Pemain Muda Cagliari Trepy Bangkit dari Koma: Kondisi Stabil, Tanpa Gangguan Saraf
Baca dalam 60 detik
- Yael Trepy, penyerang Cagliari asal Prancis, telah sadar penuh dan menunjukkan kondisi neurologis yang baik setelah dua hari menjalani koma medis akibat insiden hampir tenggelam di kolam renang Sardinia.
- Tim medis rumah sakit Sassari berhasil menghentikan ventilasi mekanis dan menyatakan fungsi pernapasan serta kardiovaskular Trepy stabil, meski ia tetap dalam pengawasan intensif karena risiko sindrom aspirasi.
- Kesembuhan Trepy menjadi kabar melegakan bagi Cagliari dan penggemar, mengingat kontraknya baru diperpanjang hingga 2030 dan ia diproyeksikan sebagai bakat masa depan klub.

Yael Trepy, penyerang muda Cagliari, akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan. Dua hari setelah insiden hampir tenggelam di kolam renang pribadi di Porto Cervo, Sardinia, pemain berusia 20 tahun itu dilaporkan telah sadar penuh dan tidak mengalami defisit neurologis yang jelas. Kabar ini disampaikan langsung oleh rumah sakit Santissima Annunziata di Sassari melalui buletin medis resmi, Selasa waktu setempat.
Trepy sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis setelah menghirup banyak air saat berlibur akhir pekan bersama rekan setimnya, menyusul kemenangan Cagliari atas Arezzo di Coppa Italia. Ia langsung diintubasi dan menjalani CT scan dada yang mengungkap adanya cairan dalam jumlah besar di paru-parunya. Dokter kemudian memutuskan untuk menempatkannya dalam koma medis guna mengendalikan perawatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dalam perkembangan terbaru, tim medis yang dipimpin oleh Dr. Stefania Milia, direktur unit perawatan intensif, menyatakan bahwa Trepy telah diekstubasi pada Selasa sore. “Mempertahankan pertukaran oksigen yang optimal memungkinkan kami untuk menghentikan ventilasi mekanis dan melakukan ekstubasi,” ujar Milia, seperti dikutip AlfredoPedulla.com. Setelah sadar, Trepy dilaporkan “waspada dan kooperatif”, dengan kondisi pernapasan dan kardiovaskular yang stabil.
Meski demikian, Trepy masih berada di ruang perawatan intensif mengingat kondisi paru-parunya yang terkait dengan sindrom aspirasi. Ia tetap membutuhkan pemantauan klinis dan pernapasan yang ketat. Pihak klub, melalui presiden Tommaso Giulini, telah menyampaikan dukungan dan meminta privasi keluarga untuk dihormati. Belum ada pernyataan resmi mengenai jadwal pemulihan penuh atau kapan Trepy bisa kembali berlatih.
Kabar ini tentu menjadi kelegaan besar bagi Cagliari dan para penggemarnya. Trepy adalah produk akademi Cagliari sejak 2022 dan telah menunjukkan potensi besar. Ia mencetak dua gol di final Coppa Italia Primavera 2024 melawan Milan, dan pada Januari lalu melakukan debut Serie A melawan Cremonese, langsung mencetak gol penyeimbang hanya empat menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Kontraknya pun baru diperpanjang hingga 2030, menandakan kepercayaan klub terhadap masa depannya.
Peristiwa ini mengingatkan kita pada pentingnya keselamatan di kolam renang, terutama bagi atlet profesional yang sering bepergian. Di Indonesia, kasus serupa pernah terjadi, meski jarang terekspos media. Bagi klub-klub Eropa, insiden seperti ini menjadi pengingat akan perlunya protokol keselamatan yang ketat saat pemain menjalani waktu istirahat. Federasi dan klub biasanya memiliki asuransi dan prosedur darurat, tetapi kejadian di luar lapangan tetap menjadi risiko yang tak terduga.
Ke depan, pertanyaan besar adalah bagaimana pemulihan Trepy akan berlangsung dan apakah ia bisa kembali ke performa terbaiknya. Aspirasi paru-paru bisa meninggalkan dampak jangka panjang, meski dalam kasus ini dokter optimistis. Jika Trepy pulih sepenuhnya, ia akan menjadi aset berharga bagi Cagliari yang sedang membangun skuad muda. Namun, jika ada komplikasi, kariernya bisa terhambat. Publik sepak bola, terutama penggemar Cagliari, tentu berharap yang terbaik untuk pemain muda berbakat ini.



