Odegaard Bangkit dari Cedera: Arsenal Kini Punya 'Rekrutan Baru' di Lini Tengah?
Baca dalam 60 detik
- Penampilan impresif Martin Odegaard di Community Shield menandai kebangkitan kapten Arsenal setelah musim penuh cedera.
- Kedatangan Bruno Guimaraes menambah kedalaman skuad, memicu persaingan sehat di lini tengah The Gunners.
- Jika Odegaard mampu menjaga kebugaran, Arsenal berpotensi tampil lebih dominan di Premier League musim ini.

Martin Odegaard tampil memukau saat Arsenal menghancurkan Manchester City 3-0 pada Community Shield di Cardiff, Minggu (10/8). Performa man-of-the-match itu menjadi sinyal kuat bahwa gelandang Norwegia tersebut telah pulih dari musim yang penuh cedera dan siap kembali menjadi motor serangan The Gunners.
Musim lalu, meski Arsenal sukses mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun, Odegaard tidak mampu tampil konsisten. Cedera lutut dan bahu memaksanya hanya tampil 16 kali sebagai starter di liga, dengan kontribusi satu gol dan tujuh assist—catatan terburuknya sejak bergabung permanen dari Real Madrid pada 2021-22. Kritik pun bermunculan, bahkan ada perdebatan di kalangan mantan pemain mengenai kelayakannya sebagai kapten.
Namun, penampilannya di Cardiff seolah menjawab semua keraguan. Selain mencetak gol ketiga Arsenal yang brilian dengan tipuan yang memperdaya kiper City, Gianluigi Donnarumma, Odegaard juga unggul dalam berbagai statistik: 55 dari 58 umpan sukses, tiga dribel berhasil, dan sembilan kali memenangkan penguasaan bola. Angka-angka itu menunjukkan seorang playmaker yang kembali menemukan ritme terbaiknya.
Kebangkitan Odegaard tidak lepas dari suntikan motivasi baru. Setelah melewati musim yang sulit, ia menutup musim dengan gelar juara dan penampilan gemilang bersama Norwegia di Piala Dunia, di mana ia mencatatkan empat assist dalam lima pertandingan. "Musim lalu benar-benar perjuangan berat dengan banyak momen sulit. Melewatkan banyak pertandingan karena cedera sangat membuat frustrasi," ujarnya. "Ini adalah hal terburuk bagi seorang pesepakbola. Saya merasa baik dan siap tampil lagi."
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyambut positif kondisi Odegaard. "Dia melewatkan lima atau enam bulan karena berbagai hal, dan sangat sulit baginya untuk mendapatkan momentum. Saya yakin jika kami bisa menjaganya tetap fit dan tersedia, kita akan melihat Martin yang sangat berbeda," kata Arteta. "Saya merasakan sejak hari pertama dia bergabung dengan latihan pramusim bahwa dia memiliki motivasi ekstra untuk membuktikan sesuatu."
Persaingan di lini tengah Arsenal musim ini semakin ketat dengan kedatangan Bruno Guimaraes seharga £75 juta. Gelandang Brasil itu langsung menunjukkan kualitasnya dalam 45 menit debutnya. Dengan opsi seperti Odegaard, Guimaraes, Declan Rice, Martin Zubimendi, Myles Lewis-Skelly, Eberechi Eze, dan Mikel Merino, lini tengah The Gunners disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia. Merino bahkan menyebutnya "mungkin yang terbaik di sepak bola".
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Arsenal, yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, kini memiliki skuad yang lebih dalam dan seimbang. Jika Odegaard mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Arsenal akan menjadi kandidat kuat mempertahankan gelar dan bersaing di Liga Champions. Pertanyaannya, mampukah ia menjaga kebugarannya sepanjang musim yang padat?



