Newcastle Gelontorkan Rp590 Miliar untuk Wilfried Singo, Rekor Penjualan Galatasaray Terancam Pecah
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United resmi mengajukan tawaran โฌ40 juta untuk bek serba bisa Galatasaray, Wilfried Singo, yang berpotensi menjadi transfer termahal dalam sejarah klub Turki itu.
- Singo, yang baru bergabung dengan Galatasaray musim panas lalu, masih terikat kontrak hingga 2030, memberi posisi tawar kuat bagi klub Istanbul tersebut.
- Kedatangan pemain Pantai Gading ini dinilai sebagai jawaban atas kebutuhan lini belakang Newcastle yang menua, dengan Schar dan Burn yang sudah berusia 34 tahun.

Newcastle United dikabarkan telah mengirimkan tawaran senilai โฌ40 juta atau sekitar Rp590 miliar kepada Galatasaray untuk mengamankan jasa bek sayap Wilfried Singo. Jika kesepakatan terwujud, pemain internasional Pantai Gading itu akan memecahkan rekor penjualan termahal klub raksasa Turki tersebut, melampaui transfer Sacha Boey ke Bayern Munich pada musim panas 2024.
Langkah ini diambil di tengah musim panas yang penuh gejolak bagi The Magpies. Selain kehilangan sejumlah pilar utama, manajer Eddie Howe juga memutuskan hengkang pada akhir Juli. Kapten Kieran Trippier telah pergi dengan status bebas transfer ke Wolverhampton Wanderers, sementara Newcastle telah mendatangkan Amar Dedic dari Benfica sebagai pengganti di posisi bek kanan. Namun, minat terhadap Singo tetap menguat, mengindikasikan bahwa lini belakang menjadi prioritas utama perombakan skuad.
Singo, yang kini berusia 25 tahun, bergabung dengan Galatasaray dari AS Monaco pada musim panas lalu. Meski hanya tampil dalam 19 pertandingan liga musim lalu akibat cedera, dengan catatan dua gol dan dua assist, ia tetap menunjukkan kualitasnya saat diberi kesempatan. Rata-rata kontribusi defensifnya mencapai 7,6 per 90 menit, tertinggi kedua di skuad Galatasaray, dan ia juga tampil dalam tujuh laga Liga Champions. Penampilannya di Piala Dunia 2022 bersama Pantai Gading juga menambah nilai jualnya.
Menurut laporan dari Turki yang dikutip Sport Witness, tawaran Newcastle disebut-sebut sebagai tawaran 'rekor' bagi Galatasaray. Namun, pihak klub Istanbul tidak terburu-buru melepas pemain yang masih terikat kontrak hingga 2030. Posisi tawar mereka kuat, dan mereka dapat menahan pemainnya dengan harga lebih tinggi, mengingat Singo baru satu musim membela klub dan masih memiliki masa depan panjang.
Kebutuhan Newcastle akan pemain bertahan muda semakin mendesak. Fabian Schar dan Dan Burn, dua bek tengah andalan, kini sama-sama berusia 34 tahun dan kontraknya hanya tersisa satu tahun lagi. Singo, yang juga bisa dimainkan sebagai bek tengah, menawarkan solusi jangka panjang dengan usia yang hampir sepuluh tahun lebih muda. Fleksibilitasnya ini dipuji oleh banyak pengamat, termasuk Ben Mattinson, scout Como, yang menyebutnya sebagai "atlet luar biasa, dominan di udara, dan cepat" โ kualitas yang sangat dibutuhkan di Premier League.
Bagi Galatasaray, menjual Singo dengan harga fantastis dapat menjadi suntikan dana segar untuk memperkuat skuad mereka di bawah pelatih Matthias Jaissle. Namun, kehilangan pemain sekaliber Singo tentu akan meninggalkan lubang di lini pertahanan. Keputusan ini menjadi dilema klasik antara keuntungan finansial dan ambisi kompetitif.
Di sisi lain, langkah Newcastle ini menunjukkan ambisi mereka untuk tetap kompetitif di papan atas Premier League meski dihantam badai transfer. Dengan mendatangkan pemain muda berbakat seperti Singo, mereka berinvestasi untuk masa depan. Pertanyaannya, apakah Galatasaray akan menerima tawaran tersebut atau memilih mempertahankan aset berharganya? Keputusan ini akan menjadi ujian bagi kedua klub dalam menghadapi bursa transfer yang semakin kompetitif.



