Rashford Kembali, tetapi Kekalahan 4-2 dari AC Milan Buka Celah Pertahanan MU
Baca dalam 60 detik
- Marcus Rashford tampil perdana untuk Manchester United sejak Desember 2024, menandai babak baru di bawah asuhan Michael Carrick.
- Kekalahan 4-2 dari AC Milan menyoroti kerapuhan lini belakang MU, terutama saat menghadapi serangan balik cepat dan perpindahan bola ke sisi kanan.
- Masa depan Rashford di Old Trafford masih belum jelas menjelang penutupan bursa transfer 1 September, dengan laga melawan Hull City menjadi ujian sesungguhnya.

Marcus Rashford akhirnya kembali merumput bersama Manchester United dalam laga uji coba terakhir melawan AC Milan di Wroclaw, Polandia. Namun, kepulangan sang penyerang sayap itu tidak mampu menghindarkan Setan Merah dari kekalahan telak 4-2, sebuah hasil yang menjadi peringatan dini bagi Michael Carrick menjelang dimulainya Premier League.
Dalam pertandingan yang berlangsung ketat, United sempat unggul dua kali melalui Patrick Dorgu dan Harry Maguire. Namun, pertahanan yang rapuh membuat Milan mampu membalikkan keadaan. Tiga dari empat gol Milan lahir dari jarak dekat, menunjukkan betapa mudahnya lini belakang United ditembus. Ruben Loftus-Cheek bahkan mampu berlari bebas melewati Lisandro Martinez sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper Senne Lammens.
Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi Carrick. Pelatih asal Inggris itu mengakui performa timnya jauh dari kata memuaskan. "Kami kecewa dengan hasil hari ini. Kami tidak bermain baik. Tidak ada alasan," ujarnya kepada MUTV. Pernyataan tegas tersebut mengindikasikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi sebelum menghadapi Hull City pada laga pembuka musim.
Salah satu sorotan utama adalah celah di sisi kanan pertahanan United. Luke Shaw yang bermain penuh terlihat kewalahan menutup ruang gerak pemain Milan yang kerap berpindah bola ke sisi tersebut. Kurangnya dukungan dari gelandang membuat area tersebut menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan. Selain itu, Andrey Santos, rekrutan anyar musim panas ini, juga memperlihatkan ketidakdewasaan dalam mengambil keputusan, sebuah pelajaran berharga bagi pemain muda Brasil tersebut.
Di sisi lain, kehadiran Rashford menjadi secercah harapan. Pemain berusia 28 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-60, menggantikan Dorgu. Meski tidak mencetak gol, aksinya yang berani melewati lawan di dekat corner flag sempat memancing decak kagum penonton. Rashford tampil solid, meski tidak spektakuler, dan itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa ia siap bersaing memperebutkan tempat di tim utama.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa persaingan di Premier League musim ini akan semakin ketat. MU yang tengah dalam masa transisi harus segera menemukan konsistensi jika ingin bersaing di papan atas. Pertanyaan besarnya, akankah Carrick mampu meramu strategi yang tepat untuk menambal kebocoran di lini belakang? Atau justru Rashford yang akan menjadi solusi kejutan di lini depan?
Dua laga Premier League melawan Hull City dan Ipswich Town akan menjadi ujian nyata bagi skema Carrick. Keputusan terkait masa depan Rashford juga akan menentukan arah tim. Jika ia bertahan, kehadirannya bisa menjadi pembeda. Namun, jika hengkang, United harus segera mencari pengganti yang setara. Satu hal yang pasti, tekanan akan semakin besar di Old Trafford jika hasil buruk kembali terulang.



