Inter Resmi Rekrut Curtis Jones dari Liverpool: €30 Juta Plus Bonus, Bekuk Negosiasi Panjang
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengamankan jasa gelandang Inggris Curtis Jones dari Liverpool dengan nilai transfer €30 juta plus €5 juta bonus dan klausul penjualan 10 persen.
- Jones menjadi pemain ketiga skuad Inggris yang bergabung dengan Inter pada bursa musim panas ini, setelah John Stones dan Djed Spence.
- Kesepakatan ini mengakhiri kebuntuan negosiasi selama berbulan-bulan, dengan Liverpool akhirnya melunak dari tuntutan awal €40 juta.

Inter Milan resmi mengumumkan kedatangan gelandang Curtis Jones dari Liverpool pada Jumat (21/8/2026), menuntaskan salah satu saga transfer paling alot di bursa musim panas Eropa. Kesepakatan senilai €30 juta plus bonus €5 juta dan klausul penjualan 10 persen ini menjadikan Jones sebagai rekrutan ketiga pemain timnas Inggris di Giuseppe Meazza, setelah John Stones dan Djed Spence.
Negosiasi yang berlangsung berbulan-bulan ini sempat menemui jalan buntu karena Liverpool bersikukuh membanderol Jones di angka €40 juta, meski kontraknya hanya tersisa satu musim. Sikap keras The Reds akhirnya luluh setelah Inter mengajukan paket kompensasi yang lebih realistis, termasuk skema bonus yang menggiurkan dan jaminan bagi Liverpool untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan di masa depan.
Bagi Inter, langkah ini bukan sekadar menambah kedalaman skuad. Jones, yang menghabiskan seluruh kariernya di akademi Liverpool, membawa profil gelandang serbabisa yang bisa bermain di berbagai posisi lini tengah. Kedatangannya juga memperkuat nuansa Inggris di tim asuhan Simone Inzaghi, yang kini memiliki tiga pemain yang tampil di Piala Dunia 2026 untuk memperebutkan tempat di starting XI.
Jones tiba di Milan pada Kamis malam dan langsung menjalani tes medis pada Jumat pagi sebelum menandatangani kontrak jangka panjang. Klub mengonfirmasi bahwa pemain berusia 25 tahun itu akan mengenakan nomor punggung yang sebelumnya kosong, dan diperkenalkan dengan tema petualangan ala Indiana Jones—sebuah plesetan dari nama belakangnya yang langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Keputusan Liverpool melepas Jones menandai berakhirnya era salah satu produk akademi terakhir yang tersisa di skuad utama. Sebagai 'Scouser' sejati, Jones telah membela The Reds sejak usia muda dan menjadi simbol identitas lokal klub. Kepergiannya ke Serie A juga menjadi sinyal bahwa Liverpool tengah melakukan perombakan besar-besaran di lini tengah, dengan fokus pada regenerasi dan keseimbangan finansial.
Bagi pasar sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan tren klub-klub Eropa semakin agresif memanfaatkan pemain dengan kontrak hampir habis. Strategi Inter yang berani menawar di bawah harga pasar, namun tetap memberikan nilai jangka panjang, bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara yang ingin bersaing di kancah regional. Selain itu, meningkatnya jumlah pemain Inggris di Serie A juga berpotensi meningkatkan minat penonton Indonesia terhadap liga Italia, yang selama ini identik dengan gaya taktis dan pertahanan ketat.
Dengan kontrak hingga 2031, Inter tidak hanya membeli pemain untuk musim depan, tetapi juga investasi jangka panjang. Pertanyaannya, apakah Jones mampu beradaptasi dengan cepat dengan ritme Serie A yang lebih lambat namun taktis? Atau akankah ia menjadi pionir gelombang baru pemain Inggris yang sukses di Italia, seperti yang dilakukan David Beckham di AC Milan? Hanya waktu yang akan membuktikan, tetapi langkah ini jelas menunjukkan ambisi Inter untuk terus bersaing di papan atas Eropa.



