Juara Wimbledon Jannik Sinner Dipastikan Absen di AS Terbuka 2025 karena Cedera Lutut
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, mengonfirmasi mundur dari AS Terbuka 2025 akibat cedera lutut kanan yang belum pulih total.
- Keputusan ini diambil setelah latihan intensif di Monte Carlo menunjukkan bahwa ia membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, menyusul gelar Wimbledon yang diraihnya pada Juli lalu.
- Absennya Sinner membuka peluang besar bagi petenis lain seperti Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic untuk merebut gelar Grand Slam di Flushing Meadows.

Jannik Sinner, petenis peringkat satu dunia asal Italia, memastikan dirinya tidak akan tampil pada ajang AS Terbuka 2025 yang akan digelar di New York akhir bulan ini. Cedera lutut kanan yang dideritanya sejak beberapa pekan terakhir memaksanya mengambil keputusan sulit untuk mundur, sebuah pukulan telak bagi turnamen Grand Slam penutup musim tersebut.
Petenis berusia 25 tahun itu terakhir kali berlaga di lapangan saat mengangkat trofi Wimbledon pada Juli lalu. Sejak saat itu, ia belum pernah tampil dalam turnamen resmi apa pun. Dalam pernyataan resminya, Sinner mengungkapkan bahwa meski telah bekerja keras bersama tim dan staf medis, kondisinya belum cukup pulih untuk bersaing di level tertinggi. "Kami telah kembali ke lapangan di Monte Carlo beberapa hari terakhir dan menyadari bahwa saya masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih dari masalah lutut kanan saya," ujarnya.
Keputusan ini tentu menjadi kekecewaan besar bagi Sinner, yang mengaku New York memiliki tempat istimewa di hatinya. "Saya sangat sedih dan kecewa," tambahnya. Ini adalah kali kedua dalam kariernya ia melewatkan Grand Slam karena cedera, setelah sebelumnya absen di Prancis Terbuka 2023. Namun, yang lebih penting, absennya Sinner mengubah peta persaingan di Flushing Meadows.
Dengan mundurnya Sinner, persaingan di puncak klasemen ATP semakin terbuka. Carlos Alcaraz, yang baru saja meraih gelar di Cincinnati, menjadi unggulan utama. Novak Djokovic, yang tahun ini tampil konsisten, juga dianggap sebagai kandidat kuat. Sementara itu, petenis muda seperti Holger Rune dan Ben Shelton berpeluang menembus babak akhir. Para analis menilai bahwa tanpa Sinner, turnamen ini akan menjadi ajang pembuktian bagi generasi baru.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, absennya Sinner tentu mengurangi daya tarik AS Terbuka. Namun, ini juga menjadi kesempatan untuk menyaksikan persaingan yang lebih ketat. Selain itu, jadwal pertandingan yang disiarkan langsung di berbagai platform digital tetap bisa dinikmati. Bagi para petenis Indonesia, momen ini menjadi pengingat bahwa manajemen cedera dan pemulihan yang tepat adalah kunci untuk bertahan di level tertinggi.
Pertanyaannya kini, akankah Sinner kembali ke puncak performa setelah pulih? Atau justru ini menjadi awal dari pergeseran kekuasaan di dunia tenis putra? Yang jelas, AS Terbuka tahun ini akan menjadi panggung bagi siapa pun yang siap mengambil alih tahta.



