Burnham Buka Opsi Inggris Gabung Uni Eropa: Dari Bertahan Hingga 'All the Way'
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan Inggris tengah mengevaluasi berbagai kemungkinan hubungan dengan Uni Eropa, termasuk tetap seperti sekarang, bergabung dengan serikat pabean, kembali ke pasar tunggal, atau menjadi anggota penuh.
- Pernyataan ini menandai pergeseran dari manifesto Partai Buruh 2024 yang secara eksplisit menolak kembali ke pasar tunggal, serikat pabean, dan kebebasan bergerak.
- Pemerintah berjanji akan memaparkan pilihan-pilihan tersebut menjelang KTT Inggris-UE pada November, sambil mempertimbangkan dampaknya terhadap perekonomian dan kerja sama migrasi.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham secara terbuka menyatakan bahwa negaranya dapat "melangkah sejauh mungkin" dengan bergabung kembali ke Uni Eropa, membuka pintu bagi peninjauan ulang garis merah Partai Buruh pasca-Brexit. Dalam serangkaian wawancara setelah pidato emosional di konferensi partai, Burnham mengungkapkan bahwa Brexit telah menyebabkan "lebih banyak kerugian daripada manfaat", sehingga pemerintahannya kini mempertimbangkan berbagai opsi hubungan dengan Brussels.
Burnham menegaskan bahwa Inggris dapat mempertahankan pengaturan saat ini, mencari serikat pabean, kembali ke pasar tunggal, atau "melangkah sejauh mungkin" yang berarti keanggotaan penuh di UE. Berbicara kepada BBC, ia menyebut para menteri akan mengkaji "apa yang bisa dilakukan" dan "pro dan kontra" dari setiap opsi. "Kita bisa tetap seperti sekarang. Itu jelas sebuah opsi, jika masyarakat menganggap ini tempat yang tepat. Kita bisa melihat apa yang dikatakan George Osborne tentang serikat pabean, apa yang dikatakan Partai Liberal Demokrat tentang pasar tunggal, atau kita bisa melangkah sejauh mungkin," ujarnya kepada Radio 4 Today.
Pernyataan ini merupakan perubahan signifikan dari posisi Partai Buruh dalam pemilu 2024, yang secara tegas menolak kembali ke pasar tunggal atau serikat pabean, serta memulihkan kebebasan bergerak. Serikat pabean akan membawa Inggris lebih dekat dengan UE dalam perdagangan barang, dengan tarif yang sama untuk impor dari negara lain, menghilangkan hambatan dagang yang dihadapi bisnis setelah Brexit. Namun, langkah itu tidak dengan sendirinya mengembalikan Inggris ke pasar tunggal yang lebih luas atau menghapus semua pemeriksaan perbatasan. Jika Inggris bergabung kembali ke pasar tunggal, itu akan menjadi langkah besar yang mengharuskan negara itu menerima penyelarasan lebih dekat dengan aturan UE.
Burnham belum menetapkan jadwal atau rincian spesifik, namun "melangkah sejauh mungkin" berarti mempertimbangkan keanggotaan UE. Ia melangkah lebih jauh dalam wawancara Rabu dibandingkan pidato konferensinya, di mana ia mengatakan Inggris tidak bisa terus menghindari keputusan tentang hubungan jangka panjang dengan mitra dagang terbesarnya. "Kita sudah terjebak. Negara ini tidak berjalan untuk rakyat seperti seharusnya," katanya kepada BBC Breakfast. Ia berjanji akan memaparkan pilihan-pilihan yang dihadapi negara sekitar KTT Inggris-UE pada November.
"Saya tidak bisa mengatakan bahwa posisi kita saat ini sudah cukup baik. Brexit telah membawa lebih banyak kerugian daripada manfaat. Saya akan memanfaatkan momen KTT untuk memaparkan kepada Anda, kepada negara, apa yang saya yakini sebagai opsi berbeda untuk hubungan jangka panjang Inggris dengan mitra Eropa kita."
โ Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris
Dalam pidatonya di Liverpool, Burnham berargumen bahwa keluarnya Inggris dari UE telah melemahkan kerja sama dengan negara-negara Eropa dalam menangani migrasi. Ia menekankan bahwa KTT akan menilai bagaimana kedua pihak dapat bekerja lebih erat. Sementara itu, Inggris akan kembali mengikuti skema Erasmus+ pada 2027, dan UE telah mengizinkan pembicaraan tentang hubungan pasar listrik yang lebih erat, dengan negosiasi perdagangan pangan dan mobilitas pemuda masih berlangsung.
Di sisi lain, Burnham lebih berhati-hati ketika ditanya tentang bantuan bagi rumah tangga dalam anggaran menjelang musim dingin dan kenaikan biaya energi serta bahan bakar. Ia mengatakan sedang mempertimbangkan "segala hal yang mungkin membantu rakyat", termasuk apakah akan membatalkan rencana kenaikan pajak bahan bakar. "Pertanyaan saya adalah: 'Berapa banyak yang mampu saya tanggung?'" ujarnya. Menteri Keuangan John Healey menegaskan "disiplin fiskal" akan menjadi inti anggaran, meskipun ada seruan untuk memberikan lebih banyak bantuan biaya hidup.
Konteks Indonesia
Bagi Indonesia, perkembangan ini memiliki implikasi signifikan. Inggris adalah mitra dagang penting dan tujuan investasi. Jika Inggris bergabung kembali dengan UE atau membentuk serikat pabean, hal itu dapat mengubah lanskap perdagangan global, termasuk akses pasar bagi produk Indonesia ke Inggris dan UE. Indonesia perlu mencermati apakah perubahan ini akan menciptakan peluang atau tantangan bagi ekspor dan kerja sama ekonomi, terutama di sektor-sektor seperti kelapa sawit, tekstil, dan elektronik. Selain itu, dinamika geopolitik di Eropa dapat memengaruhi posisi Indonesia dalam forum multilateral dan negosiasi perdagangan bebas.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa jauh pemerintah Inggris akan melangkah dan bagaimana respons UE. Apakah opsi-opsi ini akan menjadi kenyataan atau hanya retorika politik menjelang pemilu? Yang jelas, debat tentang Brexit dan hubungan Inggris-UE kembali memanas, dan dunia akan menyaksikan apakah Inggris benar-benar akan "melangkah sejauh mungkin" atau tetap bertahan di posisinya saat ini.



