Ben Shelton Melaju ke Semifinal Canadian Open: Momentum Menuju AS Terbuka
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika Serikat, Ben Shelton, tampil dominan dengan hanya tiga kesalahan sendiri untuk menaklukkan Jakub Mensik 6-3, 6-1 di Montreal.
- Kemenangan ini memperpanjang tren positif Shelton di lapangan keras, menjadikannya salah satu kandidat kuat di turnamen Grand Slam AS Terbuka mendatang.
- Dengan absennya sejumlah bintang seperti Sinner dan Djokovic, persaingan di Canadian Open tahun ini terbuka lebar bagi generasi baru.

Ben Shelton, petenis berusia 23 tahun asal Amerika Serikat, menunjukkan performa terbaiknya musim ini dengan menundukkan Jakub Mensik dari Ceko 6-3, 6-1 pada babak perempat final Canadian Open, Selasa (11/8) waktu setempat. Kemenangan ini tidak hanya mengantarkannya ke semifinal, tetapi juga menjadi sinyal kuat kesiapannya menghadapi AS Terbuka yang akan digelar akhir bulan ini.
Sepanjang pertandingan di Montreal, Shelton tampil nyaris sempurna. Ia hanya melakukan tiga kesalahan sendiri, sebuah catatan impresif untuk pemain dengan gaya agresif seperti dirinya. Pukulan-pukulan kerasnya membuat Mensik kesulitan mengembangkan permainan. Setelah merebut set pertama dengan meyakinkan, Shelton langsung tancap gas di set kedua dengan mematahkan servis lawan lebih awal. Ia menutup pertandingan dalam waktu 72 menit setelah Mensik gagal mengembalikan bola pada match point.
โIni penampilan yang hebat, saya sangat senang dengan hasil ini,โ ujar Shelton kepada Tennis Channel. โBagi saya, ini tentang membangun kepercayaan diri. Setiap pertandingan dan latihan, saya merasa semakin nyaman di lapangan keras. Saya merasa lebih mengontrol bola, yang memungkinkan saya untuk bermain lebih berani.โ
Kemenangan ini menempatkan Shelton, yang merupakan juara bertahan, berhadapan dengan rekan senegaranya, Learner Tien. Tien sendiri tampil mengesankan dengan mengalahkan Daniel Merida dari Spanyol 6-3, 6-2, sekaligus mencatatkan namanya untuk pertama kalinya di semifinal turnamen Masters 1000.
Selain Shelton dan Tien, dua petenis muda lainnya juga mencuri perhatian. Brandon Nakashima, unggulan ke-28, mengalahkan Luciano Darderi dari Italia 6-2, 6-3. Sementara itu, Rafael Jodar, pemain Spanyol berusia 19 tahun, menaklukkan Arthur Fils dari Prancis melalui tiebreak 7-6(5), 6-3. Keduanya akan saling berhadapan di semifinal untuk memperebutkan tiket final.
Kemenangan Jodar terasa istimewa karena ia baru memulai karier profesionalnya musim ini. Dengan hasil ini, ia dipastikan masuk ke jajaran 15 besar dunia, sebuah pencapaian luar biasa untuk pemain semuda dirinya. Sementara Nakashima, yang tampil konsisten sepanjang turnamen, mengirim 11 ace dan menunjukkan kematangan mental yang mengesankan.
Turnamen pemanasan menuju AS Terbuka ini memang kehilangan sejumlah nama besar. Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia, dan Novak Djokovic, juara Grand Slam 24 kali, memilih absen. Asosiasi Pemain Tenis Profesional (PTPA) pekan ini menyalahkan padatnya jadwal turnamen sebagai penyebab utama. Kondisi ini membuka peluang bagi generasi baru untuk bersinar, seperti yang terlihat di Montreal.
Bagi penggemar tenis Indonesia, performa para petenis muda ini menjadi tontonan menarik. Mereka adalah wajah-wajah baru yang siap menggantikan dominasi generasi sebelumnya. Pertanyaan besarnya, apakah Shelton mampu mempertahankan konsistensinya hingga AS Terbuka? Atau akankah muncul kejutan dari Tien, Nakashima, atau Jodar? Semifinal Canadian Open akan menjadi panggung pembuktian bagi mereka.



