras dan konsistensi. Liga-liga Eropa seperti Bundesliga kerap menjadi barometer bagi pemain Indonesia yang bercita-cita berkarier di luar negeri.
Setelah sukses di kompetisi domestik, Olise dan Bayern kini membidik gelar Liga Champions. Musim lalu, mereka harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain di semifinal. Namun, Olise menegaskan bahwa kekalahan itu menjadi pelajaran berharga dan memotivasinya untuk tampil lebih baik. Ia bertekad membawa Bayern melangkah lebih jauh dan merebut kembali takhta Eropa yang sudah lama dinantikan.
Langkah pertama yang harus dihadapi adalah laga Supercup melawan Dortmund akhir pekan ini. Kemenangan di laga tersebut akan menjadi modal berharga untuk mengawali musim dengan percaya diri. Pertanyaannya, akankah Olise mampu mempertahankan performa gemilangnya dan mengantar Bayern meraih treble winner musim ini? Semua mata akan tertuju padanya.



