Krisis Gelandang Manchester City: Empat Kandidat Pengganti Rodri yang Siap Rebut Posisi
Baca dalam 60 detik
- Manchester City mulai memetakan calon pengganti Rodri setelah menolak tawaran Barcelona senilai Rp760 miliar untuk pemain berusia 30 tahun itu.
- Enzo Maresca, manajer anyar The Citizens, mengincar Enzo Fernandez dari Chelsea sebagai prioritas utama, meski harus merogoh kocek hingga Rp2,4 triliun.
- Kepergian Rodri berpotensi memicu perombakan besar di lini tengah City, dengan sejumlah nama seperti Bouaddi, Scott, dan Mac Allister juga masuk radar.

Enzo Maresca baru enam pekan menjabat sebagai manajer Manchester City, namun ia sudah dihadapkan pada keputusan krusial: menentukan siapa yang akan mengisi posisi gelandang bertahan andalan, Rodri, yang santer dikabarkan hengkang ke Spanyol. Kepergian kapten timnas Spanyol yang juga peraih Ballon d'Or itu akan menjadi pukulan telak bagi skuad asal Manchester, mengingat kontribusinya yang sangat vital sejak bergabung tujuh musim lalu.
Rodri, yang kini berusia 30 tahun, berada di tahun terakhir kontraknya. City telah menolak tawaran Barcelona senilai ยฃ38,5 juta (sekitar Rp760 miliar), sementara Real Madrid juga dikabarkan tertarik. Meski sempat mengalami cedera ligamen lutut yang mengganggu performanya, Rodri kembali menunjukkan kelasnya dengan membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia musim panas lalu. Kepergiannya tentu akan meninggalkan lubang besar yang tak mudah ditambal.
Maresca, yang sebelumnya menukangi Chelsea, tampaknya sudah memiliki daftar calon pengganti. Prioritas utamanya adalah Enzo Fernandez, gelandang Argentina yang pernah dilatihnya di Stamford Bridge. Namun, Chelsea membanderol Fernandez dengan harga selangit, ยฃ120 juta (sekitar Rp2,4 triliun), angka yang cukup berat mengingat City baru saja menggelontorkan dana besar untuk Elliot Anderson. Fernandez, yang berusia 25 tahun, dikenal sebagai pemain dengan visi bermain tajam dan kemampuan mencetak gol, terbukti dengan 15 gol dan 7 assist musim lalu.
Selain Fernandez, City juga memantau sejumlah nama lain. Ayyoub Bouaddi, gelandang muda Maroko berusia 18 tahun dari Lille, menjadi kandidat menarik dengan harga estimasi ยฃ85 juta (sekitar Rp1,7 triliun). Gaya bermainnya yang tenang dan cerdas dalam mengatur ritme permainan dianggap mirip dengan Rodri. Sementara itu, Alex Scott dari Bournemouth, yang berusia 22 tahun, juga masuk radar. Scott memiliki energi dan kemampuan membawa bola yang cocok dengan gaya permainan Maresca yang mengedepankan penguasaan bola. Bournemouth sendiri telah menolak tawaran ยฃ64 juta dari Chelsea, menunjukkan betapa sulitnya mendapatkan pemain Inggris ini.
Nama mengejutkan lainnya adalah Alexis Mac Allister dari Liverpool. Gelandang Argentina berusia 27 tahun itu memiliki pengalaman luas di Premier League dan bisa menjadi opsi siap pakai. Meski musim lalu performanya menurun, Mac Allister tetap dianggap sebagai pemain serba bisa yang bisa bermain sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box.
Kepergian Rodri bukan satu-satunya masalah yang harus dihadapi Maresca. City juga kehilangan Bernardo Silva, John Stones, dan Nathan Ake, yang membuat lini tengah dan pertahanan mereka kehilangan banyak pengalaman. Maresca disebut ingin memiliki pemain lokal di kelompok kepemimpinan tim, yang saat ini diisi Rodri, Ruben Dias, dan Erling Haaland. Namun, karakter Haaland yang blak-blakan dinilai kurang cocok menjadi kapten di lapangan, sehingga Dias menjadi kandidat terkuat untuk mengenakan ban kapten.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini menarik untuk disimak. Bagaimana pun, Premier League adalah liga dengan penggemar terbanyak di Indonesia, dan pergerakan pemain sekelas Rodri akan berdampak pada persaingan papan atas. Jika City gagal mendapatkan pengganti yang sepadan, peluang tim lain seperti Arsenal atau Liverpool untuk merebut gelar juara bisa semakin terbuka.
Maresca sendiri tampaknya sadar akan besarnya tantangan ini. Ia bahkan sempat bercanda tentang kemungkinan Haaland menjadi kapten, "Jika Erling jadi kapten, kita punya masalah... bisa bayangkan?" Ucapan itu menunjukkan bahwa ia sedang mempertimbangkan ulang struktur kepemimpinan timnya. Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, keputusan Maresca dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim City. Apakah ia akan berani mengeluarkan dana besar untuk Fernandez, atau memilih opsi yang lebih ekonomis seperti Bouaddi? Hanya waktu yang bisa menjawab.



