Harga Emas Antam Jumat Pagi Stabil di Rp2,725 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak
Baca dalam 60 detik
- Harga emas batangan Antam pada Jumat pagi bertahan di level Rp2,725 juta per gram, sementara harga buyback juga tidak berubah di Rp2,585 juta per gram.
- Stabilitas harga ini terjadi di tengah fluktuasi pasar logam mulia global, dengan selisih antara harga jual dan buyback mencapai Rp140 ribu per gram.
- Investor perlu mencermati skema pajak PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, yang dapat memengaruhi imbal hasil investasi.

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Jumat pagi, 21 Maret 2025, tercatat tidak mengalami perubahan, tetap di level Rp2.725.000 per gram. Pantauan dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 09.07 WIB menunjukkan harga jual emas Antam untuk ukuran 1 gram masih berada di angka yang sama dengan perdagangan sebelumnya, sementara harga buyback juga stabil di posisi Rp2.585.000 per gram.
Stabilitas harga ini menarik dicermati di tengah gejolak pasar logam mulia global yang kerap dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta dinamika geopolitik. Meski harga emas Antam cenderung mengikuti pergerakan harga emas dunia, pada hari ini pasar tampak memilih wait and see. Selisih antara harga jual dan buyback yang mencapai Rp140.000 per gram juga menjadi indikator bahwa Antam masih menerapkan margin yang relatif lebar, yang lazim digunakan untuk menutup biaya produksi dan distribusi.
Bagi investor ritel di Indonesia, emas Antam kerap menjadi pilihan utama lantaran sertifikatnya yang diakui dan likuiditasnya yang tinggi. Namun, perlu dipahami bahwa setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan pajak ini langsung dikurangkan dari total nilai transaksi saat penjualan kembali dilakukan. Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, pemerintah menerapkan PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di laman resmi Logam Mulia.
Kebijakan perpajakan ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang ingin memaksimalkan keuntungan. Sebagai contoh, jika seseorang menjual emas senilai Rp50 juta, maka pajak yang harus ditanggung mencapai Rp750.000. Angka ini tentu akan mengurangi margin keuntungan, terutama bagi mereka yang berinvestasi dalam jangka pendek. Oleh karena itu, analis menyarankan agar investor menghitung secara cermat potensi imbal hasil bersih setelah memperhitungkan pajak dan selisih harga jual-beli.
Berikut adalah daftar lengkap harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran pada Jumat ini:
Untuk ukuran terkecil, emas 0,5 gram dibanderol Rp1.412.500, sementara ukuran 2 gram dihargai Rp5.390.000. Semakin besar ukuran, semakin rendah harga per gramnya. Misalnya, emas 10 gram dijual Rp26.745.000, sedangkan ukuran 100 gram mencapai Rp266.712.000. Untuk ukuran 1.000 gram atau 1 kilogram, harganya menembus Rp2,665 miliar. Variasi harga ini menunjukkan bahwa Antam menerapkan skema harga yang lebih efisien untuk pembelian dalam jumlah besar, yang kerap dimanfaatkan oleh investor institusional.
Konteks domestik menunjukkan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang populer di Indonesia, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat bahwa permintaan emas batangan dari masyarakat cenderung meningkat saat terjadi gejolak pasar. Namun, dengan suku bunga acuan yang masih relatif tinggi, sebagian investor mungkin lebih memilih instrumen lain seperti obligasi negara atau deposito. Pertanyaannya, akankah stabilitas harga emas Antam ini bertahan lama atau hanya jeda sesaat sebelum koreksi lebih dalam?



