Sunderland Siap Pecahkan Rekor Transfer demi Geny Catamo, Winger Anyar Bergaya Enzo Le Fee
Baca dalam 60 detik
- Sunderland mengincar winger Sporting, Geny Catamo, dengan tawaran hingga £34 juta yang sudah dua kali ditolak.
- Catamo dinilai sebagai solusi tepat untuk meningkatkan produktivitas lini serang Sunderland yang hanya mencetak 42 gol musim lalu.
- Potensi transfer ini bisa memecahkan rekor pembelian termahal klub dan menandai ambisi besar Sunderland di Premier League.

Sunderland dilaporkan siap memecahkan rekor transfer klub demi mendatangkan winger Sporting CP, Geny Catamo, sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Black Cats untuk memperkuat lini serang mereka yang dinilai kurang tajam pada musim lalu.
Menurut laporan media Portugal, A Bola, Sunderland telah mengajukan tawaran hingga £34 juta untuk pemain berusia 25 tahun asal Mozambik itu, namun dua kali ditolak oleh Sporting. Meski demikian, negosiasi masih terus berlanjut, dan Sporting dikabarkan khawatir Sunderland akan mengaktifkan klausul rilis Catamo yang mencapai £51 juta. Angka tersebut jauh melampaui rekor transfer klub saat ini, yaitu £27 juta untuk Habib Diarra, serta sekitar £30 juta untuk bek anyar Dayann Methalie yang sedang dalam proses penyelesaian.
Kebutuhan Sunderland akan penyerang sayap kanan memang mendesak. Pada musim 2025/26, hanya Enzo Le Fee yang tampil konsisten sebagai kreator serangan dengan torehan enam gol dan enam assist dari posisi gelandang serang. Sementara itu, winger murni seperti Chemsdine Talbi hanya mampu mencetak empat gol dan satu assist sepanjang musim. Ketajaman lini depan yang minim—hanya 42 gol dalam 38 pertandingan Premier League—menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih Regis Le Bris.
Kehadiran Catamo diharapkan mampu mengubah dinamika serangan Sunderland. Berbeda dengan Talbi yang bertumpu pada kaki kanan, Catamo adalah pemain kidal yang lihai memotong dari sayap kanan ke tengah. Profil ini memberi dimensi baru bagi lini serang Sunderland yang selama ini mudah ditebak lawan. Catamo juga memiliki naluri gol yang baik, terbukti dari catatan 12 gol dan sejumlah peluang emas yang ia ciptakan di liga musim lalu—lebih banyak dari pemain Sunderland mana pun selain Le Fee.
Konsistensi Catamo juga tidak perlu diragukan. Pada musim 2024/25, ia mencetak tujuh gol dan menciptakan sembilan peluang emas untuk Sporting, termasuk satu gol di Liga Champions. Musim ini, ia langsung mencatatkan dua assist dalam dua pertandingan pembuka liga. Data xA (expected assists) sebesar 3.92 menunjukkan bahwa kreativitasnya sering kali tidak berbanding lurus dengan jumlah assist yang ia dapatkan, karena penyelesaian akhir rekan setimnya yang kurang optimal.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Sunderland ini menarik untuk dicermati. Jika transfer ini terwujud, ia akan menjadi salah satu pembelian termahal klub Inggris musim panas ini. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana Sunderland mengelola ekspektasi setelah musim debut yang impresif di Premier League—finis di posisi ketujuh dan lolos ke Liga Europa. Pembelian pemain mahal seperti Catamo menunjukkan bahwa klub tidak ingin berpuas diri dan berambisi untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Dari sisi strategi, perekrutan Catamo juga bisa menjadi sinyal bahwa Sunderland ingin membangun skuad yang lebih dalam untuk menghadapi padatnya jadwal Eropa. Dengan minimal delapan pertandingan Liga Europa, rotasi pemain menjadi kunci. Catamo, dengan kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang, bisa menjadi aset berharga dalam skema Le Bris.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah Sunderland berani membayar £51 juta untuk seorang pemain yang belum teruji di Premier League? Catamo memang tampil gemilang di Liga Portugal, tetapi level kompetisi yang berbeda bisa menjadi tantangan tersendiri. Keputusan ini akan menjadi ujian bagi ambisi Sunderland dan ketajaman mata para perekrutnya.



