Duel Italia di Wembley: Calafiori vs Donnarumma Perebutkan Trofi Perdana Musim
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dan Manchester City akan bertemu di Community Shield, mempertemukan dua pemain kunci asal Italia di posisi berbeda.
- Laga ini menjadi ujian perdana Enzo Maresca sebagai pelatih anyar Manchester City di kompetisi resmi.
- Kemenangan di laga ini akan menjadi sinyal awal kekuatan kedua tim sebelum musim kompetisi Inggris bergulir penuh.

Dua wajah Italia akan saling berhadapan di panggung Wembley, Minggu (9/8/2026) sore WIB, saat Arsenal dan Manchester City memperebutkan Community Shield—laga pembuka musim yang kerap menjadi barometer awal kekuatan tim-tim elite Inggris. Riccardo Calafiori, bek anyar Arsenal, dan Gianluigi Donnarumma, kiper utama Manchester City, sama-sama diturunkan sejak menit pertama, menjanjikan duel menarik antara lini belakang dan penjaga gawang.
Community Shield, yang kerap disamakan dengan Supercoppa Italiana, mempertemukan juara Premier League—Arsenal—melawan pemenang Piala FA, Manchester City. Namun, laga ini bukan sekadar ajang pemanasan. Bagi City, ini adalah pertandingan kompetitif pertama di bawah arahan pelatih asal Italia, Enzo Maresca, yang ditunjuk menggantikan Pep Guardiola pada musim panas ini. Maresca, yang sebelumnya sukses membawa Leicester City promosi, kini menghadapi ujian sesungguhnya: membangun tim juara dengan skuat yang sebagian besar masih baru.
Arsenal, di sisi lain, datang dengan status juara bertahan Premier League. Meski demikian, pelatih Mikel Arteta harus merelakan beberapa pilar utamanya absen. Bukayo Saka dan Declan Rice, dua motor serangan dan lini tengah, belum tersedia karena masih menjalani perpanjangan istirahat pasca Piala Dunia 2026. Kondisi ini memaksa Arteta untuk mengandalkan pemain-pemain pelapis, termasuk Calafiori yang dimainkan di posisi bek kanan—sebuah peran yang mungkin tidak biasa baginya, mengingat ia lebih sering tampil sebagai bek tengah.
Di kubu City, kehadiran Erling Haaland di lini depan menjadi ancaman nyata. Penyerang asal Norwegia itu diplot sebagai ujung tombak tunggal, didukung oleh gelandang serang Phil Foden dan pemain sayap Jérémy Doku. Yang menarik, City juga memasukkan Elliot Anderson dalam susunan pemain utama. Gelandang muda Inggris itu baru saja direkrut dari Nottingham Forest dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling—rekor klub—dan langsung dipercaya mengisi lini tengah. Keputusan Maresca ini menunjukkan keberaniannya untuk langsung memainkan pemain mahal di laga resmi pertama.
Bagi pengamat sepak bola, laga ini juga menjadi sorotan karena menghadirkan dua pemain Italia yang berperan krusial. Calafiori, yang baru bergabung dengan Arsenal dari Bologna, diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini belakang. Sementara Donnarumma, yang pindah ke City pada bursa transfer musim panas ini, menjadi tembok terakhir yang tangguh. Pertemuan keduanya di Wembley menjadi simbol persaingan kualitas pemain Italia di panggung sepak bola Inggris.
Dari perspektif Indonesia, laga ini menarik untuk diikuti karena banyak penggemar sepak bola tanah air yang mengidolakan klub-klub Premier League. Tayangan langsung laga ini di berbagai platform digital dipastikan akan menyedot perhatian, terutama dengan kehadiran pemain-pemain bintang. Selain itu, performa Maresca sebagai pelatih Italia di liga paling kompetitif di dunia bisa menjadi inspirasi bagi pelatih-pelatih lokal yang bercita-cita menembus level tertinggi.
Menilik susunan pemain, Arsenal akan menurunkan formasi 4-3-3 dengan David Raya di bawah mistar. Lini belakang diisi Ben White, Mosquera, Gabriel, dan Calafiori. Di lini tengah, Martin Odegaard, Bruno Guimaraes, dan Myles Lewis-Skelly akan mengatur ritme permainan. Sementara di depan, trio Madueke, Havertz, dan Tzolis diharapkan mampu membongkar pertahanan City. Di sisi lain, City akan tampil dengan skema 4-2-3-1: Donnarumma di gawang; lini belakang Khusanov, Dias, Gvardiol, dan O'Reilly; gelandang bertahan Kovacic dan Anderson; serta tiga pemain di belakang Haaland: Semenyo, Foden, dan Doku.
Kedua tim memiliki kedalaman skuat yang mumpuni. Arsenal masih memiliki opsi pemain pengganti seperti Kepa Arrizabalaga, Eberechi Eze, Viktor Gyokeres, dan Zubimendi. City pun tak kalah mewah dengan nama-nama seperti Grealish, Marmoush, dan Cherki di bangku cadangan. Ini menunjukkan bahwa laga ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga strategi rotasi pemain yang akan menentukan jalannya pertandingan.
Pertanyaan besarnya, akankah Maresca mampu langsung memberikan trofi pertamanya untuk City? Atau justru Arteta yang akan memanfaatkan absennya pemain kunci untuk tetap meraih kemenangan? Laga ini akan menjadi jawaban awal, sekaligus peta kekuatan kedua tim sebelum musim panjang dimulai.



