TNI Kuasai Wilayah Maybrat, Dua Anggota OPM Tewas dan Senjata Api Disita
Baca dalam 60 detik
- Koops TNI Habema berhasil menguasai Distrik Aifat Selatan, Maybrat, dari kelompok OPM Kodap Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem.
- Dua anggota OPM tewas dalam kontak tembak, sementara satu revolver, 10 amunisi, HT, dan bendera Bintang Kejora diamankan.
- Panglima Koops TNI Habema menegaskan operasi tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan membuka ruang dialog bagi anggota yang masih bertahan.

Satuan gabungan Koops TNI Habema yang terdiri dari Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir berhasil menguasai wilayah Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, dari kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya. Operasi yang digelar Sabtu (3/10/2026) itu menewaskan dua anggota kelompok pimpinan Manfred Fatem, yakni Arso Aisnak dan Yohanes Ky, serta menyita sejumlah barang bukti.
Menurut Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, penguasaan wilayah tersebut merupakan rangkaian patroli keamanan rutin untuk melindungi warga dan menciptakan kondisi kondusif bagi pembangunan. Ia menyatakan bahwa operasi dilakukan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai aturan yang berlaku.
Keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi dan intelijen lapangan yang mendeteksi pergerakan kelompok tersebut. Tim gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi sasaran untuk mengeksekusi tindakan yang telah direncanakan. Selain menewaskan dua anggota, petugas masih memburu anggota lain yang melarikan diri ke hutan dan pegunungan.
Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menegaskan bahwa setiap operasi di lapangan senantiasa berpedoman pada asas kehati-hatian, profesionalisme, serta penghormatan atas nilai kemanusiaan. "Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit. Namun, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan harus berdasarkan aturan dan prosedur," ujarnya.
Riyanto juga mengimbau anggota OPM yang masih bertahan agar menghentikan tindakan meresahkan dan memilih jalan damai untuk kembali ke NKRI. "Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan," katanya.
Koops TNI Habema menegaskan bahwa penugasan TNI di Tanah Papua tidak sekadar menjaga stabilitas keamanan, melainkan juga memfasilitasi iklim kondusif agar masyarakat dapat beraktivitas, memajukan perekonomian, serta merasakan manfaat pembangunan. Hingga kini, tim gabungan terus menyisir area untuk menangkap sisa anggota OPM Kodap Sorong Raya yang kabur.
Operasi di Maybrat ini menjadi salah satu dari sekian banyak upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua. Pendekatan yang mengedepankan kehati-hatian dan penghormatan hak asasi manusia menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mendorong penyelesaian konflik secara damai. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan dapat mempercepat terciptanya stabilitas di wilayah Papua Barat Daya, sekaligus membuka ruang dialog bagi mereka yang ingin kembali ke pangkuan NKRI.



