Loh Kean Yew Tersingkir Lagi di Kejuaraan Dunia, Kali Ini oleh Victor Lai
Baca dalam 60 detik
- Pebulu tangkis Singapura, Loh Kean Yew, kembali menelan kekalahan dari Victor Lai di babak 16 besar Kejuaraan Dunia BWF, dengan skor identik dengan pertemuan mereka tahun lalu.
- Kemenangan ini menegaskan kebangkitan Lai, yang kini berada di peringkat 7 dunia dan telah merebut gelar Indonesia Open, sementara Loh masih berkutat di level Super 750.
- Kekalahan ini meninggalkan tanda tanya besar bagi konsistensi Loh di turnamen besar, sekaligus membuka peluang bagi wakil Indonesia, Jonatan Christie, di perempat final.

Kekalahan kembali menghampiri Loh Kean Yew di Kejuaraan Dunia BWF. Pada babak 16 besar yang berlangsung di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, Kamis (20/8), tunggal putra Singapura itu takluk dari Victor Lai asal Kanada dengan skor 20-22, 18-21. Ini adalah kekalahan kedua Loh dari Lai di ajang yang sama, setelah sebelumnya ia juga kalah dengan skor identik di perempat final tahun lalu.
Pertemuan kali ini menjadi pembuktian bahwa Lai bukan lagi pemain kejutan. Sejak meraih perunggu di Kejuaraan Dunia 2025, pemain berusia 21 tahun itu melesat ke peringkat 7 dunia dan menjuarai Indonesia Open Super 1000 pada Juni lalu. Sementara itu, pencapaian terbaik Loh pada 2026 hanyalah menjadi finalis Singapore Open Super 750. Perbedaan level turnamen yang mereka menangkan menunjukkan jarak yang semakin melebar di antara keduanya.
Laga berjalan ketat sejak awal. Lai tampil sabar dan konsisten, membuat Loh frustrasi. Namun, mantan juara dunia 2021 itu sempat bangkit dari ketertinggalan 5-11 di interval gim pertama menjadi unggul 16-12. Sayangnya, kesalahan-kesalahan sendiri di poin-poin krusial membuat keunggulan itu sirna. Loh bahkan sempat menyelamatkan dua game point, tetapi Lai tetap mampu menutup gim pertama dengan kemenangan.
Di gim kedua, permainan berjalan lebih seimbang. Loh sempat memimpin 14-10, tetapi serangkaian pengembalian yang keluar lapangan membuat keunggulannya menguap. Lai mengambil alih kendali permainan dan mengunci tiket ke perempat final. Di babak berikutnya, Lai akan berhadapan dengan Jonatan Christie (unggulan ketiga asal Indonesia) atau Rasmus Gemke dari Denmark. Christie sendiri melaju setelah mengalahkan rekan senegara Loh, Jason Teh, di babak 32 besar.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Loh yang berstatus mantan juara dunia. Namun, jika dilihat dari perspektif Indonesia, hasil ini justru membuka peluang bagi Jonatan Christie untuk melaju lebih jauh. Christie, yang merupakan unggulan ketiga, memiliki rekor bagus melawan pemain-pemain muda seperti Lai. Meski demikian, Lai bukan lawan yang mudah; ia telah membuktikan diri mampu mengalahkan pemain top dunia.
Perjalanan Loh di turnamen ini sebenarnya tidak buruk. Ia melewati dua ronde awal dengan kemenangan meyakinkan atas Brian Yang dan Lee Cheuk Yiu. Namun, kegagalan di babak 16 besar kembali menggarisbawahi inkonsistensinya di turnamen besar. Pertanyaannya, apakah ini akhir dari era kejayaan Loh, atau justru awal dari kebangkitan Lai sebagai kekuatan baru di bulu tangkis dunia? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi yang jelas, persaingan di tunggal putra semakin ketat dan menarik untuk diikuti.



