Elvin Ng Euthanasi Anjing Kesayangan Usia 17 Tahun: 'Aku Merasa Gagal Merawatnya'
Baca dalam 60 detik
- Aktor Singapura Elvin Ng mengumumkan kematian anjing peliharaannya, Bagel, melalui Instagram setelah mengambil keputusan sulit untuk eutanasia.
- Bagel, anjing beagle senior yang diadopsi Elvin saat berusia delapan tahun, telah menjadi bagian dari keluarganya selama sembilan tahun dan mengalami penurunan kesehatan yang signifikan.
- Keputusan ini memicu refleksi tentang tanggung jawab pemilik hewan peliharaan dan pentingnya kualitas hidup di masa tua, yang relevan dengan tren kepemilikan hewan di Indonesia.

Aktor Mediacorp, Elvin Ng, mengumumkan kepergian anjing kesayangannya, Bagel, pada usia 17 tahun melalui unggahan Instagram yang menyentuh. Keputusan untuk melakukan eutanasia diambil setelah berkonsultasi dengan dokter hewan, mengingat kondisi kesehatan Bagel yang terus menurun dan diperkirakan hanya memiliki hitungan hari untuk hidup.
Bagel, seekor beagle senior, diadopsi Elvin dari Voices for Animals (VFA) ketika usianya sudah menginjak delapan tahun. Selama sembilan tahun bersama, Elvin menyaksikan bagaimana Bagel yang awalnya pendiam perlahan-lahan menjadi anjing yang ceria dan penuh semangat. Namun, usia tua membawa berbagai penyakit, termasuk masalah kulit yang kambuhan, yang membuat kualitas hidupnya menurun drastis.
Dalam unggahannya, Elvin menggambarkan Bagel sebagai pejuang sejati yang tidak pernah mengeluh meski harus menjalani berbagai perawatan. "Dia adalah anjing yang pemberani, tangguh, dan sederhana. Hidupnya tidak selalu mudah, tapi dia beagle yang tangguh yang tidak pernah meringis kesakitan atau merengek saat disuntik," tulisnya. Meski tubuhnya semakin lemah, mata Bagel tetap jernih dan waspada hingga akhir hayatnya.
Keputusan untuk mengakhiri hidup Bagel bukanlah hal yang mudah bagi Elvin. Ia bahkan mengaku merasa bersalah karena merasa belum memberikan perawatan terbaik di masa tua Bagel. "Aku merasa bersalah, karena aku merasa bisa melakukan yang lebih baik untuknya di tahun-tahun terakhirnya, karena dia tidak bisa berada di kamar terlalu sering karena masalah kulitnya yang kambuh," ungkapnya dalam Instagram Story. Perasaan bersalah ini menjadi bagian dari duka yang mendalam, meskipun ia tahu keputusan tersebut adalah yang terbaik untuk mengurangi penderitaan Bagel.
Kepergian Bagel juga menyoroti isu yang lebih luas tentang tanggung jawab pemilik hewan peliharaan, terutama dalam menghadapi penuaan hewan kesayangan. Di Indonesia, tren kepemilikan hewan peliharaan terus meningkat, namun kesadaran akan perawatan hewan senior masih rendah. Banyak pemilik yang tidak siap menghadapi biaya perawatan yang meningkat atau keputusan sulit seperti eutanasia. Menurut data dari Asosiasi Dokter Hewan Indonesia, hanya sebagian kecil pemilik yang rutin memeriksakan kesehatan hewan peliharaan mereka, terutama yang sudah berusia lanjut.
Elvin juga menerima dukungan dari rekan-rekan artis Singapura seperti Zoe Tay, Desmond Tan, dan Felicia Chin, yang membanjiri kolom komentar dengan ucapan belasungkawa. Namun, di tengah duka, Elvin memilih untuk mengenang pelajaran berharga yang diajarkan Bagel tentang ketangguhan dan kesederhanaan. "Jika ada kehidupan lain, aku harap kamu bisa menikmati hidup yang lebih bahagia dan lebih mudah. Aku belajar banyak darimu dan semangatmu yang pantang menyerah, Bagel," tulisnya.
Kisah Elvin Ng dan Bagel menjadi pengingat bahwa memiliki hewan peliharaan adalah komitmen jangka panjang yang penuh tanggung jawab. Di Indonesia, dengan meningkatnya popularitas adopsi hewan, penting bagi pemilik untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahap kehidupan hewan, termasuk masa tua. Pertanyaannya, apakah pemilik hewan di Indonesia sudah cukup siap secara finansial dan emosional untuk menghadapi situasi serupa? Kisah ini mungkin menjadi refleksi bagi banyak orang untuk lebih menghargai setiap momen bersama hewan kesayangan mereka.



