Uji Ganda Lawan Como: Iraola Nilai Liverpool Butuh Konsistensi Sebelum Premier League
Baca dalam 60 detik
- Liverpool akan menghadapi Como dua kali dalam sehari, menjadi ujian terakhir pramusim sebelum melawan Newcastle pada 23 Agustus.
- Manajer Andoni Iraola mengakui timnya belum stabil, terlihat dari kekalahan dari Leeds dan Monaco, dan menekankan pentingnya kerja keras.
- Kedatangan Ronald Araujo dari Barcelona diharapkan memperkuat lini belakang, sementara Mac Allister kembali setelah Piala Dunia.

Liverpool memasuki pekan terakhir pramusim dengan ujian ganda melawan Como, Minggu (17/8). Manajer Andoni Iraola menilai laga kontra tim Serie A itu menjadi tolok ukur kesiapan timnya sebelum bersua Newcastle United pada laga pembuka Premier League, 23 Agustus mendatang.
Dua pertandingan melawan Como akan digelar dalam satu hari, dengan satu laga tertutup di belakang pintu tertutup dan satu lagi di Anfield. Ini merupakan simulasi sempurna untuk menguji kedalaman skuad, terutama setelah Liverpool menelan dua kekalahan pramusim dari Leeds United dan AS Monaco.
Iraola mengambil sisi positif dari kekalahan 3-2 melawan Monaco pekan lalu, tetapi ia tidak menutup mata terhadap masalah konsistensi. "Masalah yang kami hadapi, seperti saat melawan Leeds di Chicago, adalah kami tidak mampu mempertahankan level permainan. Itu hanya bisa diperbaiki dengan waktu dan kerja keras di lapangan latihan," ujarnya kepada kanal resmi klub.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa ia sudah sering berbicara tentang tipe tim yang diinginkannya, soal intensitas, niat, dan energi. "Masih banyak yang harus ditingkatkan, tapi saya yakin kami bergerak ke arah yang benar," tambahnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa proses pembangunan tim masih berjalan, dan hasil pramusim bukanlah segalanya.
Kabar baik datang dari lini tengah. Gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, telah kembali berlatih setelah Piala Dunia 2026. Kehadirannya memberi Iraola opsi penuh di skuad utama. Namun, ia menekankan bahwa kini giliran para pemain untuk menunjukkan performa konsisten di lapangan.
Di lini pertahanan, Liverpool mendapatkan tambahan tenaga dengan datangnya bek Uruguay, Ronald Araujo, yang dipinjam dari Barcelona selama semusim. Iraola menyambut positif kedatangan pemain berlabel internasional itu. "Saya yakin dia akan cepat beradaptasi dan memberikan dampak positif bagi skuad," katanya. Araujo diharapkan menjadi tembok kokoh di belakang, mengingat pengalamannya di La Liga dan pentas internasional.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persiapan Liverpool ini menarik untuk disimak. Bagaimana tidak, Premier League selalu menjadi liga yang paling banyak ditonton di Tanah Air. Konsistensi yang ditekankan Iraola menjadi kunci, terutama di era di mana persaingan gelar semakin ketat. Liverpool musim lalu finis di posisi ketiga, dan dengan tambahan Araujo serta kembalinya Mac Allister, mereka layak diperhitungkan.
Namun, tantangan tetap ada. Jadwal padat dan ekspektasi tinggi dari suporter The Reds menjadi tekanan tersendiri. Apakah Liverpool mampu bersaing dengan Manchester City dan Arsenal? Atau justru akan kembali terseok di tengah musim seperti beberapa tahun terakhir? Pertanyaan ini yang akan terjawab seiring berjalannya kompetisi.
Dengan uji coba melawan Como, Iraola punya kesempatan terakhir untuk meramu strategi sebelum laga resmi. Jika Liverpool mampu tampil konsisten dalam dua laga tersebut, itu akan menjadi sinyal positif. Sebaliknya, jika kembali inkonsisten, alarm bahaya akan berbunyi lebih awal. Publik sepak bola Indonesia pun akan menanti, apakah The Reds bisa langsung tancap gas di St James' Park nanti.



