Newcastle Kian Dekat Amankan Amar Dedic: Rekrutan Pertama Era Jaissle
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United disebut telah mencapai kesepakatan pribadi dengan bek sayap asal Bosnia, Amar Dedic, dan negosiasi dengan Benfica memasuki tahap akhir.
- Kedatangan Dedic menjadi sinyal perombakan skuad di bawah pelatih baru Matthias Jaissle setelah kepergian sejumlah pemain kunci musim panas ini.
- Transfer ini bernilai lebih dari ยฃ26 juta dan diharapkan menjadi rekrutan keenam Newcastle, sekaligus yang pertama sejak Jaissle resmi menggantikan Eddie Howe.

Newcastle United dikabarkan semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan bek sayap internasional Bosnia, Amar Dedic, dari Benfica. Menurut laporan jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, kesepakatan pribadi telah diraih dan negosiasi antar klub berada di tahap akhir. Nilai keseluruhan paket transfer diperkirakan menembus angka ยฃ26 juta, menjadikannya rekrutan termahal keenam The Magpies pada bursa musim panas ini.
Kabar ini muncul di tengah gejolak besar di St James' Park. Newcastle kehilangan sejumlah pilar utama, termasuk Anthony Gordon yang hijrah ke Barcelona, Sandro Tonali yang dilepas ke Tottenham Hotspur dengan nilai ยฃ100 juta, serta kapten Bruno Guimaraes yang bergabung dengan Arsenal senilai ยฃ75 juta. Tak hanya itu, nama-nama seperti Kieran Trippier, Matt Targett, Emil Krafth, dan John Ruddy juga telah angkat kaki. Lebih mengejutkan lagi, Eddie Howe memutuskan mundur dan posisinya digantikan oleh Matthias Jaissle.
Kehilangan tiga pemain bintang tentu menjadi pukulan berat. Namun, Newcastle tampaknya telah menyiapkan strategi jangka panjang dengan mengalihkan fokus pada perekrutan pemain muda. Sebelum Dedic, mereka telah mendatangkan Ewen Jaouen dari Reims, Bazoumana Tourรฉ dari Hoffenheim dengan biaya sekitar ยฃ42 juta, serta Sean Steur, Aladji Bamba, dan Lukas Hornicek. Total belanja klub musim panas ini dilaporkan sudah melampaui ยฃ140 juta, dengan seluruh pemain anyar berusia 24 tahun ke bawah.
Kebutuhan Newcastle akan bek sayap memang mendesak. Kepergian Trippier meninggalkan lubang besar di sisi kanan pertahanan, sementara Tino Livramento harus menjalani operasi ringan. Lewis Hall menjadi andalan di sisi kiri, tetapi skuad kekurangan pemain senior yang bisa menutup kedua posisi tersebut tanpa mengubah formasi secara drastis. Dedic, yang biasa bermain sebagai bek kanan namun juga piawai di kiri, dinilai sebagai solusi ideal.
Keakraban Dedic dengan Jaissle menjadi nilai tambah. Keduanya pernah bekerja sama di RB Salzburg, tempat Dedic berkembang menjadi pemain reguler sebelum dipinjamkan ke Marseille pada paruh musim 2024/2025. Benfica membawanya ke Lisbon dengan biaya sekitar ยฃ11 juta musim panas lalu dan mengikatnya hingga 2030. Selama musim pertamanya di Portugal, Dedic tampil impresif dengan 43 penampilan di semua kompetisi, mencetak satu gol dan empat assist.
Romano melaporkan bahwa Dedic telah menyetujui persyaratan pribadi dan ingin segera bergabung ke St James' Park. Meski belum ada tanda tangan resmi, semua elemen penting tampaknya mulai menemukan titik temu. Jika transfer ini tuntas, Dedic akan menjadi rekrutan keenam Newcastle dan yang pertama sejak Jaissle resmi memegang kendali.
Bagi Newcastle, kedatangan Dedic bukan sekadar menambal lubang di posisi bek kanan. Ini adalah pernyataan niat bahwa era baru di bawah Jaissle akan dibangun di atas fondasi pemain muda yang haus akan perkembangan. Namun, dengan banyaknya pemain senior yang hengkang, tekanan besar kini berada di pundak para pemain berpengalaman seperti Joelinton, Dan Burn, dan Sven Botman untuk membimbing para pendatang baru.
Di sisi lain, langkah Newcastle ini juga menjadi sorotan bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang kerap menjadikan Premier League sebagai barometer perkembangan sepak bola. Strategi merekrut pemain muda dengan potensi jual tinggi bisa menjadi pelajaran berharga bagi klub-klub Liga 1 yang mulai berani berinvestasi pada talenta muda. Apakah langkah berani Newcastle ini akan membuahkan hasil di tengah kerasnya persaingan Premier League? Atau justru menjadi bumerang karena kehilangan terlalu banyak pemain kunci? Musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya bagi proyek ambisius Jaissle.



