Felix Nmecha Siap Jadi Tulang Punggung Dortmund dan Jerman di Musim Baru
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Borussia Dortmund, Felix Nmecha, memasuki musim keempatnya dengan peran yang semakin sentral baik di klub maupun timnas Jerman.
- Setelah tampil impresif musim lalu dan tampil menonjol di Piala Dunia 2026, Nmecha kini dianggap sebagai salah satu pemimpin baru di ruang ganti Dortmund.
- Dengan kepergian sejumlah pemain senior dan cedera kapten tim, Nmecha dituntut untuk mengambil tanggung jawab lebih besar di tengah regenerasi skuad.

Felix Nmecha tengah bersiap mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar di Borussia Dortmund pada musim 2026/27. Gelandang berusia 25 tahun itu bukan lagi sekadar pelapis atau proyek jangka panjang, melainkan figur sentral yang diharapkan menjadi motor permainan Die Schwarzgelben sekaligus tulang punggung timnas Jerman di era kepelatihan Jürgen Klopp.
Perjalanan Nmecha di Dortmund tidak selalu mulus. Didatangkan dari Wolfsburg pada 2023 sebagai pengganti Jude Bellingham yang hengkang ke Real Madrid, musim perdananya di Signal Iduna Park berjalan pahit. Ia hanya mencatatkan 10 kali starter di Bundesliga, diganggu cedera dan inkonsistensi performa. Bahkan saat Dortmund melaju ke final Liga Champions 2023/24, ia hanya bermain 85 menit di fase gugur dan duduk di bangku cadangan pada partai puncak. Banyak yang menilai langkah Dortmund terlalu berani merekrutnya, dan Nmecha pun sadar akan beban ekspektasi yang menyertainya. "Saya memang menduga akan dibandingkan dengan Bellingham karena datang di posisi yang sama saat ia pergi. Tapi saya tidak suka membandingkan diri dengan pemain lain. Saya fokus pada diri sendiri," ujarnya kala itu, seperti dikutip laman resmi Bundesliga.
Perlahan, mentalitas itu membuahkan hasil. Musim keduanya, ia tampil 26 kali di liga, meski cedera ligamen sempat menghambat perkembangannya. Puncaknya terjadi pada musim 2025/26, ketika Dortmund mencatatkan raihan poin tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Nmecha menjadi gelandang dengan menit bermain terbanyak di semua kompetisi, bahkan setelah sempat mengalami masalah ligamen. Statistiknya pun impresif: akurasi umpan 87,97 persen, hanya kalah dari Waldemar Anton dan Nico Schlotterbeck; ia juga memenangi 237 duel, hanya dua pemain yang lebih unggul darinya. Kemampuannya melewati lawan juga menonjol dengan tingkat keberhasilan dribel 73,7 persen.
Penampilan konsisten itu meyakinkan Dortmund untuk memperpanjang kontraknya hingga 2030 pada Maret lalu. Pelatih Niko Kovač pun tak ragu memujinya: "Felix adalah pemain kunci di tim ini. Ia berada di usia yang bagus dan perlahan mencapai puncak performanya. Ia bisa lebih berbahaya di depan gawang. Kerja keras membuahkan hasil, baik untuk dirinya maupun tim." Pujian serupa datang dari Julian Nagelsmann, yang membawanya ke Piala Dunia 2026. Meski Jerman tersingkir dini di babak 32 besar, Nmecha menjadi salah satu pemain terbaik dengan mencetak gol pembuka ke gawang Curaçao, memberikan assist, serta menyumbang umpan kemenangan untuk Deniz Undav saat melawan Pantai Gading.
Kini, setelah jeda pasca-Piala Dunia, Nmecha kembali ke Dortmund dengan status yang berbeda. Ia bukan lagi pemain muda yang beradaptasi, melainkan salah satu pemimpin di ruang ganti. Kepergian Julian Brandt dan Niklas Süle, plus cedera Emre Can dan Schlotterbeck di awal musim, membuat peran seniornya semakin krusial. Dengan datangnya sejumlah pemain muda, Nmecha dituntut menjadi mentor dan panutan. Ia juga harus menjaga performa puncaknya untuk membawa Dortmund bersaing di Bundesliga dan Eropa.
Di level timnas, perubahan juga terjadi. Jürgen Klopp kini menukangi Jerman, dan Nmecha diprediksi menjadi salah satu pilar utamanya. Pertanyaannya, mampukah ia konsisten menjadi penentu kemenangan seperti yang ditunjukkan di Piala Dunia? Atau akankah tekanan baru justru menguji mentalitasnya? Musim ini akan menjadi ujian sebenarnya bagi Nmecha untuk membuktikan bahwa ia bukan sekadar pewaris nomor punggung, melainkan pemain yang mampu menuliskan namanya sendiri dalam sejarah Dortmund dan sepak bola Jerman.



