Siswa Jepang Bangun Gundam Karton Setinggi 3,5 Meter untuk Festival Sekolah: Bukti Popularitas Anime yang Tak Luntur
Baca dalam 60 detik
- Sembilan siswa di Fukuoka menghabiskan dua minggu merakit replika Gundam dari karton setinggi 3,5 meter, dipandu seniman karton berusia 72 tahun.
- Karya tersebut akan dipamerkan di festival budaya sekolah pada 31 Agustus, bersamaan dengan penampilan atlet BMX peringkat tiga Asia.
- Fenomena ini menegaskan daya tahan waralaba Gundam yang telah berusia hampir setengah abad, dengan film terbarunya ditonton lebih dari 3 juta orang.

YANAGAWA โ Sebuah replika robot Gundam setinggi 3,5 meter yang seluruhnya terbuat dari karton akan menjadi daya tarik utama festival budaya SMA Yanagawa di Prefektur Fukuoka, Jepang, pada 30โ31 Agustus mendatang. Proyek ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan buah dedikasi sembilan siswa penggemar berat anime legendaris itu yang menghabiskan dua minggu untuk merakitnya di bawah bimbingan seniman karton berusia 72 tahun, Susumu Ogawa.
Ogawa, yang dikenal luas berkat kreasi seni karton bertema Gundam selama menjadi guru di Miyagi, kembali membagikan keahliannya kepada generasi muda. Bagi para siswa, proyek ini menjadi ajang pembuktian bahwa keterampilan tangan dan imajinasi masih relevan di tengah gempuran teknologi digital. "Saya bangga dengan hasilnya. Orang-orang akan terkesima saat melihatnya," ujar Kotaro Tanaka, siswa tahun pertama, dengan penuh percaya diri. Sementara itu, Airi Kido, siswa tahun kedua, berharap pameran ini dapat menarik lebih banyak perempuan untuk mencintai Gundam, yang selama ini sering dianggap sebagai anime khusus laki-laki.
Fenomena Gundam memang telah melampaui sekadar tontonan. Sejak pertama kali tayang di televisi pada 1979, waralaba ini terus memikat lintas generasi. Film terbarunya, "Mobile Suit Gundam SEED Freedom", yang dirilis pada 2024, sukses menarik lebih dari 3 juta penonton di Jepang. Angka ini membuktikan bahwa cerita tentang perang, kemanusiaan, dan teknologi yang diusung Gundam tetap relevan, bahkan di era anime modern yang serba cepat.
Bagi Indonesia, popularitas Gundam juga memiliki resonansi tersendiri. Komunitas penggemar anime di Tanah Air kerap menggelar acara serupa, mulai dari kontes membuat model plastik (gunpla) hingga pameran kostum. Kehadiran replika karton raksasa ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk mengembangkan kreativitas siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menggabungkan seni, teknik, dan budaya pop. Lebih dari itu, proyek semacam ini mengajarkan nilai kolaborasi dan ketelitian, keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa depan.
Festival budaya SMA Yanagawa sendiri akan dibuka untuk umum mulai pukul 13.00 hingga 20.00 waktu setempat pada 31 Agustus. Selain replika Gundam, acara ini juga akan menampilkan atraksi dari Shoa Matsumoto, siswa tahun kedua yang meraih peringkat ketiga pada Kejuaraan BMX Freestyle Asia 2025. Kombinasi antara seni, olahraga, dan budaya ini menunjukkan bahwa festival sekolah di Jepang bukan hanya ajang pameran, tetapi juga ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi bakat di luar kurikulum akademik.
Keberhasilan proyek Gundam karton ini memunculkan pertanyaan menarik: akankah fenomena serupa menjamur di negara lain, termasuk Indonesia, sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya pop Jepang? Atau justru menjadi pemicu bagi lahirnya kreasi orisinal yang terinspirasi dari warisan lokal? Yang jelas, semangat para siswa Yanagawa membuktikan bahwa dengan bahan sederhana sekalipun, imajinasi dan kerja keras dapat menghasilkan karya yang mengagumkan.



