Kartu John Cena Terjual Rp5,3 Miliar, Pecahkan Rekor Dunia di Dunia Koleksi
Baca dalam 60 detik
- Kartu autograf bertanda tangan John Cena dari WrestleMania 41 laku $329.400, memecahkan rekor penjualan publik tertinggi untuk kartu gulat.
- Fenomena ini menandai pergeseran pasar memorabilia olahraga ke aset alternatif, dengan minat investor muda terhadap kartu langka terus meningkat.
- Bagi kolektor Indonesia, tren ini membuka peluang sekaligus tantangan dalam mengakses pasar global yang didominasi lelang Amerika Serikat.

Kartu perdagangan bertanda tangan John Cena resmi menjadi kartu gulat termahal yang pernah terjual di pasar publik. Lelang yang digelar Goldin mencatat harga akhir $329.400 atau sekitar Rp5,3 miliar (asumsi kurs Rp16.100) untuk kartu Topps Royalty WWE WrestleMania Patch Autographs edisi 1/1 milik legenda WWE tersebut.
Angka itu melampaui rekor sebelumnya untuk kategori kartu gulat. Proses lelang berlangsung ketat: penawaran tertinggi mencapai $270.000, namun harga akhir melonjak setelah biaya pembeli (buyer's premium) diperhitungkan. Goldin mengumumkan penjualan ini melalui akun X resminya, menyebutnya sebagai "penjualan publik tertinggi sepanjang masa untuk kartu gulat."
Kartu tersebut bukan sembarang memorabilia. Ia memuat potongan patch yang dikenakan Cena saat WrestleMania 41, lengkap dengan tanda tangan asli, dan hanya dicetak satu lembar. Cena tampil sebagai bintang utama di malam kedua WrestleMania 41, mengalahkan Cody Rhodes dengan bantuan rapper Travis Scott, sekaligus mengunci gelar WWE Championship ke-17โmemecahkan rekor 16 gelar milik Ric Flair.
Lonjakan harga ini bukan sekadar euforia penggemar WWE. Pasar kartu olahraga dan memorabilia telah mengalami pertumbuhan eksplosif dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh investor milenial dan Gen Z yang mencari aset alternatif di luar saham dan obligasi. Kartu basket dan bisbol sudah lebih dulu menembus jutaan dolar, tetapi kartu gulat baru-baru ini menarik perhatian serius setelah Topps meluncurkan seri premium dengan patch acara langsung.
Goldin dalam deskripsi lelangnya menyebut kartu ini sebagai "salah satu yang paling ikonik dan paling diburu di seluruh hobi koleksi gulat." Mereka juga mencatat bahwa kartu bertipe WrestleMania Patch Autograph "dengan cepat menjadi kartu paling dicari di hobi ini."
"Saya tidak menganggapnya sebagai beban. Saya anggap ini anugerah. Setiap pekerjaan punya rintangan. Saya mencintai apa yang saya lakukan dan itu adalah pajak kebahagiaan untuk menjalaninya," ujar Cena kepada Metro dalam wawancara terpisah, menggambarkan tekanan hidup di bawah sorotan publik.
Bagi Indonesia, fenomena ini mencerminkan geliat pasar koleksi yang mulai bergeser dari hobi ke instrumen investasi. Komunitas penggemar WWE di Tanah Air cukup besar, namun akses terhadap lelang internasional masih terbatas oleh biaya pengiriman, bea masuk, dan metode pembayaran. Meski demikian, platform e-commerce dan media sosial memungkinkan kolektor lokal untuk memantau pergerakan harga secara real-time, membuka peluang bagi mereka yang ingin menjajaki pasar global.
Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah rekor ini akan bertahan, melainkan siapa yang akan memecahkannya. Dengan semakin banyaknya atlet dan selebritas yang merilis kartu edisi terbatas, serta masuknya rumah lelang besar ke ranah memorabilia gulat, nilai aset semacam ini berpotensi terus meroket. Apakah pasar Indonesia siap menjadi pemain, atau hanya penonton?



