John Cena Bertahan di WWE: Kesetiaan pada Vince McMahon di Tengah Badai Skandal
Baca dalam 60 detik
- John Cena menegaskan tidak menyesali hubungan dengan Vince McMahon meski mantan bos WWE itu tersandung tuduhan pelecehan seksual.
- Kesetiaan Cena pada WWE dan McMahon dinilai sebagai bagian dari identitasnya sebagai 'company man' yang sulit dilepaskan.
- Langkah Cena menyambut Matchbox: The Movie di Apple TV menjadi ujian apakah loyalitasnya menggerus daya tariknya di Hollywood.

John Cena kembali menjadi sorotan setelah secara terbuka menyatakan tidak merasa bersalah atas persahabatannya dengan Vince McMahon, mantan Chairman dan CEO WWE yang mengundurkan diri pada Januari 2024 akibat rentetan tuduhan pelecehan seksual. Dalam wawancara menjelang perilisan film terbarunya, Matchbox: The Movie, aktor berusia 49 tahun itu menegaskan bahwa kesetiaan bukan sesuatu yang bisa ditawar hanya karena badai menerpa.
Pernyataan itu muncul ketika Cena mempromosikan film yang diadaptasi dari merek mainan mobil Mattel untuk Apple TV. Alih-alih menghindari topik McMahon, ia justru memilih bersikap lugas. "Saya tidak punya rasa bersalah atau malu atas persahabatan dan hubungan saya dengan Vince McMahon," ujarnya, sembari menyadari bahwa pernyataan tersebut akan dikutip luas. Menurutnya, mencintai seseorang yang tidak sempurna adalah hal yang wajar.
McMahon meninggalkan WWE dan induk perusahaannya, TKO Group Holdings, setelah Janel Grant, mantan karyawan WWE, mengajukan gugatan yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual, memaksa tindakan seksual, mengirim gambar eksplisit tanpa izin, dan menyerahkannya kepada pihak lain. McMahon membantah seluruh tuduhan. Pada Juni, litigasi antara McMahon, WWE, dan Grant dipindahkan ke arbitrase privat atas kesepakatan semua pihak.
Bagi Cena, McMahon bukan sekadar atasan. Ia adalah mentor yang membuka jalan karier dan menjadi keluarga kedua di tengah kehidupan sirkus WWE pada era 2000-an. Karena itu, ketika ditanya soal kemungkinan dampak buruk pada citranya, Cena memilih bertahan. Ia bahkan menyebut dirinya sedang menjalani prinsip di tengah apa yang disebutnya sebagai "badai".
"Tidak apa-apa mencintai seseorang ketika mereka tidak sempurna." โ John Cena
Kesetiaan semacam ini bukan hal baru bagi Cena. Ia lahir di West Newbury, Massachusetts, pada 1977, sebagai salah satu dari lima bersaudara dalam keluarga yang harus berhemat. Ia mengidolakan Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, dan Bruce Willis, tetapi juga menyukai hip-hop yang membuatnya jadi sasaran perundungan. Alih-alih membalas permusuhan, ia justru tampil lebih mencolok dan membangun tubuh kekar sebagai tameng. Pada 1999, ia pindah ke California dengan modal sekitar 500 dolar, bekerja di Gold's Gym dengan upah enam dolar per jam, dan sempat tidur di belakang mobil Lincoln tahun 1991.
Debutnya di WWF pada 2000 sebagai The Prototype hanya memberinya 250 dolar per minggu dan membuatnya berutang. Namun Cena menyadari bahwa kerugian jangka pendek bisa menjadi keuntungan jangka panjang. "Saya cukup jeli mengenali kapan keberuntungan datang," katanya. Selama 24 tahun ia menjadi bintang WWE, masa yang ia sebut sebagai "pelayanan". Karakternya sebagai anak Massachusetts berseragam jersey yang pandai battle rap melekat kuat, bahkan hingga membuatnya tidak memiliki hak atas nama John Cena. WWE/TKO disebut telah menginvestasikan ratusan juta dolar untuk membangun properti intelektual tersebut.
Meski begitu, Cena menolak anggapan bahwa ia berkorban. "Saya lebih suka memakai kata pilihan. Ketika kita mengatakan ya pada sesuatu, kita mengatakan tidak pada segala hal lain," ujarnya. Ia menyerahkan hak atas namanya demi kesempatan hidup sesuai impian.
Selama lebih dari satu dekade, Cena menjadi ikon maskulinitas Amerika pasca-9/11. Donald Trump bahkan pernah tampil rutin di WWE, termasuk mencukur rambut McMahon setelah memenangi WrestleMania. Namun Cena kemudian membuktikan dirinya sama piawai dalam menertawakan citra itu. Setelah peran-peran aksi yang kurang menggigit, ia dipilih Judd Apatow untuk Trainwreck (2015) sebagai pria berotot yang berusaha menakutkan tetapi justru terdengar homoerotik. Sejak itu, ia memerankan Peacemaker dan tampil memikat sebagai merman di Barbie.
Di Matchbox: The Movie, Cena berperan sebagai Sean, agen rahasia yang seluruh hidupnya adalah pertunjukan. Ia mengaku lega karena mobil-mobil dalam film itu bukan fokus utama. "Bagaimana seseorang yang merasa selalu diawasi bertindak di tempat umum? Itu yang saya sedikit pahami," ujarnya. Peran ini seolah cermin dari kehidupannya sendiri.
Namun Cena enggan dijadikan poster gerakan maskulinitas positif. "Daripada mengambil kendali sebuah gerakan, saya hanya berusaha menjadi diri sendiri," katanya. Ia menilai selera pasar atas sosok lelaki tertentu hanyalah soal permintaan dan penawaran. "Saran saya: ambil saja," ujarnya.
Kontroversi bukan hal asing. Pada 2021, saat mempromosikan Fast & Furious 9, ia menyebut Taiwan sebagai "negara". Publik China marah, dan Cena merekam permintaan maaf dalam bahasa Mandarin. Di AS, video itu dibaca sebagai capitulasi pada kekuatan ekonomi China. Ia mengaku terlalu percaya diri dan takut kehilangan pekerjaan yang dicintainya. Refleks loyalitas yang sama membawanya tampil di berbagai acara di Arab Saudi. "WWE menawarkan bahasa diplomasi universal," katanya.
Di balik kesetiaannya, Cena tegas soal batas pribadi. Ia tidak ingin punya anak karena komitmennya pada karier. Dari 2002 hingga 2015, ia hanya berada di rumah sekitar 15 hari setahun, dan kini sekitar 70 hari. Pertunangannya dengan pegulat Nikki Bella berakhir pada 2018, sebagian besar karena perbedaan soal anak. Cena yang telah menjalani vasektomi sempat menawarkan pembalikan, tetapi hubungan itu tetap berakhir.
Ia menikah dengan Shay Shariatzadeh, manajer produk teknologi asal Kanada-Iran, pada 2020. "Saya punya koneksi penuh kasih yang tidak dilihat orang," ujarnya. Cena tetap tercatat sebagai brand ambassador WWE, cerminan rasa terima kasihnya, sekaligus transisi yang belum tuntas dari dunia gulat ke kehidupan sipil.
Selanjutnya, ia akan membintangi One Attempt Remaining, komedi arahan Kay Cannon. Ia berperan sebagai salah satu pihak dalam pasangan bercerai yang bekerja sama mencari kata sandi akun kripto bernilai jutaan. Jika Dwayne Johnson telah menjadi merek yang melampaui dunia gulat, Cena tampaknya tidak akan pernah sepenuhnya lepas dari persona WWE-nya.
Pertanyaannya, akankah kesetiaan buta pada perusahaan yang tengah tersandung skandal justru menjadi bumerang bagi karier Hollywood Cena? Ataukah publik justru menghargai konsistensi seorang "company man" di era yang serba transaksional?



