Newcastle Kian Dekat Rekrut Bek Benfica, Amar Dedic: Jawaban atas Kepergian Trippier?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United tengah menegosiasikan transfer bek kanan Benfica, Amar Dedic, dengan nilai sekitar 30 juta poundsterling.
- Kedatangan Dedic diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kieran Trippier dan memperkuat lini belakang jelang laga pembuka melawan Liverpool.
- Jika transfer tuntas, Dedic berpotensi langsung dimainkan karena Tino Livramento masih cedera, menjadi sorotan bagi pengamat sepak bola Indonesia yang mengikuti perkembangan Liga Inggris.

Newcastle United dilaporkan telah memasuki tahap lanjut negosiasi dengan Benfica untuk merekrut bek kanan asal Bosnia-Herzegovina, Amar Dedic. Langkah ini diambil sebagai respons atas kepergian Kieran Trippier yang hengkang ke Wolverhampton Wanderers dengan status bebas transfer pada bursa musim panas ini.
Dedic, yang kini berusia 23 tahun, bukanlah nama asing bagi manajer Newcastle, Matthias Jaissle. Keduanya pernah bekerja sama di Red Bull Salzburg, di mana Dedic menjadi bagian penting dalam skuad yang mempertahankan gelar Bundesliga Austria pada 2023. Reuni ini diyakini menjadi salah satu faktor kunci yang memperlancar proses transfer, selain kebutuhan mendesak Newcastle akan pengganti Trippier di sisi kanan pertahanan.
Menurut kabar yang beredar, nilai transfer Dedic diperkirakan mencapai 30 juta poundsterling. Angka tersebut dinilai sepadan dengan potensi dan usia pemain yang masih muda. Jika kesepakatan rampung, Dedic bisa langsung diplot untuk tampil pada laga pembuka Newcastle melawan Liverpool pada 23 Agustus mendatang. Hal ini semakin mungkin terjadi mengingat Tino Livramento, yang menjadi opsi utama di posisi tersebut, masih dalam masa pemulihan cedera betis yang didapatnya saat membela Timnas Inggris pada Juni lalu.
Kualitas Dedic tidak perlu diragukan lagi. Ia telah mengoleksi 31 caps bersama tim nasional Bosnia-Herzegovina dan menjadi starter dalam tiga dari empat pertandingan negaranya di Piala Dunia. Statistiknya di Primeira Liga musim lalu juga impresif: ia menempati peringkat kedua di antara bek kanan untuk jumlah membawa bola ke sepertiga akhir lapangan (49 kali), serta peringkat ketiga untuk progressive carries (202) dan total carries (325). Data ini menunjukkan bahwa Dedic bukan sekadar bek bertahan, melainkan juga memiliki kontribusi ofensif yang signifikan.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti. Newcastle, yang kini berada di bawah kepemilikan Arab Saudi, tengah membangun proyek ambisius. Kehadiran pemain seperti Dedic menunjukkan keseriusan mereka dalam bersaing di papan atas Liga Inggris. Selain itu, transfer ini juga menjadi sorotan karena melibatkan pemain yang pernah bermain di kompetisi Austria, yang mungkin menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia yang bermimpi berkarier di Eropa.
Manajer Jaissle sendiri dikabarkan telah menyadari kebutuhan timnya setelah kekalahan dalam laga uji coba melawan Everton. Ia menilai skuadnya masih membutuhkan tambahan amunisi di lini belakang. Dengan potensi kedatangan Dedic, diharapkan lini pertahanan Newcastle menjadi lebih solid dan siap menghadapi tantangan musim ini.
Jika transfer ini terwujud, pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat Dedic bisa beradaptasi dengan ritme Premier League yang jauh lebih keras dibandingkan liga Portugal. Akankah ia langsung menjadi pilihan utama, atau justru butuh waktu untuk menemukan performa terbaiknya? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.



