Di Salvo Panggil Tujuh Pemain Baru ke Timnas U21 Jerman, Efek Skuad 44 Pemain Klopp
Baca dalam 60 detik
- Antonio Di Salvo memasukkan tujuh debutan ke skuad Jerman U21 untuk jeda internasional September–Oktober.
- Keputusan Jürgen Klopp membentuk dua skuad senior sekaligus (44 pemain) memaksa rotasi besar di level U21.
- Jerman U21 akan menghadapi Latvia, Malta, dan Georgia dalam kualifikasi Euro U21 2027.

Pelatih kepala Timnas U21 Jerman, Antonio Di Salvo, memanggil tujuh pemain yang belum pernah tampil di level U21 untuk menghadapi tiga laga internasional dalam jeda kalender FIFA bulan ini. Ketujuhnya adalah Frank Feller, Noahkai Banks, Laurin Ulrich, Francis Onyeka, Wael Mohya, Louey Ben Farhat, dan Paris Brunner. Keputusan ini muncul tak lama setelah pelatih timnas senior Jerman, Jürgen Klopp, mengumumkan dua skuad sekaligus yang totalnya mencapai 44 pemain untuk empat pertandingan pada jeda internasional yang diperpanjang.
Keputusan Klopp tersebut memicu efek domino yang signifikan bagi tim U21. Dengan banyaknya pemain yang dipromosikan ke tim senior, Di Salvo harus melakukan perombakan besar-besaran. Ia mengakui bahwa komposisi skuadnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk cedera dan perluasan skuad senior. "Beberapa faktor memengaruhi komposisi skuad saat ini. Selain cedera, skuad timnas senior yang diperluas juga berperan. Saya senang untuk semua pemain U21 saat ini dan mantan pemain U21 bahwa mereka sekarang memiliki kesempatan untuk menunjukkan diri kepada pelatih nasional yang baru," ujar Di Salvo dalam konferensi pers.
Selain para pendatang baru, Di Salvo juga mempertahankan beberapa nama mapan yang berpotensi dipanggil Klopp dalam waktu dekat. Di antaranya adalah kiper Freiburg, Mio Backhaus; striker Stuttgart, Dženan Pejčinović; dan gelandang Bayern Munich, Tom Bischof. Menariknya, Bischof juga masuk dalam skuad senior untuk laga UEFA Nations League melawan Serbia di Munich (1 Oktober) dan Yunani di Thessaloniki (4 Oktober). Kehadiran Bischof di dua level sekaligus menegaskan bahwa jalur promosi dari U21 ke tim senior semakin terbuka lebar di era Klopp.
Jadwal Jerman U21 pada jeda internasional ini cukup padat. Pasukan Di Salvo akan bertandang ke Riga untuk menghadapi Latvia pada 26 September, lalu melawat ke Malta pada 30 September. Setelah itu, mereka kembali ke Jerman untuk menjamu Georgia di SchücoArena, markas Arminia Bielefeld, pada 6 Oktober. Laga melawan Georgia menjadi partai terakhir babak kualifikasi Piala Eropa U21 2027 yang akan diselenggarakan di Serbia dan Albania. Posisi Jerman di grup kualifikasi saat ini belum aman, sehingga tiga pertandingan ini krusial untuk memastikan tiket ke putaran final.
"Saya senang untuk semua pemain U21 saat ini dan mantan pemain U21 bahwa mereka sekarang memiliki kesempatan untuk menunjukkan diri kepada pelatih nasional yang baru." — Antonio Di Salvo, Pelatih Kepala Timnas U21 Jerman
Dari daftar yang ada, lini tengah menjadi sektor paling padat dengan sepuluh pemain, termasuk nama-nama seperti Arijon Ibrahimović, Noëll Aséko, Mert Kömür, Aljoscha Kemlein, dan Noah Darvich. Sementara di lini depan, Di Salvo mengandalkan Nicolò Tresoldi, Dženan Pejčinović, dan Paris Brunner. Komposisi ini menunjukkan bahwa Di Salvo ingin menguji kedalaman skuad sekaligus memberi menit bermain bagi talenta muda yang selama ini bersinar di klub masing-masing.
Bagi pembaca di Indonesia, dinamika di Timnas Jerman U21 ini bisa menjadi cermin bagaimana federasi sepak bola besar mengelola transisi pemain muda ke level senior. Ketika pelatih senior seperti Klopp mengambil banyak pemain dari U21, kesempatan bagi pemain lain di kelompok umur tersebut justru terbuka. Ini adalah pola yang mungkin bisa diadopsi oleh PSSI dan timnas Indonesia dalam mempersiapkan regenerasi, terutama menjelang kompetisi usia muda Asia. Selain itu, keberanian Di Salvo memberi debut kepada tujuh pemain menunjukkan bahwa kualitas pemain muda Jerman terus dipantau secara ketat, sebuah pelajaran tentang pentingnya sistem pembinaan yang berjenjang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah para debutan ini mampu memanfaatkan peluang dengan baik, atau justru kembali tersisih setelah pemain senior pulih dari cedera. Jika mereka tampil impresif, bukan tidak mungkin Klopp akan melirik mereka untuk skuad senior dalam waktu dekat. Sebaliknya, jika gagal, Di Salvo bisa kembali mengandalkan pemain yang lebih berpengalaman. Yang jelas, tiga laga kualifikasi ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedalaman skuad Jerman U21.



