Makhachev Pertahankan Gelar UFC 330: Rekor 17 Kemenangan Beruntun, Garry Gagal Kudeta
Baca dalam 60 detik
- Islam Makhachev menang angka mutlak atas Ian Machado Garry di UFC 330, Philadelphia, sekaligus memecahkan rekor 17 kemenangan beruntun di UFC.
- Garry sempat merepotkan di ronde ketiga, tetapi gaya gulat dominan Makhachev kembali menjadi pembeda di ronde-ronde akhir.
- Kemenangan ini memperkuat dominasi Makhachev di divisi welterweight dan membuka peluang superfight melawan petarung top lainnya.

Islam Makhachev kembali membuktikan superioritasnya di oktagon. Pada ajang UFC 330 yang berlangsung di Philadelphia, Minggu dini hari WIB, petarung asal Rusia itu sukses mempertahankan sabuk juara kelas welter setelah menundukkan penantang asal Irlandia, Ian Machado Garry, lewat keputusan mutlak tiga juri. Kemenangan ini sekaligus mencatatkan rekor baru UFC: 17 kemenangan beruntun, melampaui catatan sebelumnya yang dipegang oleh petarung legendaris.
Pertarungan lima ronde berjalan ketat dan penuh taktik. Garry, yang unggul secara postur dan jangkauan, berkali-kali merepotkan sang juara. Namun, keunggulan Makhachev dalam grappling menjadi pembeda. Sejak ronde pertama, ia berulang kali membawa pertarungan ke lantai, meski Garry menunjukkan pertahanan yang solid dengan bangkit kembali tanpa cedera berarti.
Momen krusial terjadi di ronde kedua ketika Makhachev melancarkan tendangan tinggi ke kepala Garry yang membuat lawannya sempat goyah. Namun, Garry yang berusia 28 tahun itu mampu bertahan dan kembali berdiri. Memasuki ronde ketiga, Garry mulai menemukan ritme. Ia melancarkan serangan-serangan keras ke tubuh dan kaki Makhachev, untuk sementara mampu menghindari takedown. Sayangnya, Makhachev kembali beralih ke strategi gulatnya yang menyesakkan di ronde keempat, mengembalikan kendali pertarungan ke tangannya.
Di ronde pamungkas, Garry yang tampaknya membutuhkan kemenangan dengan KO atau submission tampil habis-habisan. Namun, Makhachev yang berpengalaman mampu bertahan dan memastikan kemenangan lewat skor mutlak. "Ian adalah petarung hebat dan pribadi yang baik. Saya sangat menghormatinya. Dia membuat saya kesulitan, tapi saya tetap membuktikan diri di setiap pertarungan. Terima kasih untuk laga ini," ujar Makhachev dalam wawancara usai pertarungan, seperti dikutip dari laporan resmi UFC.
Kemenangan ini kian mengukuhkan posisi Makhachev sebagai salah satu petarung terbaik dunia saat ini. Dengan rekor 17 kemenangan beruntun, ia kini sejajar dengan nama-nama besar seperti Anderson Silva dan Kamaru Usman. Pertanyaannya, siapa lawan berikutnya? Spekulasi tentang superfight melawan petarung kelas ringan atau bahkan naik kelas untuk menantang juara di divisi yang lebih tinggi pun mulai mengemuka.
Bagi penggemar MMA di Indonesia, kemenangan Makhachev menegaskan bahwa penguasaan grappling masih menjadi fondasi utama dalam MMA modern. Gaya gulat yang dominan, seperti yang ditunjukkan Makhachev, kerap menjadi mimpi buruk bagi petarung dengan gaya striking. Hal ini juga menjadi pelajaran berharga bagi petarung Indonesia yang ingin berkiprah di kancah internasional: penguasaan dasar gulat dan pertahanan takedown adalah kunci untuk bersaing di level tertinggi.
Dengan kemenangan ini, Makhachev tidak hanya mempertahankan gelar, tetapi juga memperkuat warisannya. Pertarungan berikutnya diprediksi akan menjadi salah satu yang paling dinanti, baik melawan penantang nomor satu maupun petarung dari divisi lain yang ingin menguji kehebatannya. Satu hal yang pasti, Makhachev telah membuktikan bahwa ia adalah raja sejati di divisinya.



