Tinju AS Dominasi Kanada 5-1 di Melee Gala XI, Sinyal Kuat Menuju Kejuaraan Pan Amerika
Baca dalam 60 detik
- Tim tinju Amerika Serikat menang telak 5-1 atas Kanada dalam duel internasional Melee Gala XI di Winnipeg, dengan lima petinju meraih kemenangan.
- Kemenangan ini menjadi pemanasan penting bagi AS sebelum Kejuaraan Pan Amerika 2026 di Puebla, Meksiko, yang akan berlangsung 17-25 Oktober.
- Bagi Indonesia, hasil ini menunjukkan standar kompetisi tinju amatir Amerika yang tinggi, menjadi acuan bagi persiapan atlet nasional di ajang internasional.

Tim tinju Amerika Serikat (USA Boxing) menutup duel internasional Melee Gala XI di Winnipeg, Kanada, dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas tuan rumah pada Sabtu (19/9). Lima petinju AS—Noelle Haro, Lorenzo Patricio, Alisha Crockett, Marcus Luther, dan Naomi Graham—mencatat kemenangan, sementara satu-satunya kekalahan dialami Tyric Trapp. Hasil ini menjadi modal berharga menjelang Kejuaraan Pan Amerika 2026 di Puebla, Meksiko, Oktober mendatang.
Lorenzo Patricio membuka keunggulan AS dengan kemenangan angka mutlak atas Max Tomines di kelas 55 kilogram. Petinju asal Hawaii itu kini mengantongi rekor internasional 11-2 sepanjang 2026, plus medali emas World Boxing Cup: China 2026 dan perak dari Turnamen Internasional Strandja ke-77. Kemenangan Patricio disusul Naomi Graham yang menang angka terbelah atas Viktoria Penney (75 kg), dan Alisha Crockett yang menang mutlak atas Florence Belle Germain (60 kg). Bagi Crockett, ini adalah kemenangan internasional pertamanya.
Dominasi AS berlanjut melalui Marcus Luther yang menang angka mutlak atas Yacine Benaoudia di kelas 65 kg. Luther, petinju asal Washington, D.C., mencatat kemenangan angka mutlak internasional kelimanya di 2026 dan memperbaiki rekornya menjadi 7-3. Ia baru saja meraih perak di World Boxing Cup: China 2026. Noelle Haro melengkapi kemenangan AS dengan kemenangan angka terbelah atas Mckenzie Wright (51 kg). Petinju Texas itu kini memiliki rekor 4-2 di pentas internasional, termasuk perunggu di World Boxing Cup: Brazil 2026.
Satu-satunya hasil minor AS datang dari Tyric Trapp yang kalah angka terbelah dari Umar Carcamo setelah tiga ronde tinju gaya Olimpiade. Petinju asal New Jersey itu mencatat rekor internasional 5-4 di 2026, dengan medali perunggu Copa America 2026. Meski kalah, pengalaman bertanding di Kanada tetap menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda AS.
"Kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad kami. Para petinju muda dan senior sama-sama tampil solid, dan ini bekal penting menuju Pan Amerika," ujar seorang pelatih USA Boxing, seperti dikutip dari rilis resmi.
Dari perspektif Indonesia, hasil duel ini memberikan gambaran tentang standar kompetisi tinju amatir di kawasan Amerika. Timnas tinju Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk berbagai ajang internasional, termasuk kualifikasi Olimpiade dan kejuaraan Asia, dapat menjadikan performa AS dan Kanada sebagai tolok ukur. Kemenangan mutlak dan angka terbelah yang diraih AS menunjukkan pentingnya konsistensi teknik, strategi, dan mental bertanding di level internasional.
Selain itu, keberhasilan AS dalam mengembangkan atlet muda seperti Alisha Crockett—yang baru meraih kemenangan internasional pertamanya—menegaskan bahwa regenerasi petinju amatir berjalan efektif. Indonesia memiliki sejumlah petinju muda berbakat yang perlu mendapatkan jam terbang serupa agar mampu bersaing di panggung global. Dukungan fasilitas, pelatih, dan program kompetisi berjenjang menjadi kunci.
Setelah duel ini, USA Boxing akan kembali ke Colorado Springs untuk memulai pemusatan latihan menuju Kejuaraan Pan Amerika 2026. Ajang tersebut akan digelar di Puebla, Meksiko, pada 17-25 Oktober dan menjadi salah satu kualifikasi penting menuju Olimpiade 2028. Bagi Indonesia, pertanyaan besarnya adalah apakah atlet-atlet kita mampu memanfaatkan momentum serupa untuk mengasah kemampuan dan meraih prestasi di level Asia maupun dunia.



