Kembalinya Duo Williams Berakhir Dramatis: Kalah di Tie-Break Cincinnati Open
Baca dalam 60 detik
- Serena dan Venus Williams harus mengakui keunggulan pasangan Kostyuk/Stearns pada babak pertama ganda putri Cincinnati Open, Jumat (16/8).
- Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi ajang reuni pertama keduanya sejak US Open 2022, sekaligus uji kesiapan menuju Grand Slam terakhir musim ini.
- Kekalahan ini menegaskan bahwa meski usia bukan penghalang, konsistensi tetap menjadi tantangan terbesar bagi petenis senior seperti Williams bersaudara.

Reuni dramatis Serena dan Venus Williams di lapangan ganda putri harus berakhir dengan kekalahan tipis. Bertanding sebagai wild card di Cincinnati Open, Kamis (15/8) waktu setempat, keduanya takluk 2-6, 6-1, 10-8 dari pasangan Ukraina-Amerika, Marta Kostyuk dan Peyton Stearns, pada babak pertama. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian penggemar yang ingin melihat aksi kedua saudara kandung itu bersama lagi setelah dua tahun terpisah.
Pertandingan yang berlangsung di Amerika Serikat itu menyajikan drama yang tidak biasa. Setelah tampil kurang meyakinkan di set pembuka, Williams bersaudara bangkit dan mendominasi set kedua. Namun, pada super tie-break penentu, mereka sempat tertinggal jauh 0-6 sebelum mencoba mengejar. Sempat memangkas jarak menjadi 8-7 berkat dua kali kesalahan servis ganda Kostyuk, akhirnya Venus melakukan double fault di momen krusial yang mengakhiri perlawanan mereka.
Bagi Serena, yang kini berusia 44 tahun, pertandingan ini adalah yang keempat sejak kembali ke tur WTA musim panas ini. Sementara Venus, 46 tahun, mengaku keputusan untuk bermain ganda lagi adalah pilihan yang tepat. "Akhirnya kami menemukan jalan untuk kembali bersama," ujarnya. "Sudah lama sekali kami tidak bermain bersama. Sangat menyenangkan bisa turun ke lapangan dan melakukannya lagi."
Serena menegaskan bahwa tujuan utamanya bukanlah gelar juara. "Saya datang ke sini bukan untuk memenangkan turnamen ini. Menang tentu luar biasa, tetapi dalam posisi seperti ini, yang terpenting adalah menikmati permainan. Sungguh keren bisa melakukan ini lagi," katanya. Meski demikian, kekalahan ini tetap menyisakan pertanyaan tentang kesiapan mereka menatap US Open yang akan bergulir mulai 30 Agustus mendatang.
Kostyuk dan Stearns, yang baru pertama kali tampil bersama, mengakui bahwa penonton mendapat tontonan terbaik. "Penonton mendapat pertunjukan yang hebat. Mereka mungkin tidak bisa meminta yang lebih baik lagi. Pada akhirnya, tie-break itu seperti lotere. Kamu tidak pernah tahu hasilnya akan ke mana," ujar Kostyuk. Mereka selanjutnya akan berhadapan dengan unggulan ketiga, Guo Hanyu dan Kristina Mladenovic.
Bagi penggemar tenis Indonesia, kembalinya Williams bersaudara selalu menjadi momen nostalgia. Keduanya adalah ikon global yang menginspirasi banyak petenis Asia, termasuk Indonesia, untuk berani bermimpi. Meski usia bukan lagi muda, semangat mereka membuktikan bahwa tenis adalah olahraga yang bisa dinikmati sepanjang hayat. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah ini akan menjadi penampilan terakhir mereka bersama? Atau justru menjadi awal dari babak baru yang lebih panjang?
Dengan US Open di depan mata, publik menantikan apakah Serena dan Venus akan kembali berduet di Flushing Meadows. Jika ya, mereka tentu akan menjadi sorotan utama, bukan hanya karena nama besar, tetapi juga karena cerita perjuangan yang mereka bawa. Satu hal yang pasti: setiap penampilan mereka kini adalah hadiah bagi dunia tenis.



