9 Gelar Dipertaruhkan dalam Kartu Tinju Terbesar di Quebec City 8 Oktober
Baca dalam 60 detik
- Osleys Iglesias mempertahankan sabuk IBF dan IBO melawan Oliver Zaren yang belum terkalahkan dalam duel utama Eye of the Tiger, 8 Oktober.
- Sebanyak sembilan gelar juara diperebutkan, menjadikannya kartu tinju dengan titel terbanyak dalam sejarah promosi tersebut.
- Pertarungan disiarkan langsung melalui platform Punching Grace, dengan sesi konferensi pers dan timbang badan resmi digelar di Videotron Centre.

Promotor tinju Eye of the Tiger (EOTTM) akan menggelar kartu pertandingan bersejarah di Théâtre Capitole, Quebec City, pada 8 Oktober mendatang. Sedikitnya sembilan sabuk juara akan dipertaruhkan dalam satu malam, menjadikannya sebagai kartu dengan titel terbanyak yang pernah dipromotori EOTTM. Duel utama mempertemukan juara dunia super-middleweight terpadu, Osleys Iglesias, yang mempertahankan gelar IBF dan IBO melawan penantang peringkat lima yang belum terkalahkan, Oliver Zaren.
Iglesias, yang berasal dari Kuba namun berbasis di Kanada, akan menghadapi ujian berat dari Zaren. Penantang asal Denmark itu memiliki rekor tanpa cela dan menempati posisi lima besar dalam peringkat IBF. Laga ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua petinju dengan gaya bertarung agresif, dan menjadi momen krusial bagi Iglesias untuk membuktikan statusnya sebagai penguasa divisi super-middleweight.
Pada partai pendamping utama, petinju tuan rumah Wilkens Mathieu akan mempertaruhkan gelar NABF melawan penantang berbahaya dari Rusia, Vladimir Shishkin. Shishkin dikenal memiliki pukulan keras dan pengalaman internasional, sehingga Mathieu tidak bisa menganggap enteng. Sementara itu, juara Bas-Saint-Laurent Leïla Beaudoin akan melakukan pertahanan pertama gelar dunia interim WBA melawan penantang peringkat dua, Brisa Alfonzo. Laga ini menjadi kesempatan Beaudoin untuk memperkuat posisinya di kancah tinju dunia wanita.
Kartu ini juga menampilkan sejumlah nama beken. Peraih medali Olimpiade, Imam Khataev, akan berhadapan dengan mantan juara dunia Padraig McCrory. Duel antara Dzmitry Asanau dan Luis Santana menjadi pertarungan internal EOTTM pertama dalam lebih dari lima tahun. Kemudian, petarung dari Thetford Mines, Thomas Chabot, akan mempertahankan gelar kontinental WBC melawan Jose Antonio Sanchez. Petinju Trois-Rivières, Daylen Pepin, juga akan tampil, begitu pula Jacob Blais dari Terrebonne yang akan menghadapi Yoan Trottier dari Quebec City dalam laga pembuka yang bertajuk duel lokal.
"Kami ingin memberikan yang terbaik bagi para penggemar tinju. Sembilan gelar dalam satu malam adalah bukti komitmen kami untuk menyajikan pertarungan berkualitas," ujar perwakilan Eye of the Tiger dalam keterangan resminya.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, kartu ini bisa disaksikan melalui platform streaming Punching Grace. Meski tidak ada petinju Indonesia yang tampil, pertarungan ini tetap menarik untuk diikuti karena menampilkan sejumlah petinju kelas dunia. Apalagi, Iglesias adalah salah satu juara dunia yang tengah naik daun dan kerap disebut sebagai calon lawan masa depan bagi bintang-bintang tinju lainnya. Selain itu, keberadaan sembilan gelar dalam satu malam menunjukkan bahwa promotor berani mengambil risiko besar untuk menyajikan tontonan berkualitas, sesuatu yang jarang terjadi di kancah tinju regional.
Dari sisi bisnis, kesuksesan acara ini bisa menjadi tolok ukur bagi promotor lain, termasuk di Asia Tenggara, bahwa menggabungkan banyak gelar dalam satu kartu dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual. Namun, tantangannya adalah memastikan setiap laga tetap kompetitif dan tidak sekadar formalitas. Jika berhasil, model ini bisa ditiru untuk mengangkat popularitas tinju di kawasan yang sedang tumbuh seperti Indonesia.
Dengan sembilan gelar dipertaruhkan, malam 8 Oktober nanti berpotensi menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kalender tinju tahun ini. Akankah Iglesias dan para juara lainnya mampu mempertahankan sabuk mereka, atau justru terjadi kejutan besar? Jawabannya akan terungkap di atas ring Théâtre Capitole.



